
Penulis: Teguh Imam S.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) telah secara optimal memanfaatkan IT sebagai Driver dalam transformasi pengelolaan zakat nasional dalam beberapa tahun terakhir ini. Transformasi itu dijalankan untuk mewujudkan visi BAZNAS jadi pengelola zakat terbaik dan terpercaya di dunia.
IT juga dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas BAZNAS, sesuai UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, yaitu merencanakan, melaksanakan, mengendalikan, dan melaporkan serta mempertanggungjawabkan pelaksanaan pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat, infak/sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya.
Demikian disampaikan M. Arifin Purwakananta, Direktur Utama BAZNAS dalam sesi Penjurian TOP DIGITAL Awards 2020 yang diselenggarakan secara online, Kamis, 5 November 2020 di Jakarta.
Kepada dewan juri, Ia juga menjelaskan, “TI berperan penting dalam pencapaian sejumlah misi BAZNAS antara lain, mengoptimalkan secara terukur pengumpulan zakat nasional.”
“Juga dalam pendistribusian dan pendayagunaan zakat untuk pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan pemoderasian kesenjangan sosial.”
“Kemudian, penerapan sistem manajemen keuangan yang transparan dan akuntabel berbasis teknologi informasi dan komunikasi terkini. Dan menerapkan sistem pelayanan prima kepada seluruh pemangku kepentingan zakat nasional.”
“Itu semua, akan sulit dicapai jika kami tidak memanfaatkan IT secara optimal. Dan dalam beberapa tahun terakhir, kami telah mendorong dan menguatkan digitalisasi pengumpulan serta pengelolaan zakat nasional secara sesuai UU dan peraturan yang ada,” tegasnya.
“Hasilnya, sejak tahun 2016 sampai 2020, penghimpunan zakat di BAZNAS pusat telah meningkat 4 kali lipat. Ini menunjukan penggunaan IT jadi penting dalam bidang pengumpulan, pengoperasian, dan pendistribusian zakat,” ujar Arifin.

Peran IT di BAZNAS
Dalam kesempatan ini, Achmad Setio Adinugroho, Kepala Divisi IT BAZNAS memaparkan peran IT di BAZNAS, “Kami di Divisi IT berperan mengimplementasikan arahan pimpinan tentang strategi pemanfaatan teknologi yang sudah ditetapkan. Dan sebenarnya backbone IT di BAZNAS sudah ada sejak tahun 2012. Dan peran IT sekarang sudah jadi Driver dan Transformasi.”
“Kami memiliki rencana induk (master plan) IT berisi arah gerak IT dalam mendukung visi dan misi besar BAZNAS. Dalam rencana ini tertuang hal-hal apa saja yang menjadi perhatian BAZNAS dalam kurun waktu 2016-2020 dalam dunia teknologi yang diharapkan dapat terimplementasi.”
“Seperti kerjasama host-to-host dengan channel pembayaran donasi (crowdfunding, e-commerce, dll), membuat e-wallet/e-money, pembuatan berbagai
macam dashboard, sampai dengan pemanfaatan teknologi blockchain dan pemanfaatan cloud/serveless.”
“Di dalam master plan itu, juga memuat Roadmap IT selama 5 tahun kedepan dalam rangka mencapai roadmap besar rencana strategis BAZNAS.”
“Juga ada, struktur organisasi ideal dan rencana anggaran (CAPEX dan OPEX) selama 5 tahun.”
Terkait Tata Kelola dan Kebijakan IT di BAZNAS, lebih jauh ia menjelaskan, BAZNAS telah menerbitkan sejumlah aturan pada tahun 2019 dan 2020 yang berisi Kebijakan Terkait TI.
“Kemudian, pengambilan kebijakan investasi IT dan belanja IT dituangkan di dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) yang dibahas dan disepakati di rapat pleno dan disetujui dan disahkan oleh Menteri Agama.”
