ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Satelit SATRIA-1 Direncanakan Beroperasi November 2023

Teguh Imam Suyudi
18 August 2021 | 17:00
rubrik: Telco
Stasiun Bumi Satelit Satria (Foto: Dokumentasi Kemkominfo)

Stasiun Bumi Satelit Satria (Foto: Dokumentasi Kemkominfo)

Share on FacebookShare on Twitter

Progres pembangunan satelit multifungsi SATRIA-1 beserta sistem pendukungnya direncanakan bisa selesai dan langsung dioperasikan pada tahun 2023.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate mengatakan, proyek Satelit Multifungsi Satelit Indonesia Raya (Satria-1) merupakan bentuk nyata upaya pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menyediakan konektivitas internet yang inklusif dan merata ke seluruh pelosok negeri. Khususnya di wilayah terluar, tertinggal dan terdepan (3T).

“Proyek Satelit Satria I akan mulai beroperasi pada 17 November 2023 secara komersial menghadirkan internet dengan kapasitas 150 Gigabit per second (GBPS) di 150.000 titik layanan publik,” ucap Johnny dalam Ground Breaking Ceremony Stasiun Bumi Proyek KBPU Satelit Multifungsi Satria-1, 18/8/2021.

Johnny mengatakan, proyek Satelit Satria 1 akan memiliki 11 stasiun bumi atau gateway yang tersebar di beberapa lokasi di seluruh Indonesia. Yakni di Cikarang, Bekasi yang mulai dilakukan ground breaking pembangunannya pada hari ini. Stasiun Bumi di Cikarang nantinya akan menjadi Primary Satellite Control Center (PSCC) dan Network Operations Center (NOC).

Selain itu, 10 stasiun bumi lainnya berada di Batam, Banjarmasin, Tarakan, Pontianak, Kupang, Ambon, Manado, Manokwari, Timika dan Jayapura. Adapun stasiun bumi di Banjarmasin akan menjadi Back-Up Satellite Control Center (BSCC).

Johnny menjelaskan, Satelit Satria I nantinya akan menyediakan kebutuhan akses internet untuk 150.000 titik layanan publik. Diantaranya, 93.900 titik sekolah dan pesantren untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran jarak jauh dan ujian berbasis komputer.

Lalu, 3.700 titik pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) atau fasilitas kesehatan dan rumah sakit. Serta layanan kesehatan lainnya untuk menyokong kebutuhan database kesehatan yang terintegrasi dan terpusat agar dapat memberikan pelayanan yang optimal.

Selanjutnya, 3.900 titik layanan keamanan masyarakat (Kamtibmas) di wilayah 3T untuk mendukung kebutuhan administrasi keamananan dan ketertiban masyarakat yang diandalkan. Kemudian, 47.900 titik kantor desa/kelurahan/kecamatan dan pemerintah daerah lainnya agar dapat mengoptimalkan pelayanan sistem pemerintahan berbasis elektronik atau SPBE secara efisien dan efektif. Serta 600 titik layanan publik lainnya.

BACA JUGA:  Industri Kehumasan Didorong Adopsi Teknologi AI untuk Tingkatkan Performa

Pemerintah Indonesia membangun satelit SATRIA-1 menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Konsorsium Pasifik Satelit Nusantara (PSN) menjadi pemenang tender satelit, terdiri dari PT Pintar Nusantara Sejahtera, PT Pasifik Satelit Nusantara, PT Dian Semesta Sentosa dan PT Nusantara Satelit Sejahtera.

Sementara, konstruksi satelit dikerjakan oleh pabrikan Prancis yaitu Thales Alenia Space.

Struktur pembiayaan SATRIA-1 terdiri dari porsi ekuitas (22 persen) senilai 114 juta dolar Amerika Serikat dan porsi pinjaman (78 persen) senilai 431 juta dolar AS. Porsi pinjaman tersebut berasal dari sindikasi BPI France dan dukungan antara lain dari HSBC Continental Europe, Banco Santander dan The Korea Development Bank.

Direktur Utama PT Satelit Nusantara Tiga (SNT), Adi Rahman Adiwoso mengatakan, proses penandatanganan perjanjian kerjasama proyek Satria 1 telah dilakukan pada 3 Mei 2019 dan financial close telah dilakukan pada 31 Maret 2021.

Saat ini pembuatan satelit sedang dalam proses pembuatan. Diharapkan semua sistem siap digunakan pada Maret 2023 dan selanjutnya pada kuartal-II 2023 Satelit Satria 1 akan diluncurkan di Space X Amerika Serikat.

