M Fuad Nasar, Sekretaris Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama akan melakukan digitalisasi arsip layanan Kantor Urusan Agama (KUA) di beberapa daerah yang terdampak bencana untuk mengamankan arsip tersebut. Langkah itu untuk mitigasi rawannya bencana yang menimpa beberapa wilayah di Indonesia.
“Kami akan siapkan mitigasi. Langkah yang dilakukan antara lain digitalisasi arsip dan khazanah literasi, penataan tempat penyimpanan koleksi arsip dan perpustakaan yang relatif aman, dan lainnya,” kata M Fuad Nasar dalam siaran pers, 17/1/2021.
Menurutnya, penyelamatan arsip dan khazanah literasi sangat penting diperhatikan dalam mitigasi banjir dan gempa, termasuk arsip dan khazanah literasi keagamaan sebagai aset peradaban umat dan kekayaan bangsa.
Fuad menjelaskan warga masyarakat, organisasi keagamaan dan instansi pemerintah seperti Kementerian Agama, dalam hal ini KUA, Sekolah/Madrasah bahkan Pondok Pesantren perlu mengembangkan sistem mitigasi yang menyangkut penyelamatan arsip dan khazanah literasi mengingat tingginya potensi banjir, gempa, dan kerusakan lingkungan di berbagai wilayah Tanah Air belakangan ini.
Ia menilai penyelamatan dan konservasi aset sejarah, kebudayaan, ilmu pengetahuan dan dokumen negara, tidak dapat dipisahkan dari mitigasi dan penanggulangan banjir dan gempa.
Fuad mengharapkan perhatian dan kepedulian semua kalangan, baik masyarakat maupun instansi pemerintah, sangat dibutuhkan, demi kepentingan masa depan bangsa dan generasi mendatang. Kerugian sejarah dan sumber literatur keilmuwan, sampai kapan pun tidak dapat diganti.
“Ini yang perlu kita masifkan ke depan dalam konteks layanan KUA, meski di sebagian KUA sudah dilakukan agar arsip layanan bisa segera didigitalisasi,” tegas Fuad.
“Saya pernah mendapat laporan musnahnya arsip akta ikrar wakaf di KUA yang berada di wilayah rawan banjir, sedangkan dokumen tersebut dibutuhkan dalam pensertifikatan tanah wakaf maupun dalam penanganan sengketa wakaf,” tuturnya.
“Kita juga patut prihatin kalau koleksi kitab/buku dan manuskrip tidak terselamatkan dan disia-siakan setelah kena banjir dan sebagainya,” sambungnya.
Baca: Indosat Ooredoo dan Kemenag Gelar Madrasah Young Researcher Supercamp 2020














