Legoas, perusahaan lelang otomotif online di Indonesia, menata ulang strategi bisnis dan memaksimalkan pemanfaatan teknologi -khususnya cloud– dalam menjalankan kegiatan usahanya.
“Saat ini, banyak masyarakat memilih kendaraan pribadi untuk bermobilitas secara terbatas. Kendaraan bekas pun dapat menjadi alternatif yang lebih terjangkau di tengah situasi yang menuntut pengetatan keuangan seperti sekarang. Oleh karena itu, kami terus berusaha untuk bertahan dan berkembang dengan berinovasi, menghadirkan layanan yang dapat membantu masyarakat Indonesia, melalui optimalisasi sistem lelang kendaraan secara online,” ujar Jacob Anthonius Margareta, CEO PT Digital Sarana Legoas, dalam siaran pers, 3/8/2021.
Untuk mengakomodasi kebutuhan pasar kendaraan bekas secara lebih mudah, cepat, dan aman, Legoas menggandeng Microsoft melalui penggunaan Microsoft Azure untuk mengelola keseluruhan sistem bisnis perusahaan. Mulai dari inspeksi kualitas kendaraan yang hendak dilelang, penetapan peringkat dan rekomendasi harga kendaraan, hingga penjadwalan waktu lelang, semua dilakukan secara online menggunakan fitur Microsoft Azure, seperti Azure App Service dan Azure SQL Database.
Hasilnya, Legoas dapat memonitor ribuan data transaksi lelang secara otomatis dalam lingkungan cloud yang aman, sehingga tim yang bertugas bisa berfokus pada optimisasi manajemen data untuk analisis dan pengembangan bisnis. Selama 2020, Legoas pun berhasil menjembatani pemilik kendaraan dengan pembeli di beberapa daerah Indonesia yang perputaran ekonominya cukup kuat untuk bertransaksi atas 1.075 unit mobil dan 23.465 unit motor, dengan nilai transaksi mencapai hingga Rp312 miliar. Nilai penjualan juga terus meningkat setiap bulannya, dengan tingkat keberhasilan lelang hingga 98%.
“Menurunkan biaya menjadi bagian utama strategi kami dan fleksibilitas Microsoft Azure sangat membantu kami dalam mengatur serta merelokasi biaya setiap bulannya. Dari sini, kami bisa bertahan dengan mendapatkan 1.190 calon pembeli baru sepanjang 2020. Tidak hanya itu, kami juga bisa membuat API secara mudah, sehingga kini platform kami dapat digunakan tidak hanya di desktop, tetapi juga mobile. Mengingat tingginya angka pengguna mobile phone di Indonesia, kemampuan ini sangat membantu kami untuk menjangkau lebih banyak pengguna,” ungkap Jacob.
Menurutnya, Legoas memiliki target untuk menjadi marketplace lelang nomor 1 di Indonesia, di mana nantinya, aset yang dilelang tidak hanya kendaraan, tetapi juga barang-barang lain. Untuk itu, dibutuhkan digitalisasi ekosistem di sekitar Legoas, seperti fintech dan asuransi.
“Adanya perkembangan teknologi, khususnya cloud, telah memungkinkan digitalisasi bagi berbagai jenis usaha, termasuk lelang. Kami percaya, dengan memaksimalkan cloud, kami bisa menjembatani penjual dan pembeli dalam transaksi yang transparan, terpercaya, serta aman,” tambahnya.
“Ke depannya, kami masih akan membutuhkan fleksibilitas, solusi yang dapat diandalkan, keamanan yang baik, layanan yang berkelanjutan, serta kemampuan teknologi untuk menyesuaikan perkembangan ide dan mimpi kami. Kami akan terus bekerja sama dengan Microsoft untuk mengeksplor berbagai solusi yang cocok bagi perusahaan startup seperti Legoas, tanpa mengeluarkan biaya besar di awal,“ tegas Jacob.
Vony Tjiu, Corporate Commercial Director Microsoft Indonesia mengatakan, “Kami bangga melihat perkembangan Legoas. Mereka telah menjadi sebuah inspirasi mengenai bagaimana resiliency dapat membantu pertumbuhan organisasi.”
Baca: Microsoft Cloud Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi Pasca Pandemi di Asia