“Saat ini masih pada jadwal dan pembiayaan yang disepakati bersama,” kata Direktur Umum Pasifik Satelit Nusantara, Adi Rahman Adiwoso, dalam keterangannya, 18/08/2021.

Sebelumnya, Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) mengucurkan pembiayaan sebesar US$ 150 juta untuk proyek Satelit Multifungsi Satelit Indonesia Raya (Satria-1). “AIIB berkomitmen untuk pembiayaan proyek tersebut sebesar US$ 150 juta,” ujar AIIB Principal Investment Officer, Asim Rana.

Bentuk skema kerjasama yang dijalin ialah Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) atau Public Private Partnership (PPP), antara pemerintah dengan PT Satelit Nusantara Tiga (PSNT) dengan dukungan AIIB.

Asim menyebut, infrastruktur menjadi salah satu upaya dalam pengentasan kemiskinan. Dimana melalui proyek satelit Satria-1 akan meningkat konektivitas masyarakat hingga wilayah pelosok Indonesia.

BACA JUGA:  Produk Gim Indonesia Gaet Potensi Transaksi Rp1,76 Triliun di Gamescom 2023 Jerman

Lebih lanjut dengan proyek tersebut diharapkan dapat mengkoneksikan sekitar 45 juta masyarakat Indonesia yang belum terjangkau akses internet. Ia mencontohkan dengan proyek tersebut diperkirakan akan ada 90.000 sekolah yang terbantu pembelajaran online-nya.

Proyek tersebut merupakan, kolaborasi perdana antara AIIB dengan PT. PSNT dan sudah dimulai sejak sebelum pandemi. “Diharapkan ke depannya kerjasama seperti ini bisa membuat memberikan efek yang positif terutama kepada konektivitas masyarakat Indonesia,” imbuhnya.

Sebagai informasi, entitas pelaksana proyek KPBU Satria 1 antara lain, Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK), PT Satelit Nusantara Tiga (SNT) sebagai Badan Usaha Pelaksana (BUP), Penjamin Infrastruktur yakni PT Penjamin Infrastruktur Indonesia (PII) dan Konsultan Pengawas Independen adalah PT Surveyor Indonesia.

Kontraktor Utama Proyek Satria 1 antara lain komponen satelit oleh ThalesAlenia Space Prancis, roket peluncur oleh Space X Amerika Serikat, IP Hub oleh Hughes Amerika Serikat, Sistem Monitoring oleh Kratos Defense Amerika Serikat. Serta Stasiun Bumi atau gateway oleh NWIEE Tiongkok.

Pembangunan satelit dan stasiun di bumi dilakukan secara bersamaan agar ketika SATRIA-1 sudah mengorbit, bisa dimanfaatkan sesuai jadwal untuk mengadakan akses internet di 150.000 titik layanan publik di Indonesia.

Stasiun bumi dijadwalkan selesai dan dapat digunakan per Maret 2023 agar satelit bisa digunakan mulai November 2023.

Tags: KemkominfoPSN
Previous Post

Surge Segera Rampungkan Penggelaran Awal Fiber Optik Jakarta – Bandung

Next Post

Rayakan Hari Kemerdekaan, Tri Indonesia Tebar Promo Menarik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Laporan Mengungkap Meningkatnya Kecanggihan Ancaman Dunia Maya

    BRIN Dan UNSRI Perkuat Riset Keamanan Siber dan Blockchain

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tencent Cloud Perluas Rangkaian Solusi Agen AI Internasionalnya ke Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal IPOT, Aplikasi Super untuk Investasi dari Indo Premier

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi AI Bikin Hasil Cucian Sempurna, AQUA Elektronik Hadirkan Mesin Cuci Pintar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

CEO Rimini Street, Seth Ravin: Fahami Ekonomi AI Sebelum Gelontorkan Investasi IT

CEO Rimini Street, Seth Ravin: Fahami Ekonomi AI Sebelum Gelontorkan Investasi IT

Ahmad Churi
17 July 2026 | 14:17

Artificial Intelligence (AI) telah menjadi prioritas transformasi digital di berbagai organisasi. Namun, di tengah antusiasme tersebut, banyak perusahaan masih berfokus...

CEO Rimini Street, Seth Ravin, Paparkan Prospek Agentic AI ERP

CEO Rimini Street, Seth Ravin, Paparkan Prospek Agentic AI ERP

Ahmad Churi
14 July 2026 | 23:20

ItWorks.id- Teknologi Agentic AI ERP diproyeksikan menjadi generasi baru sistem Enterprise Resource Planning (ERP) yang akan mendorong percepatan transformasi digital...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto