Pandemi Covid-19 sejak tahun 2020 membawa perubahan perilaku masyarakat jadi serba digital, termasuk di industri asuransi. Hal itu juga membawa perubahan pada cara beraktivitas dan bertransaksi PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo).
Dengan latar belakang itu, tahun 2021 ini Jasindo akan fokus memulihkan bisnis dengan memanfaatkan teknologi digital sebagai penopangnya.
Direktur Pengembangan Bisnis Jasindo Diwe Novara mengatakan tahun 2021 perusahaan akan fokus pada pengembangan digital capabilities. Ia menjelaskan pihaknya akan melakukan banyak pembaruan dari aspek proses bisnis (New Way) dengan tujuan simplifikasi proses dengan memperhatikan proper process dan governance.
“Dengan banyaknya e-commerce, startup dan asuransi digital (Insurtech), Jasindo juga bekerjasama dengan e-commerce yaitu blibli.com dan penjajakan dengan e-commerce lainnya,” ujarnya kepada media, 12/02/2021.
Diwe mengungkapkan perusahaan akan menganggarkan Rp 1,3 miliar untuk pengembangan digitalisasi tahun 2021 ini.
“Proses digital ini dapat memangkas biaya akuisisi dan proses klaim lebih terkendali, sehingga diharapkan dapat menghemat biaya operasional,” Diwe menjelaskan manfaat digitalisasi.
“Selain itu kami masih fokus untuk melakukan restrukturisasi terhadap bisnis pembiayaan dan perbaikan term and conditions produk dan mencari jalur distribusi lain seperti menjalankan Business-to-Consumer (B2C),” tutupnya.
Asuransi Jasindo merupakan perusahaan asuransi yang menerima pertanggungan asuransi baik langsung maupun tidak langsung, dengan kepemilikan 1 lembar saham seri A dwiwarna milik Negara Republik Indonesia dan 424.999 lembar saham Seri B milik PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero).
Pengalaman dan kemampuan Asuransi Jasindo, telah diakui oleh badan pemeringkat internasional yaitu Standard and Poor’s untuk kategori “Claim Paying Ability ” pada tahun 1997 dengan peringkat BBB. Selanjutnya, di tahun 2009, Asuransi Jasindo kembali mendapatkan pengakuan sebagai satu-satunya perusahaan Asuransi Umum nasional yang memperoleh rating dari badan pemeringkat internasional AM Best yang berbasis di Hongkong dan Amerika Serikat, untuk kategori “ Financial Strength Ability” (Stable Outlook ) dengan peringkat B++ dan Issuer Credit Ability (Stable Outlook) dengan peringkat BBB.
Baca: Perluas Pangsa Pasar, Asuransi Jasindo Bakal Gandeng Fintech














