Dewan TIK Nasional memberikan sejumlah rekomendasi kepada pemerintah untuk mengakselerasi SDM Talenta Digital Indonesia.
Ketua Tim Pelaksana Dewan TIK Nasional, Dr. Ing. Ilham A. Habibie, menyarankan pemberlakuan kurikulum berbasis STE(AM) yakni Science, Technology, Engineering, (Arts) dan Mathematics di sekolah. Ini untuk mengakselerasi SDM talenta digital Indonesia.
Kurikulum itu berorientasi pada cara belajar project-based untuk mempersiapkan SDM yang mampu bekerja secara inovatf, berdaya saing dan produktif di masa mendatang.
“Biasanya diajarkan dengan project-based learning, tidak lagi (kurikulum) diajarkan di ruang kelas, kita mencari sendiri sambil dibina gurunya dalam konteks proyek. Ada aplikasi teori,” ujar Ilham dalam “FGD: Perumusan Rencana Aksi Akselerasi Pertumbuhan SDM Talenta Digital Mendukung Percepatan Transformasi Digital di Indonesia” yang digelar secara virtual, 12/8.
Selain itu, staf pengajar yang disesuaikan dengan kebutuhan juga menjadi hal penting yang tak bisa dikesampingkan demi tercapainya target hadirnya talenta digital kurang lebih sembilan juta orang untuk 15 tahun ke depan, atau kurang lebih 600 ribu per tahunnya.
Ilham juga memandang pentingnya kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi untuk
Anggota Tim Pelaksana Dewan TIK Nasional, Prof. Ir. Zainal Arifin Hasibuan menambahkan, akselarasi talenta digital nasional bisa dilakukan melalui berbagai cara. Dua cara yang tercepat yakni peningkatan kualitas Lembaga Sertifikasi Nasional TIK dan memfasilitasi kolaborasi industri dan perguruan tinggi seperti hal yang diungkapkan Ilham.
Rekomendasi lainnya, mengindetifikasi dan memetakan kebutuhan kemampuan digital, lalu meningkatkan kualitas dan kuantitas SKKNI di bidang TIK sesuai kebutuhan industri dan pengembangan teknologi.
Selain itu, mendorong pertumbuhan talenta digital melalui insentif sertifikasi, mendorong pertumbuhan pasar lokal dan meluncurkan pendanaan untuk proyek pendidikan dan teknologi digital.
Pada akhirnya, SDM talenta digital sebagai bagian dari tranformasi digital diharapkan bisa mengoptimalkan kualitas hidup masyarakat.














