ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Kejar Ekspansi Pasar, RUN System Perluas Produk Solusi ERP

Ahmad Churi
5 December 2021 | 23:25
rubrik: Business Solution
Kejar Ekspansi Pasar, RUN System Perluas Produk Solusi ERP

CEO PT Global Sukses Solusi Tbk (GSS) -RUN System, Sony Rachmadi Purnomo. (M. Rendy)

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, ItWorks- Tak banyak startup software developer (pengembang piranti lunak) lokal yang bisa melesat dalam waktu relative singkat hingga bisa melenggang di lantai bursa. Dari yang sedikit itu, salah satunya ditorehkan oleh RUN System brand komersial software solusi proses bisnis – Enterprise Resource Planning (ERP) dari PT Global Sukses Solusi Tbk (GSS).

Mulai menancapkan bisnis sebagai software developer secara komersial pada tahun 2015, sepak terjang RUN System yang dirintis dari nol oleh Sony Rachmadi Purnomo, tergolong fenomenal. Sempat jatuh bangun, dalam kurun waktu lima tahun, produk ERP anak bangsa yang awalnya dirintis hanya dengan dua orang dan fokus di pasar industri manufaktur, kini makin terima pasar luas. Bahkan setelah sukses menancapkan pasar di industri manufaktur, RUN System kian berkibar dan September tahun 2021 lalu berhasil melantai di pasar bursa menjadi perusahaan public melalui Initial Public Offering (IPO) di bawah PT Global Sukses Solusi Tbk (GSS).

Setelah sukses IPO dan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada September 2021, RUN System langsung tancap gas untuk merangsek pasar baru. Tak hanya membidik solusi software ERP untuk kalangan industri manufaktur,namun juga mulai gencar mengembangkan produk solusi ERP untuk pasar yang lebih luas. Seperti perusahaan jasa logistik dan pengiriman, shipping company, pergudangan, e-commerce, tambang, insurane, dan lainnya.

Lompatan bisnis RUN System kian berputar kencang seiring meningkatkan transformasi digital selama hampir dua tahun terakhir, yakni sejak pandemi Covid-19. Wabah virus corona, tak dapat dipungkiri telah berdampak luas terhadap berbagai aspek kehidupan yang juga memicu meningkatnya perilaku digital di kalangan masyarakat. Adanya kebijakan social distancing (jaga jarak sosial), telah mengubah budaya kerja di berbagai institusi dan juga dunia usaha di hampir seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Banyak aktivitas pekerjaan mulai dari sales, purchasing, akuntansi, finance dan lainnya, juga banyak bergeser ke sistem jarak jauh atau teleworking. Sehingga dukungan aplikasi untuk kolaborasi dan koordinasi menjadi sangat penting.

Hampir di semua negara di kawasan Asia dan Pasifik, baik sektor swasta maupun publik mengalami migrasi sistem kerja yang meluas, dari kantor ke rumah (Work from home/WfH) untuk mengurangi potensi penyebaran virus. Untuk memastikan keselamatan pekerja, pemerintah juga membuat panduan bagi pelaksanaan kerja selama pandemi untuk melindungi pekerja, termasuk program dan kebijakan mengenai standar keselamatan dan kesehatan kerja yang muncul karena situasi pandemi.

Terjadi pengurangan jam kerja dan pembatasan tatap muka yang berdampak pada kinerja dan operasional perusahaan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, lebih dari 82 persen bisnis terkena dampak serius dari situasi pandemi ini yang menuntut pemimpin perusahaan bisa mengambil langkah cepat membangun sebuah sistem baru untuk mengkomodasi tuntutan pola kerja dan operasional pabrik di tengah pandemi. Mulai dari sistem mananjemen rantai pasok (supply chain management), siklus produksi, inventory dan lainnya yang membutuhkan sistem aplikasi teknologi dan software pendukungnya.

BACA JUGA:  Alibaba Perkenalkan Cloud ME, Solusi Real-time Communication

Dalam kondisi seperti ini, adopsi teknologi digital, seperti software ERP, jadi solusi pilihan yang banyak dibutuhkan para pelaku usaha maupun industri untuk menunjang operasional dan kelangsungan usaha. Tak pelak di tengah pandemi Covid-19, permintaan software bisnis untuk pengelolaan sumber daya (ERP) perusahaan maupun industri, mengalami peningkatan signifikan. Sehingga, pandemi menjadi “ Blesing in disguyise”, yang di sisi lain jadi berkah terselubung bagi para vendor dan pengembang software bisnis. Hal ini juga dialami RUN System, startup software developer lokal yang sejak pandemi mampu melipatkan bisnis dari solusi ERP .

