
Reporter: Albarsyah
Editor: Teguh Imam S.
PT Brantas Abipraya (Persero), dengan aktivitas usaha di bidang Industri Konstruksi, memiliki visi menjadi perusahaan terpercaya dalam industri konstruksi. Miftakhul Anas, Sekretaris Perusahaan, Brantas Abipraya menjelaskan visi perusahaan itu memiliki arti pertama, memiliki segala persyaratan profesional yang memadai.
“Kedua, dalam lima tahun ke depan, perusahaan mentargetkan mampu menjadi lima besar perusahaan konstruksi nasional,” kata Miftakhul Anas dalam sesi Presentasi dan Wawancara dengan Dewan Juri TOP DIGITAL Awards 2020 yang diselenggarakan secara online oleh Majalah IT Works, Rabu, 21 Oktober 2020.
“TI memainkan peran penting bagi kami, ini dapat dilihat dalam salah satu misi perseroan, yaitu menerapkan teknologi informasi yang terintegrasi,” tambahnya.
“Saat ini, kami sedang melakukan Transformasi TI untuk mendukung inovasi berkelanjutan perusahaan,” ungkap Miftakhul Anas.
Dalam acara ini juga, Mustafa Nahdi, Senior Manajer Pengembangan Bisnis, Bratas Abipraya mengungkap bahwa kinerja perusahaan plat merah yang mencatatkan pertumbuhan yang cukup baik, salah satunya berkat dukungan Solusi IT. “Kami memanfaatkan dukungan solusi IT dalam mengerjakan berbagai proyek kontruksi dan infrastruktur di penjuru Indonesia,” ujarnya.
Tata Kelola TI
“Kami telah memiliki IT Master Plan 2020-2024 yang berisi strategi dan perencanaan jangka panjang dalam pengembangan sistem informasi. Kemudian kami membagi pelaksanaan strategi MPTI ke dalam 3 bagian yaitu: strategi sistem informasi, strategi infrastruktur, dan strategi tata kelola TI,” jelas Asep Muhammad Fahrus, Manager TI, Brantas Abipraya.
Dalam hal mekanisme pengambilan kebijakan investasi atau belanja TI, maka Unit Pengelola TI mengusulkan belanja TI tahunan berdasarkan kebutuhan bisnis layanan TI yang telah disetujui dewan direksi berkonsultasi dengan pemilik proses bisnis.

“IT Steering Committee akan me-review usulan investasi, setelah Dewan Direksi menyetujui dan menetapkan belanja TI tahunan maka selanjutnya Unit Pengelola TI melaksanakan belanja TI yang telah disetujui,” terang Asep.
Ada pun untuk kebijakan pengelolaan Human Capital TI dan Millenial, di Brantas Abipraya berlaku bahwa Unit Pengelola TI bertanggung jawab untuk meminimalisir ketergantungan pada individu tertentu terhadap suatu proses dengan terselenggaranya proses knowledge sharing.
Asep melanjutkan bahwa ada standar kompetensi untuk jobdesk pengelolaan TI yang diusulkan ke unit HC. Kemudian, perusahaan juga melaksanakan pelatihan dan sertifikasi keahlian untuk meningkatkan kualitas individu.
“Kami juga memungkinkan pengelolaan TI menggunakan jasa pihak ketiga sesuai kebutuhan perusahaan,” ungkapnya.
Dalam hal IT Maturity Level, Asep mengungkapkan, Brantas Abipraya telah diukur sesuai dengan best practice COBIT 4.1 oleh konsultan eksternal. “Secara keseluruhan untuk IT Maturity Level kami di tahun 2020 mencapai nilai 3.07,” ujarnya.
“Saat ini, kami sedang melakukan Transformasi TI untuk mendukung inovasi berkelanjutan perusahaan,”
Miftakhul Anas, Sekretaris Perusahaan, Brantas Abipraya
Aplikasi Bisnis
Dalam menjalankan kegiatan bisnisnya, Abipraya Brantas telah mengembangkan dan memanfaatkan sejumlah aplikasi bisnis.
“Ini sekaligus sebagai perwujudan inovasi yang terus kami jalankan. Aplikasi bisnis yang telah kami gunakan antara lain: Portal Internal berupa Web Internal Perusahaan yang telah ada sejak tahun 2010, e-Disposisi untuk persuratan, e-HC untuk Human Capital, e-Accounting & Tax untuk keuangan,” Asep menjelaskan.
Aplikasi bisnis internal lainnya yaitu, Abipraya Mobile untuk menjangkau insan Abipraya dimana pun dan kapan pun, memberikan kemudahan distribusi informasi dan kolaborasi.
Abipraya Drive untuk berbagi file. Lalu ada e-Audit yang digunakan untuk keperluan SPI, Manajemen Risiko menggunakan e-Risk, aplikasi pelaporan e-QHSE, dan AEMS untuk manajemen alat berat.
Adapun aplikasi internal yang juga dapat digunakan oleh kalangan eksternal, klien dan mitra perusahaan adalah e-Recruitment untuk perekrutan karyawan berbasis web dan aplikasi e-Procurement untuk pengadaan.
“Di era New Normal ini, kami telah menggembangkan 2 aplikasi. Pertama, Ayo Sehat yang digunakan untuk self-assesment Covid-19 karyawan perusahaan,” kata Asep. Aplikasi ini berbasis Web dan Mobile.
“Kedua, Avicon berupa aplikasi untuk menyelenggrakan Video Conference secara online. Aplikasi ini multi platform, dan dapat diakses lewat berbagai perangkat atau multi device,” tambahnya.