“Untuk kebijakan pengelolaan SDM tertuang didalam Pedoman SDM, khusus untuk tenaga IT dan kaum milenial dipersilahkan untuk mengikuti sebanyak mungkin training berkaitan dengan IT untuk meningkatkan kemampuan dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” ujar Achmad Setio Adinugroho.
“Tentang IT Maturity Level, kami sudah di-review menggunakan Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE) dengan skor 1.94 yang artinya Terkelola,” ungkapnya.
BAZNAS juga telah menjalankan Manajemen Pengembangan Aplikasi/Solusi Bisnis. “Untuk prosedur pengembangan aplikasi atau solusi, sudah tersedia kebijakan tentang pengembangan aplikasi di BAZNAS baik inhouse maupun melibatkan eksternal.”
“Dalam mengembangkan aplikasi ini dilakukan pemisahan untuk environment development, testing, dan production,” jelas Achmad Setio Adinugroho.
“Kami menggunakan teknologi git (bitbucket) dengan ticket system untuk mencatat keluhan dari pengguna, juga digunakan issue tracking dari JIRA.”
Solusi dan Aplikasi IT
Dalam perjalanannya, BAZNAS telah menghadirkan sejumlah solusi dan aplikasi IT yang dikembangkan oleh tim internal IT-nya, memanfaatkan aplikasi yang sudah ada dari eksternal, atau kombinasi dengan kerja sama internal dan internal.
“Saat ini, ada 16 solusi internal yang digunakan BAZNAS, 7 solusi yang digunakan oleh mitra atau eksternal. Terkait pandemi Covid-19, ada 4 solusi yang kami manfaatkan,” ujar Achmad Setio Adinugroho.
“Kami mengembangkan solusi dan aplikasi itu agar tidak ketinggalan dalam pemanfaatan IT dan mengikuti perkembangan di masyarakat. Juga seiring meningkatnya pengelolaan zakat yang harus dilakukan BAZNAS,” tambahnya.
Dari sekian banyak solusi dan aplikasi itu, menurut Achmad Setio Adinugroho, ada sejumlahnya yang jadi unggulan, bahkan layak direkomendasikan untuk digunakan pihak diluar BAZNAS karena fungsi dan dampaknya yang positif.
Pertama, Artificial Intelligence platform (virtual assistant & augmented reality). Aplikasi menggunakan AI diantaranya BAZNAS AR, Lena, dan Zaki.
Memiliki fitur Augmented Reality, masyarakat mendapatkan berbagai informasi hanya dengan melihat logo BAZNAS. Juga, Virtual Assistant, masyarakat dapat berinteraksi dengan chatbot, dalam mencari informasi seputar zakat.
“Ini kami implementasi tahun 2019-2020, berasal dari developer eksternal. Merupakan bentuk sosialisasi interaktif dan menarik untuk masyarakat luas menggunakan teknologi terkini.”
Kedua, Omnichannel Customer Care, merupakan platform customer care atau Customer Relationship Management, dengan mengintegrasikan berbagai channel komunikasi (media sosial, platform perpesanan, web) dengan muzaki/customer.
“Ini dapat meningkatkan engagement dengan customer/muzaki, mengorganisir conversation dengan customer/muzaki, memudahkan kolaborasi antar tim customer care, memudahkan monitoring produktivitas tim, meningkatkan SLA dan meningkatkan experience muzaki/customer.”
“Kami telah gunakan sejak tahun 2019, menggunakan platform yang dikembangkan developer eksternal.”
Ketiga, WhatsApp Push Notification yang mulai diimplementasi tahun 2019, dengan developer eksternal. “Ini untuk mengirimkan pesan kepada muzaki. Sudah terintegrasi dengan aplikasi SiMBA untuk mengirimkan notifikasi saat pencatatan dilakukan. Sehingga meningkatkan transparansi dan kepercayaan dari para muzaki yang berdonasi ke BAZNAS.”
