Jakarta, Itech- Dalam Raker 2015 , Kepala BPPT Unggul Priyanto telah mengungkapkan program besar untuk meningkatkan nama BPPT dikancah nasional. Sebagai perwujudan BPPT dalam merespon visi misi Nawa Cita Presiden, BPPT akan fokus pada tiga bidang yakni kemandirian pangan, energi, dan maritim.
“Meskipun sebenarnya ada sembilan program kerja yang tercantum dalam Nawacita, namun BPPT akan fokus pada tiga bidang tersebut. Dengan dirombaknya Renstra BPPT 2015-2019, tentunya ada penyesuaian dalam pembagian anggaran yang totalnya mecapai Rp850 miliar. Dan, untuk alokasikan ke tiga bidang tadi sekitar Rp300 miliar,” ujar dia.
BPPT sebagai lembaga pemerintah harus menyusun program besar yang memiliki outcome dan impact besar bagi pembangunan nasional, Sehingga Unggul mencanangkan di tahun 2015-2019, BPPT menjadi institusi pemerintah kelas dunia. Raker bertema “Kita Sukseskan RPJMN 2015-2019 Melalui Peningkatan Inovasi dan Layanan Teknologi” tersebut membahas tiga hal penting mengenai Rencana Strategis (Renstra) 2015-2019, Penataan Reorganisasi dan Perbaikan Jabatan Fungsional Perekayasa dan angka kreditnya.
“Saya harap para peserta Raker BPPT tahun 2015 perlu melakukan penajaman visi misi dengan menyusun program yang lebih baik untuk lima tahun kedepan yang sejalan dengan reformasi birokrasi,” ujar Unggul seraya menambahkan, bahwa salah satu tugas BPPT adalah memberikan rekomendasi teknologi. Padahal itu pekerjaan berbiaya mahal.
Dicontohkan Unggul, ketika BPPT mengembangkan minyak nabati yang berasal dari sawit dan tumbuhan lain yang memerlukan waktu enam tahun sampai PT Pertamina mau menerapkan rekomendasi BPPT. Nah, dalam prosesnya tersebut BPPT membutuhkan dana besar karena mempersiapkan laboratorium, uji coba langsung ke kendaraan, dan proses-proses lainnya sampai produksi massal. (*)