“Percepatan transformasi digital yang terjadi sejak pandemi Covid-19, menjadi pengungkit baru yang mampu mendongkrak bisnis para penyedia solusi information and communication technology (ICT), termasuk solusi software seperti yang kami geluti ini. Jauh di luar prediksi, tahun ini bisnis RUN System melesat di atas 300% dari tahun sebelumnya. Terus terang kami sempat kewalahan, sehingga harus banyak merekrut banyak tenaga ahli untuk mengejar tingginya permintaan dari pelanggan. Kami pun menempuh IPO dan sebagian besar dana yang kami peroleh, difokuskan untuk ekspansi produk dan pasar yang lebih luas lagi. Tak hanya untuk industri manufaktur, namun juga kami perluas untuk solusi ERP beragam industri dan dunia usaha ,” ujar CEO PT Global Sukses Solusi Tbk (GSS), Sony Rachmadi Purnomo kepada ItWorks di Kantor RUN System Kawasan SCBD Jakarta, belum lama ini.

RUN System memiliki Tim yang andal. (M Rendy)

Sony mengaku optimistis permintaan solusi ERP bakal makin tinggi. Apalagi banyak pelaku usaha, termasuk small and medium business (SMB), saat ini juga sedang menyiapkan diri atau menyongsong era industri ke empat (Industri 4.0) yang sarat penggunaan teknologi digital dan software sebagai pendukungnya.

“Ke depan ERP sebagai sistem informasi akan banyak digunakan perusahaan untuk mengelola dan mengotomatiskan seluruh proses bisnis mereka. Mulai dari proses inventory, produksi, distribusi, penjualan, logistik, akuntansi, keuangan, sumber daya manusia, dan lainnya ke dalam satu sistem terpadu. Kian banyak pelaku usaha dan perusahaan menyadari bahwa adopsi dan penggunaan teknologi informasi merupakan bentuk investasi masa depan untuk daya saing dan mendorong efisiensi kinerja perusahaan. Sehingga prospek solusi ICT, termasuk software bisnis seperti solusi RUN System, juga bakal makin cerah,” kilahnya.

Tak berlebihan, karena beberapa proyek besar juga berhasil dijalin meski sedang pandemi. Beberapa waktu lalu, RUN System di antaranya berhasil menjalin kerja sama atau penandatangan nota kesepahaman (MoU) dengan PT Jababeka Tbk melalui anak usahanya, PT Jababeka Infrastruktur, di mana kedua belah pihak sepakat untuk mendorong implementasi transformasi digitalisasi secara terintegrasi di wilayah Kawasan Industri Jababeka. Kerjasama ini untuk memperkenalkan solusi ERP kepada tenant-tenant di Kawasan industri Jababeka, di mana saat ini sudah bergabung ribuan perusahaan nasional dan multinasional dari berbagai negara.

BACA JUGA:  Apa Sih Cloud Computing, Microsoft Azure dan Azure Stack, Itu?

“Dengan ERP akan memudahkan sistem integrasi dan monitoring proses bisnis maupun kegiatan industri. Mampu menyuguhkan laporan bisnis dalam satu dashboard dari setiap proses secara real time, sehingga koordinasi antar departemen juga bisa berjalan efektif dan cepat. Tentu manfaat seperti peningkatan produktivitas, efisiensi, dan transparansi akan dirasakan secara maksimal oleh perusahaan yang bersangkutan,” ujarnya.

Sebagai perusahaan penyedia solusi teknologi melalui software ERP, pihaknya bertekad untuk terus fokus dan mengawal proses digitalisasi business di perusahaan Indonesia dari skala medium hingga besar dalam rangka memasuki era industrui keempat (Industri 4.0). Bahkan Run System juga bertekad untuk menjadi sebuah provider ERP yang terpercaya di regional Asia Tenggara. “Tadinya banyak yang mengira bahwa RUN System adalah solusi ERP dari luar. Jadi kita tadinya dikira sebagai nasional distributor Indonesia. Padahal sejatinya RUN System dibuat dan di-develop oleh tenaga ahli anak bangsa,” ujarnya.

Portfolio Solusi Bisnis

Sempat jatuh bangun, sebelum melakukan komersialisasi di tahun 2015, pada tahun 2014 RUN System sempat bergabung pada program inkubasi PT Telkom. Setelah lolos dan mendapat dukungan untuk pasar dan pendanaan, bisnis RUN system benar-benar bisa berlari. Seiring dengan pertumbuhan bisnis dan solusi sebagai penyedia solusi ERP, saat ini RUN System telah memiliki lebih dari 50 pengguna/perusahaan dari beragam industri.

”Setelah kami komersialisasi atau go to market, kami juga mendapat kepercayaan menjadi salah satu mitra atau business partner dari PT Telkom untuk membantu mensolusikan transformasi digital. Khususnya layanan solusi ERP di corporate customer-nya PT Telkom, dari Aceh sampai Papua dan di 10 negara. Sejak itu, usaha kami bisa cepat berkembang hingga saat ini,” ungkap Sony.

