Jakarta, Itech- Dalam upaya mengedukasi pemanfaatan Big Data di Indonesia, baik untuk sektor pemerintah maupun swasta, Teradata sebagai perusahan Big Data Analytics dan aplikasi marketing akan menggelar acara Big Data Innovation Forum 2015 pada 11 Mei mendatang. Acara tersebut akan dihadiri oleh pemimpin bisnis dari sektor perbankan, telekomunikasi, manufaktur, penerbangan, dan industri ritel dari seluruh Indonesia untuk berdiskusi, berbagi dan membuka wawasan serta sudut pandang akan penggunaan teknologi informasi dan Big Data.
Menurut Fajar Muharandy, Chief Solution Architect Teradata, misi Teradata yang sudah hmapir lima tahun di Indonesia ingin mengedukasi market mengenai apa itu big data berikut pentingnya menerapkan solusi tersebut. Menurut kami, persepsi dan pemahaman terhadap big data di pasar itu masih kecil sehingga kemudian banyak yang salah persepsi. Big data itu bukan masalah teknologi, tetapi murni persoalan bisnis agar memiliki daya saing yang tinggi. “Big Data tidak melulu tentang teknologi untuk menyimpan dan menyajikan data yang besar, namun pemanfaatan Big Data itu sendiri sangat penting bagi perusahaan untuk meningkatkan layanan,” kata Fajar kepada wartawan di Jakarta, Selasa (28/4).
Dikatakan Fajar, industri yang memanfaatkan penggunaan Big Data antara lain perbankan, telekomunikasi serta penerbangan, otomotif dan lain sebagainya. Perusahaan airlines misalnya dapat memanfaatkan Big Data, khusunya aktivitas penumpang di website untuk kemudian memperbanyak jumlah rute penerbangan, memberikan harga promo atau bekerja sama dengan travel agent guna memfasilitasi penumpang. Sementara di industri otomotif, Big Data dapat digunakan untuk menghindari fraud atau penipuan/kecurangan. Belum lagi di industri perbankan. Lanjut Fajar, pemanfaatan Big Data dalam rangka meningkatkan layanan kepada nasabah.
Khusus Pemda, big data dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan publik yang lebih baik, tentunya harus bekerjasama dengan sektor swasta mengingat banyaknya data yang tersebar bisa diolah kemudian untuk megambil suatu keputusan. Dicontohkan Fajar, Pemda dapat memanfaatkan Big Data untuk perencanaan transportasi, dengan menggandeng industri telekomunikasi mengingat perusahaan telekomuniaksi dapat memberikan data jumlah penggunanya yang berada di daerah tertentu melalui sinyal pengguna yang ditangkap oleh menara pemancar atau BTS. (*)














