Jakarta, Itech- Terkait fenomena hujan lebat dengan intensitas dan durasi yang tinggi kembali menimbulkan genangan atau lazim disebut banjir di DKI Jakarta, BPPT berencana akan melakukan permodelan cuaca.
Pakar Meteorologi Tropis BPPT, Tri Handoko Seto dalam keterangan rilisnya kepada redaksi Itech menyebutkan terjadi peristiwa meteorologis yang disebut dengan Cold Surge (Seruak Dingin) yaitu berupa masuknya massa udara dingin dari Siberia menuju Jawa bagian barat.
Seto yang juga menjabat sebagai Kabid Pengkajian dan Penerapan Teknologi Pembuatan Hujan, UPT Hujan Buatan BPPT menambahkan bahwa seruak dingin yang masuk ke wilayah Jawa bagian barat bertemu dengan angin yang bertiup dari timur lalu terjadi konvergensi sehingga terbentuk awan-awan hujan yang cukup massif. “Berdasarkan pemodelan yang kami lakukan, hujan akan terjadi sampai sekira besok pagi,” ungkapnya.
Diungkapkan Seto, sejak awal Januari 2015 kami sudah diminta oleh BNPB untuk menyiapkan hal-hal yang diperlukan untuk melaksanakan teknologi modifikasi cuaca (TMC). Oleh karenanya kami telah menyiapkan TMC sepanjang yang bisa kami siapkan. “Namun karena belum ada perintah resmi, makaTMC urung terlaksana,” jelasnya.
Ditegaskannya bahwa modifikasi cuaca jelas diperlukan. Melihat kemampuan daya dukung permukaan di Jakarta dan sekitarnya yang masih jauh lebih kecil daripada potensi hujan yang mungkin terjadi, maka TMC memang masih diperlukan. Modifikasi cuaca, tambahnya, harus segera terlaksana. “Penting untuk redistribusi curah hujan agar mengurangi potensi banjir di Jakarta.Sebaiknya segera dilakukan dalam beberapa hari ke depan ini,”tandasnya. (*)