Pada awalnya, tahun 2015 customer RUN System kebanyakan dari perusahaan-perusahaan swasta yang bebagian besar dari UMKM. Seiring dengan berjalannya waktu , mulai datang pelanggan dari skala enterprise atau perusahaan besar, termasuk di antaranya BUMN yang mempercayakan digitalisasi business process-nya dengan menggunakan solusi RUN System.
“Sejak tahun 2018 sampai sekarang banyak BUMN dan perusahaan besar yang mempercayakan digitalisasinya menggunakan RUN System,” ujarnya.

Adapun produk solusi yang ditawarkan RUN System dalam mendukung proses digitalisasi para customer-nya, di antaranya mulai basic modul dengan beberapa fungsi (business function). Mulai dari procurement process-nya, inventory, asset maintainance, prose produksi, sales, hubungan pelanggan Costumer relationship management (CRM), pengelolaan SDM (Human Capital), Financial dan Cost Management, dan lainnya. Bahkan perusahaan juga menyediakan layanan untuk solusi spesifik atau customize sesuai dengan karakteristik dan bidang usaha perusahaan pelanggan yang bersangkutan.

BACA JUGA:  Perusahaan Daur Ulang Pertama di Indonesia Resmi Jadi Kawasan Berikat

Secara umum, RUN System kini memiliki produk solusi lengkap. Mencakup Executive Management Suite, ESS (Employee Self Service), HCMS (Human Capital Management System), FICO (Finance & Cost Management), IMM (Inventory Material Management), PUR (Procurement Management), ITL (International Trade Logistic), PS (Project System), SD (Sales & Distribution Management), QS (Quality System), dan PP (Production Management). Selain itu, juga memiliki produk yang lain, yakni RUN Market yang bisa menghubungkan pihak-pihak yang menggunakan RUN System dalam satu ekosistem RUN Market, sehingga sesama pengguna RUN System dan stakeholder-nya, baik buyer maupun vendornya itu bisa melakukan cross sourcing dan cross selling sehingga tidak hanya digitalisasinya yang dibantu, tetapi juga sangat membantu mereka khususnya saat awal-awal pandemi hingga sekarang di mana yang awalnya tidak bisa terhubung, kemudian juga bisa melakukan transaksi bisnis.

Lantas apa yang menjadi nilai lebih dibanding ERP lainnya. Sony mengatakan, salah satu yang menjadi pembeda adalah RUN System memiliki produk solusi ERP lengkap untuk berbagai skala perusahaan. Dalam proses implementasi, untuk sebuah Project System hingga running atau go live, RUN System memiliki tenaga yang bisa diandalkan yang setiap saat siap membantu dan mendatangi perusahaan pelanggan untuk memberikan asistensi dan bantuan cepat jika mengalami kendala.

“Kita ini perusahaan lokal dan base di Indonesia, sehingga saya jamin bisa Quick Response (respons cepat) untuk go to market untuk menurunkan tenaga ahli atau teknisi untuk membantu pelanggan saat mengalami kendala. Kalau ERP luar negeri, biasanya perlu proses untuk bisa seperti itu. Selain itu, dari segi harga kami juga lebih kompetitif dibanding solusi ERP dari luar negeri,” katanya.

Ditandaskan, memasuki era revolusi industri keempat (Industri 4.0), dan juga dengan adanya beberapa program digialiasi pendukung, seperti Smart City di beberapa daerah, penerapan SPBE dan sejenisnya, prospek produk software makin cerah. Apalagi untuk dunia usaha, di mana kegiatan produksi dan manufaktur di era industri 4.0, juga sangat membutuhkan dukungan teknologi informasi dan software dan aplikasi pendukungnya. Era ini juga ditandai dengan adanya penggunaan mesin otomatis dan robotic yang digerakan smart software. Seperti Artificial Inteligence (AI), big data, IOT dan aplikasi pendukung lainnya. Sehingga prospef industri software developer dan teknologi informasi pendukung juga akan makin cepat berkembang. (AC)

Tags: RUN System
Previous Post

Kondisi Terkini Penyelesaian Gangguan Layanan Proses Identifikasi IMEI Melalui CEIR

Next Post

Platform GudangAda Gaet Unilever dan Sido Muncul

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melalui MAXStream TV, Telkomsel dan TVRI Perluas Akses Piala Dunia 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Ikut Kampanye Global 50-in-5, Perkuat Transformasi Digital Berbasis Masyarakat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Suguhkan Visual Imersif, Ini Jajaran Monitor Gaming Predator dan Nitro Terbaru Acer

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto