Jakarta, ItWorks- Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Jwalita Trenggalek Perseroan Daerah (Perseroda), berhasil mengembangkan inovasi layanan baru berbasis information technology (IT) yang diberi nama KRATON (Kredit Rakyat Online). Melalui inovasi dan kemudahan layanan online ini, kinerja BPR milik Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur ini tetap bisa meroket di tengah pandemi Covid-19.
“Banyak pelaku usaha di Tanah Air yang terdampak oleh pandemi Covid-19 ini. Namun berkat kesigapan tim kami, terutama di jajaran IT melalui inovasi dan terobosan baru yang kami beri nama KRATON, kinerja kami tetap bisa terjaga, bahkan bisa terus meningkat dari tahun sebelumnya. Bisa dikatakan, pandemi Covid-19 nyaris tak berdampak terhadap penurunan bisnis kami, bahkan sebaliknya kinerja usaha kami tetap meningkat, terus meroket,” ujar Direktur Utama PT BPR Jwalita Trenggalek (Perseroda), Dwi Fraidianriani dalam presentasi dan wawancara penjurian “TOP BUMD Award 2021” pada (11/6/2021) yang dilakukan secara daring oleh Majalah TopBusiness dengan mengangkat presentasi bertajuk “Meroket Karena Inovasi”.
Lebih lanjut dijelaskan, dengan adanya program inovasi Kraton ini, pengajuan dan layanan kredit bagi para nasabah atau calon nasabah, bisa dilakukan melalui aplikasi whatsapp atau web, sehingga makin memudahkan calon debitur dalam pengajuan kredit tanpa harus datang ke kantor BPR.
Dalam kaitan inovasi berbasis IT ini, perusahaan juga mengimplementasikam Core Banking System online antara kantor pusat dan seluruh jaringan kantor kas, mengembangkan aplikasi digital dan medsos, seperti laman Instagram @jwalitamiber sebagai sarana promosi debitur binaan. Juga memanfaatkan media sosial (mendos) untuk promosi, seperti melalui facebook dan website. Sehingga di saat pandemi sekalipun, aktivitas layanannya bisa tetap berjalan optimal.
“Inovasi layanan ini terus tingkatkan untuk daya saing dengan kemudahan-kemudahan berbasis IT. Program inovasi berbasis IT bernama KRATON ini, tahun lalu kami ikutkan dalam event ‘Trenggalek Innovation Festival 2020’ yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan berhasil menyabet Juara III Kategori Pelayanan Langsung,” ujarnya di hadapan Tim Dewan Juri TOP BUMD Awards 2021 yang dipandu juri merangkap moderator, Eri Sumiarso, CEO PT Sinergi Daya Prima.
Secara umum, aktivitas usaha BPR sebagai lembaga intermediasi, di antaranya memberikan layanan kepada masyarakat berupa tabungan, deposito dan kredit kepada masyarakat di wilayah kabupaten Trenggalek dan sekitarnya.
Adapun torehan kinerja yang berhasil diraih di antaranya, tahun 2020 pendapatan operasional perusahaan meningkat menjadi Rp11,5 miliar, naik dari tahun sebelumnya sekitar Rp10 miliar. Dalam periode yang sama, perusahaan juga berhasil mendongkrak perolehan laba dari Rp1,8 miliar menjadi Rp1,9 miliar pada tahun 2020.
Dengan kinerja yang terjaga ini, BPR Jwalita Trenggalek juga bisa terus meningkatkan setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari tahun ke tahun sejak tahun 2004 sampai dengan 2020. Sampai dengan tahun 2020, PT BPR Jwalita Trenggalek Perseroda, telah menyetorkan PAD sebesar Rp8.365.431.000,- dengan total setoran modal Pemerintah Kabupaten Trenggalek sebesar Rp16.950.000.000.
Perusahaan juga bisa terus mengembangkan sayap bisnis dan cakupan jumlah nasabah. Selain fokus di UMKM, sebagai salah satu BUMD milik Pemkab Trenggalek tahun lalu (2020) juga mengembangakan sayap usaha dengan meluncurkan produk baru, yakni Kredit Program TPP ASN, dan Kredit Perangkat Desa.
Dengan keterlibatan ASN dan juga perangkat desa dalam layanan bank milik Pemkab Trenggalek ini, para ASN juga ikut andil memajukan BUMD ini, di mana keuntungan yang didapat juga akan kembali menjadi PAD yang tentu ke depan manfaatnya akan kembali bisa dirasakan oleh masyarakat luas.
“Kredit Program TPP ASN, dan Kredit Perangkat Desa ini merupakan program baru yang kami hadirkan di tahun 2020. Jadi, selain memfokuskan pada UMKM yang hampir 80 persen untuk dukungan permodalan, kini kami juga melebarkan sayap dengan menjangkau kredit bagi para ASN dan Perangkat Desa. Melalui program ini, kami juga ingin memberikan pelayanan untuk kesejahteraan ASN di Kabupaten Trenggalek,” ujarnya.
Selain itu, melalui program tersebut, perusahaan juga dapat meningkatan outstanding kredit dan jumlah nasabah di tengah situasi pandemi Covid-19. Sehingga target kredit dan nasabah dapat tercapai, bahkan melampaui rencana semula. Tercatat, jumlah nasabah hingga tahun 2020 sebanyak 9.490 dari target semula 9.250 atau meningkat dari tahun sebelumnya berjumlah 8.194 nasabah.
Prestasi lain masih banyak, termasuk keberhasilkan dalam meningkatkan asset, penghimpunan dana masyarakat melalui tabungan, deposito dan lainnya. Perusahaan juga berhasil menjaga soliditas, kinerja dan kesehatan bank, seperti rasio non performing loan (NPL) yang tetap terjaga sebesar 3,54% atau di bawah ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di bawah 5%, bahkan NPL net hanya 1,15%. (AC)














