ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

CEO Rimini Street, Seth Ravin: Fahami Ekonomi AI Sebelum Gelontorkan Investasi IT

Ahmad Churi
17 July 2026 | 14:17
rubrik: Expert
CEO Rimini Street, Seth Ravin: Fahami Ekonomi AI Sebelum Gelontorkan Investasi IT

CEO Rimini Street, Seth Ravin.

Share on FacebookShare on Twitter

Artificial Intelligence (AI) telah menjadi prioritas transformasi digital di berbagai organisasi. Namun, di tengah antusiasme tersebut, banyak perusahaan masih berfokus pada kemampuan teknologi tanpa memahami implikasi ekonominya. Padahal, keberhasilan implementasi AI tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan model yang digunakan, tetapi juga oleh kemampuan organisasi mengelola biaya, proses bisnis, dan investasi secara disiplin.

Hal itu diungkapkan CEO Rimini Street, Seth Ravin, dalam sesi temu dengan awak media , di Jakarta, baru-baru ini. Ia menilai masih banyak pengambil keputusan di luar fungsi TI yang menganggap AI sebagai solusi yang dapat digunakan tanpa konsekuensi biaya yang signifikan. Padahal, berbeda dengan perangkat lunak tradisional, penggunaan Large Language Models (LLM) maupun layanan AI generatif menimbulkan biaya setiap kali sistem memproses permintaan atau menghasilkan respons. “Setiap kali AI ‘berpikir’, organisasi sebenarnya mengeluarkan biaya. Karena itu, AI bukanlah teknologi gratis yang bisa diterapkan tanpa perhitungan ekonomi,” ujar Seth.

Menurutnya, pemahaman mengenai economics of AI menjadi semakin penting karena organisasi mulai mengintegrasikan AI ke dalam berbagai proses bisnis. Tanpa tata kelola yang baik, penggunaan AI justru berpotensi meningkatkan biaya operasional dibandingkan menghasilkan efisiensi.

AI Harus Memberikan Nilai Bisnis

Rimini Street menyoroti berkembangnya persepsi AI akan menggantikan sistem enterprise tradisional seperti enterprise resource planning (ERP) konvensional.Dalam hal ini, Rimini Street menekankan bahwa setiap investasi teknologi, termasuk AI, harus memiliki tujuan bisnis yang jelas. Organisasi perlu memastikan bahwa implementasi AI mampu memenuhi setidaknya satu dari tiga sasaran utama, yaitu menurunkan total biaya operasional, meningkatkan profitabilitas, atau memperkuat daya saing perusahaan.

Pendekatan ini membantu perusahaan menghindari implementasi AI yang hanya mengikuti tren teknologi tanpa memberikan manfaat yang terukur. “Teknologi seharusnya menjadi alat untuk menyelesaikan persoalan bisnis, bukan sekadar proyek inovasi,” kata Seth.

BACA JUGA:  Data Sintetis Bukan Solusi Ampuh untuk Privasi, Tetapi Semakin Praktis untuk Mendukung AI Enterprise

Perbaiki Proses Aebelum Adopsi AI

Seth menilai,  salah satu kesalahan yang paling sering ditemui adalah menerapkan AI pada proses bisnis yang belum efisien. Menurut Rimini Street, AI tidak dapat memperbaiki proses yang sejak awal dirancang dengan buruk. Sebaliknya, AI justru berpotensi mempercepat proses yang tidak efisien apabila organisasi tidak melakukan pembenahan terlebih dahulu.

Karena itu, Rimini Street merekomendasikan pendekatan bertahap dalam transformasi digital.

Tahap pertama adalah menyederhanakan dan mengoptimalkan proses bisnis yang ada. Setelah proses berjalan lebih efisien, perusahaan dapat mengotomatisasi pekerjaan yang bersifat rutin menggunakan Robotic Process Automation (RPA) atau teknologi otomasi lainnya.

Baru setelah kedua fondasi tersebut terbentuk, organisasi dapat mengidentifikasi area yang benar-benar membutuhkan AI untuk mendukung pengambilan keputusan, analitik, maupun layanan yang membutuhkan kemampuan penalaran.

