ItWorks- Setelah melalui beberapa perubahan tanggal rilis karena pandemi, dunia akhirnya akan menyaksikan film Black Widow yang telah lama ditunggu-tunggu. Dengan semua pembatasan yang diterapkan akibat pandemi COVID19, penyelenggara memutuskan mengambil langkah pemutaran perdana film akan berlangsung secara bersamaan di bioskop dan di layanan streaming pada 9 Juli ini.
Namun dengan pemutaran perdana online film, ternyata telah memicu perhatian tidak hanya bagi para penggemar film, tetapi juga di antara scammers dan penipu. Pelaku kejahatan siber mencoba memonetisasi minat audiens. Hal ini terungkap dari analisa ahli Kaspersky yang telah menganalisis file berbahaya yang disamarkan sebagai film Black Widow terbaru, serta situs web phishing terkait film yang dirancang untuk mencuri kredensial pengguna.
“Perilisan film besar selalu menjadi sumber hiburan tetapi juga merupakan daya tarik tersendiri bagi para pelaku kejahatan siber untuk menyebarkan ancaman, halaman phishing, dan email spam. Saat ini, kami telah mengamati aktivitas penipuan intensif terkait film populer Black Widow, yang perilisannya telah ditunggu-tunggu oleh banyak penggemar di seluruh dunia sejak lama. Dalam nuansa kegembiraan untuk menyambut film yang sudah dinanti, pengguna menjadi tidak memperhatikan sumber yang mereka gunakan, dan inilah yang dimanfaatkan oleh para scammers. Serangan ini dapat dicegah, dan pengguna harus waspada terhadap situs yang mereka kunjungi,” kata pakar keamanan Kaspersky, Anton V. Ivanov, dalam rilis pers (07/07/2021)..
Disebutkan, para ahli Kaspersky telah menyoroti lonjakan upaya infeksi di tengah tanggal peluncuran yang diumumkan. Misalnya pada 1 Mei 2020, serta 7 Mei dan 9 Juli 2021. Menjelang pemutaran perdana film “agen –super” tersebut, Kaspersky melihat jumlah upaya serangan yang cukup besar untuk menginfeksi pengguna: 12% sebelum tanggal rilis awal pada tahun 2020, 13% pada April 2021, dan 9% pada Juni 2021.
Selain itu, Kaspersky juga menemukan sejumlah situs web phishing yang dirancang untuk mencuri kredensial pengguna. Dengan harapan mendapatkan film Black Widow yang telah lama ditunggu-tunggu, pengguna mengunjungi situs web yang menampilkan beberapa menit pertama film tersebut sebelum diminta mendaftar untuk melanjutkan menonton. Saat pendaftaran, untuk mengonfirmasi lokasi tempat tinggal mereka, para korban diminta untuk memasukkan rincian kartu bank. Setelah beberapa saat, uang akan didebet dari kartu mereka, dan tentu saja, film tidak akan lanjut berputar. Jenis phishing ini tersebar luas dan dianggap sebagai salah satu yang paling populer di kalangan para scammers.
Guna menghindari menjadi korban program berbahaya dan penipuan, pengguna disarankan:
• Memeriksa keaslian situs web sebelum memasukkan data pribadi dan hanya gunakan laman web resmi dan tepercaya untuk menonton atau mengunduh film. Periksa ulang format URL dan ejaan nama perusahaan
• Memperhatikan ekstensi file yang Anda unduh. File video tidak akan pernah memiliki ekstensi .exe atau .msi
• Menggunakan solusi keamanan yang andal, yang bisa mengidentifikasi lampiran berbahaya dan memblokir situs phishing.
• Menghindari tautan yang menjanjikan tampilan awal konten. Dan jika ragu tentang keaslian konten, sebaikn ya hubungi vendor yangn menyediakan layanan hiburan ini. (AC)














