Jakarta, ItWorks – Di tengah pandemi Covid-19, PT Pertamina International Shipping (PIS) berhasil meningkatkan performa kapal milik selama tahun 2020. Perusahaan sukses memacu efektivitas hari kerja kapal alias commission day menjadi 357 hari, meningkat dari tahun sebelumnyha selama 344 hari.
“Capaian itu didapatkan melalui maintenance yang teratur dan pelaksanaan docking yang tepat waktu, sehingga tidak banyak waktu idle yang terjadi,” ungkap ujar Arief K. Risdianto Direktur Operasi PIS melalui press release (02/07/2021).
Lebih lanjut ditambahkan, Operation Days per Commission Days juga berhasil di jaga di angka 100%. Untuk Bunker Consumption, keseluruhan armada kapal perusahaan berhasil menjaga konsumsi tidak lebih dari 24,2 MT/day. Dengan rata-rata keseluruhan konsumsi 19,35 MT/day.
“Hal itu merupakan buah dari pengoperasian kapal yang optimal dan perawatan yang maksimal. Performa kapal milik di pelabuhan-pelabuhan tujuan juga menunjukkan hasil yang baik, dari target pumping rate yang sebesar 950 M3/hour, seluruh kapal milik dapat mencatatkan nilai pumping rate 838 M3/hour yang berpengaruh positif dalam ketepatan waktu bongkar muat kargo,” ujarnya.
Dalam operasionalnya, seluruh armada kapal milik perusahaan mencatatkan performa baik pada indikator average speed. Average speed kapal milik selama 2020 tercatat 11,28 knot, melebihi target yang ditetapkan minimum average speed adalah 11,00 knot.
Sepanjang tahun 2020, Pertamina International Shipping berhasil mengangkut kargo LPG sebanyak 1,13 juta MT, padahal di periode yang sama tahun 2019, volume angkut kargo LPG hanya mencapai 0,091 juta MT. Capaian itu meningkat lebih dari 1000%.
Selain itu, perseroan juga menyediakan kapal berjenis Very Large Gas Carrier (VLGC) atau kapal pengangkut LPG berukuran besar untuk mengangkut kargo LPG Ex import dari Arabian Gulf (AG) sejumlah 20 Lifting dan US Gulf sejumlah 5 Lifting yang dipenuhi melalui kapal spot charter maupun kapal milik LPG/C Pertamina Gas 1 & Pertamina Gas 2.
Hal itu lanjutnya, merupakan penugasan tambahan di luar sumber pendapatan utama, termasuk didalamnya untuk penyediaan Floating storage sebagai penampungan kargo time to buy Minyak mentah dan produk Minyak. Untuk menunjang hal tersebut, PIS mengoperasikan 11 unit kapal Crude Oil dan 3 unit kapal produk.
Sampai akhir tahun lalu, PIS berhasil mengangkut kargo produk sebanyak 64,57 juta BBLS. Sementara untuk angkutan crude mencapai 50,40 juta BBLS. Untuk angkutan kargo Lube Base Oil (LBO), sampai dengan akhir tahun lalu volume angkut yang dilakukan PIS mencapai 225,113 ribu MT.
“Seperti yang telah kami sampaikan kepada publik, bahwa PIS berhasil membukukan keuntungan sebesar 1,1 T adalah sebuah cerminan dari Profesionalitas dan Kerja Keras selama tahun 2020 dan Kegiatan Operational yang Excellent dalam setiap kegiatan operasional kami. Di tahun 2021 ini PIS tetap konsisten dalam mengedepankan pola kerja yang efektif dan efisien serta menjaga kehandalan baik sarfas maupun asetnya sebagai Integrated Marine Logistics Company,” ujarnya.
Perseroan terus berhasil menjaga keamanan dan juga kualitas mutu produk saat melakukan operasional bisnis. Terlihat dalam laporan Quality, Health, Safety and Environment (QHSE) pada tahun 2020, dengan total jam kerja sebanyak 858.525 jam kerja, perseroan berhasil menjaga angka fatality, loss time incident, restricted work case dan medical treatment case di angka 0 sejak periode Januari hingga Desember 2020. (AC)