“Khusus untuk solusi di Era New Normal di tahun 2020 ini, kami menggunakan teknologi CCTV Pintar dari eksternal di kantor pusat BAZNAS. Cara kerjanya, mendeteksi jarak antara 2 orang atau lebih, apakah dalam batas yang diperkenankan (1.5 meter). Alarm pemberitahuan akan berbunyi jika ada pelanggaran terhadap jarak batas ini.”
“Dengan demikian, kami dapat memastikan protokol Covid-19 dijalankan dengan baik demi keamanan kantor BAZNAS. Selain itu menjadi nilai lebih dari audit Secure Covid Label dari Badan Sertifikasi WQA,”kata Achmad Setio Adinugroho.
“Di tahun ini, kami juga menerapkan Layanan Virtual Permohonan Publik. Ini berupa seperangkat teknologi yang dirancang internal kami untuk melayani permohonan mustahik yang datang ke kantor BAZNAS secara virtual.”
“Sehingga mustahik yang datang membawa permohonan proposal dapat dilayani dengan menggunakan video call, sehingga tidak bertemu langsung dengan petugas kami yang melayani.
Jadi, petugas yang melayani dan pemohon tidak berada dalam ruangan yang sama agar penyebaran virus covid-19 dapat diminimalisir.”
Ia juga memaparkan masih banyak lagi solusi dan aplikasi di BAZNAS. Di internal antara lain: Email Marketing Automation, Muzaki Corner, Layanan Cek Mutasi Bank Otomatis, Dashboard Supporting System, SiMBA, Kalkulator Zakat, Intranet Portal, Approval Online, Blockchain Platform, Business Intelligence Tools, ShortURL BAZNAS, Serverless untuk DC dan DRC, dan Aplikasi survei dan verifikasi mustahik (data collection tools).
Solusi diimplementasikan oleh mitra/eksternal: Multiplatform Zakat Digital Fundraising, SIMPUL, Aplikasi Balai Ternak, Aplikasi LAB Back Office, Z-Mart Mobile, ATM Beras, dan Cari Temu.
Solusi di Era New Normal lainnya: Aplikasi BTM, dan Quick Count Laporan Covid-19 Online
Achmad Setio Adinugroho juga menjelaskan, BAZNAS memberikan perhatian pada Industry 4.0.
“Kami mengembangkan berbagai macam aplikasi dan saling terintegrasi satu dengan lainnya. Selain itu juga mulai diimplementasikan blockchain dan virtual reality sebagai bentuk sosialisasi dan edukasi kepada mitra.”
“Infrastruktur, kami sudah menerapkan cloud IaaS dan serverless dalam perangkat data center dan DRC-nya.”
“Keamanan TI, tahun 2020 ini kami mulai melakukan audit ISO 27001 untuk keamanan informasi. “Saat ini akan memasuki stage ke-2”. Sudah pula dilakukan vulnerability testing untuk aplikasi SiMBA.”
“Big Data/IoT, pemanfaatan data dituangkan dalam bentuk informasi yang disajikan dalam bentuk dashboard. Kami sudah memiliki data lake sehingga pemanfaatannya dapat digunakan oleh user yang membutuhkan. Dari sisi IoT sudah ada CCTV Pintar untuk pendeteksian jarak antar manusia.
“Terakhir, Cloud App, sejak tahun 2012 kami menggunakan aplikasi cloud untuk email dan penyimpanan file dan semakin menambah aplikasi-aplikasi SaaS untuk kebutuhan kerja sehari-hari,” tutupnya.
Baca: BAZNAS Gandeng Artajasa, Bayar Kurban dan ZIS Bisa di Alfamidi dan Dan+Dan
Baca: Presiden Jokowi Serahkan Zakat ke Baznas Secara Daring
Baca: Galang Donasi Rp 1 Miliar Bersama Kitabisa dan BAZNAS, Gojek Bantu Korban Banjir