Pendekatan ini memungkinkan perusahaan memperoleh manfaat AI yang lebih besar dengan risiko implementasi dan biaya operasional yang lebih terkendali.

Memilih antara Otomasi dan AI

Rimini Street juga mengingatkan bahwa tidak semua pekerjaan memerlukan AI.

Untuk aktivitas yang bersifat repetitif dan mengikuti aturan yang jelas, otomasi konvensional masih menjadi pilihan yang lebih ekonomis. Berbeda dengan AI yang menimbulkan biaya setiap kali melakukan inferensi atau pemrosesan, solusi otomasi umumnya hanya membutuhkan investasi implementasi di awal dan biaya pemeliharaan yang relatif lebih rendah.

Dengan membedakan penggunaan otomasi dan AI sesuai karakteristik pekerjaan, organisasi dapat mengoptimalkan investasi teknologi sekaligus menghindari pemborosan anggaran.

Strategi AI Harus Disesuaikan dengan Kondisi Lokal

Selain faktor teknologi, Rimini Street menilai kondisi ekonomi dan ketersediaan tenaga kerja juga perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan strategi AI.

Di negara dengan populasi usia produktif yang terus menurun, seperti Jepang, penggunaan AI dapat menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan tenaga kerja. Namun, di negara seperti Indonesia yang masih memiliki jumlah tenaga kerja produktif yang besar, organisasi perlu mempertimbangkan apakah suatu pekerjaan lebih efektif diselesaikan melalui AI, otomasi, atau tetap menggunakan sumber daya manusia.

BACA JUGA:  Dari Token Beralih ke Kepercayaan: Memelihara, Mengelola, dan Mengamankan AI ke Tahap Produksi

Menurut Seth, biaya penggunaan AI relatif sama di berbagai negara, sementara biaya tenaga kerja berbeda-beda. Oleh karena itu, keputusan investasi tidak dapat menggunakan pendekatan yang sama untuk semua pasar.

Disiplin Menjadi Kunci Keberhasilan AI

Pada akhirnya, Rimini Street menilai keberhasilan implementasi AI bukan ditentukan oleh seberapa cepat perusahaan mengadopsi teknologi terbaru, melainkan oleh kedisiplinan organisasi dalam mengevaluasi manfaat bisnis dari setiap investasi.

Melalui kombinasi optimalisasi proses bisnis, otomasi, dan penggunaan AI secara selektif, perusahaan dapat membangun transformasi digital yang lebih efisien, berkelanjutan, dan memberikan hasil yang terukur.

Bagi Rimini Street, AI merupakan alat yang sangat kuat untuk mendorong inovasi. Namun, nilai terbesarnya hanya akan tercipta apabila diterapkan pada proses yang telah dioptimalkan, didukung tata kelola yang baik, serta diarahkan untuk menyelesaikan persoalan bisnis yang benar-benar membutuhkan kemampuan AI.

Tags: CEO Rimini Street
Previous Post

Infinix Luncurkan TV X5Q 43″ dan Jajaran Perangkat AIOT Terbaru

Next Post

Akamai Terpilih sebagai Partner Keamanan Strategis WWT ARMOR Framework

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peneliti: “GoTo Sudah Penuhi Kualifikasi Perlindungan Data Pribadi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Catat, Telkom akan Bagikan Dividen Rp16,64 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Telah Hadir Laptop OLED Layar Ganda yang Mengutamakan Inovasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Presiden Prabowo Resmikan Proyek Baterai Terbesar di Asia Tenggara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Fauzi
31 July 2026 | 16:00

Oleh: Sergio Gago, Chief Technology Officer (CTO), Cloudera Di tengah lanskap teknologi yang semakin terkonsolidasi saat ini, segelintir penyedia teknologi...

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Saatnya Berhenti Terjebak di Masa Lalu dan Mulai Membangun Masa Depan IT

Fauzi
24 July 2026 | 10:51

Oleh: Ashesh Badani, Senior Vice President and Chief Product Officer, Red Hat Kita berada di tengah perubahan mendasar yang membentuk...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto