ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Ini Strategi Dentsu Indonesia Hadapi Tren Digitalisasi

Ahmad Churi
8 September 2021 | 23:28
rubrik: Business Solution, Digital
Ini Strategi Dentsu Indonesia Hadapi Tren Digitalisasi
Share on FacebookShare on Twitter

ItWorks.id- Lompatan baru transformasi digital di kalangan masyarakat yang dipicu pandemi covid-19, turut memberikan tantangan baru bagi dunia periklanan di Tanah Air. Menyikapi hal ini, Dentsu International Indonesia, menghadirkan terobosan baru dengan meluncurkan Merkle sebagai solusi manajemen periklanan berbasis data untuk mendukung strategi pemasaran yang berorientasi people-based dan customer experience (CX) melalui platform digital.


Sisi lain dari Pandemi Covid-19, telah menjadi momentum baru bagi akselerasi transformasi digital di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Sejak mewabahnya virus corona, perilaku digital menjadi tren baru yang kian berkembang di tengah masyarakat. Selama 1,5 tahun sejak pandemi, perilaku di masyarakat, mulai dari cara bekerja, belajar, bertransaksi, dan bersosialisasi, yang semula dilakukan kontak fisik secara langsung atau offline, telah banyak bergeser ke sistem daring (online).

Terlebih sejak adanya kebijakan membatasi mobilitas masyarakat, mulai dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau social distancing hingga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang masih berlangsung hingga saat ini sebagai upaya menghindari penularan virus. Hal ini telah membuat sebagian besar aktivitas masyarakat beralih ke sistem daring (online). Seperti berbelanja melalui situs e-commerce (online shopping), transaksi perbankan dengan m-banking, bekerja (teleworking), layanan konsultasi kesehatan (telemedicine), pembayaran secara online dengan uang digital, layanan pemerintah, dan berbagai aktivitas lainnya yang kian bergantung dengan internet.

Megatren digitaliasi ini tak ayal membuat internet user (pengguna internet) juga meningkat pesat dalam kurun waktu singkat. Berdasarkan Google Analytics, di awal 2021 terjadi peningkatan pengguna internet hingga tiga kali lipat dibandingkan enam bulan sebelumnya. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga melansir bahwa Indonesia kini masuk peringkat keempat pemakai internet terbesar di dunia dengan pengguna internet mencapai 196,7 juta orang yang di antaranya banyak dilakukan melalui perangkat mobile seperti smart phone. Penggunaan aplikasi online juga melesat mencapai 442%, terutama untuk keperluan belajar, bekerja, belanja, hingga konsultasi kesehatan.

Tren digitalisasi ini tak pelak juga menuntut para pelaku usaha bisa lebih agile (lincah), dalam menyikapi adanya ledakan baru peningkatan perilaku digital masyarakat yang terjadi di tengah pandemi ini. Tak terkecuali bagi para pelaku usaha periklanan untuk bisa memberikan solusi yang tepat bagi para klien. Apalagi di era disrupsi yang kian melaju kencang yang menuntut perusahaan sigap dalam berinovasi dengan memfokuskan pada pengalaman pelanggan.

“Tren digitalisasi menjadi keniscayaan yang menuntut perusahaan periklanan bisa cepat merespons terubahan ini. Apalagi jika berbicara mengenai disrupsi, terutama dari sisi digital, sangat penting bagi perusahaan untuk bisa menyikapi tantangan yang sedang terjadi saat ini. Jadi tidak bisa dipungkiri dengan adanya fenomena ini, business model pun sudah berubah, yang tadinya konvensional, sekarang semuanya sudah mengarah ke digital. Karena itu sebagai agensi iklan ternama di Indonesia, Dentsu International Indonesia, juga tak tinggal diam. Mencermati tren yang sedang berkembang, terkait perilaku konsumen, tren media sosial, dan sejenisnya yang kian kenatal dengan digital, ini menjadi momen yang tepat untuk menghadirkan inovasi dengan memfokuskan pada Customer Experience (CX). Karena itu, Dentsu Indonesia memperkenalkan Merkle sebagai solusi baru periklanan di era digital yang akan memberikan lanskap baru bagi dunia pemasaran di Indonesia,” ungkap Maya Watono, Country CEO dentsu Indonesia, pada acara Virtual Press Conference perlucurkan Merkle Indonesia, bertajuk “Dream, Do, Deliver”, di Jakarta, belum lama ini.

Maya Watono, Country CEO dentsu Indonesia: fokus ke customer.


Terobosan inovasi merkle lanjutnya, dirancang untuk membantu brand menciptakan solusi pemasaran terpadu dan personal untuk mengurangi kebisingan di pasar media dan memenuhi kebutuhan pelanggan yang berubah dengan cepat di era digital ini.

BACA JUGA:  Red Hat Ditunjuk Jadi Penyedia Teknologi Strategis Bank OCBC NISP

Solusi ini akan membantu banyak perusahaan di Indonesia di berbagai industri untuk bisa lebih memfokuskan CX untuk meningkatkan brand position di pasar, sekaligus untuk membuktikan diri bahwa mereka mampu menghadapi tuntutan customer experience di era digital ini.

Merkle merupakan perusahaan Customer Experience Management (CXM) berbasis data terkemuka yang mendorong strategi pemasaran people-based dan membantu merek dalam menciptakan keunggulan kompetitif lewat hyper-personalized experience di seluruh platform dan perangkat.

Dengan menambahkan Merkle ke dalam jaringan, dentsu Indonesia telah mengambil satu langkah maju menuju masa depan manajemen pengalaman pelanggan. Hal ini karena manajemen data untuk bisnis sekarang menjadi sangat penting karena konsumen menuntut pengalaman yang terhubung.

Solusi aplikasi ini bisa meingkatkan branding (merek) dalam menciptakan keunggulan kompetitif lewat hyper-personalized experience di seluruh platform dan perangkat. Solusi Merkle akan bergerak bersama tim ahli, seperti data scientist, engineer, developer dan konsultan. Merkle dengan solusi inovatifnya akan berupaya menciptakan keunggulan kompetitif melalui pengalaman pelanggan bersifat people-based yang sangat personal, berdasarkan data, didukung oleh teknologi dan disampaikan melalui kreatifitas.

“Dengan menambahkan Merkle ke dalam jaringan kami, dentsu Indonesia telah mengambil satu langkah maju menuju masa depan manajemen pengalaman pelanggan. Manajemen data untuk bisnis sekarang menjadi sangat penting, karena konsumen menuntut pengalaman yang makin terhubung erat. Merkle berupaya memberikan sentuhan baru dalam customer journey di Indonesia, serta memperkuat customer experience melalui konsultasi CX, transformasi digital, dan transformasi data,” ujarnya.


Dengan kehadiran Merkle, dentsu Indonesia meluncurkan layanan servis CXM ke penawaran bisnisnya bersama dengan Creative dan Media, untuk menciptakan solusi terintegrasi kelas dunia ke dalam tiga lini layanan dengan berbagai merek agensi. Dentsu Indonesia dengan dukungan global, telah menggabungkan kemampuan kreatif dan strategis untuk membantu brand di banyak industri agar dapat menyatu dengan masyarakat dengan mengidentifikasi nilai dan motivasi utama melalui penggunaan data analytic. Mulai dari penggalian data konsumen, layanan perencanaan komunikasi dan media, pembuatan konten, teknologi, data dan wawasan perilaku konsumen.

BACA JUGA:  TOP Digital Awards 2023: Ini Strategi Digital Transformation BIG


Upaya memperkuat lini digital ini juga menjadi bagian dari strategi Dentsu Indonesia memperkuat reputasinya di pasar iklan Indonesia sekaligus agar target pertumbuhannya dapat terpenuhi. Sejumlah langkah strategis juga ditempuh Dentsu untuk mewujukan hal tersebut. Seperti peningkatan SDM, termasuk tim kreatif yang menjadi salah satu ujung tombak bagi usaha periklanan ini.

Ada beberapa alasan perlunya strategi pemasaran berbasis people. Menurut laporan konsumen Indonesia oleh Dentsu Insights, konsumsi online meningkat 70% dalam waktu 60 hari setelah pandemi melanda Indonesia. Sebanyak 85% konsumen juga melaporkan perubahan dalam kehidupan sehari-hari yang datang dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (kini PPKM). Selain itu, lonjakan eksponensial ekonomi digital di Indonesia mendorong urgensi untukmelindungi privasi data secara legal. Sementara pemerintah sedang menyelesaikan RUU Perlindungan Data Pribadi (PDP).

Hal ini juga selaras dengan hasil riset VMware Digital Frontiers 3.0 Study yang dilansir awal September 2021 dengan mengambil latar belakang kejadian pandemi global saat ini. Hasil riset yang spesifik mengangkat tentang tren belanja online ini, di antaranya mengungkapkan, bahwa kepercayaan konsumen kepada sektor ritel terkait dengan data personal konsumen telah berperan dalam membentuk sebuah loyalitas bagi ritel yang mampu menghadirkan pengalaman berbelanja yang tepersonalisasikan berdasarkan data . Seperti inovasi teknologi kecerdasan artifisial (AI) maupun realitas virtual (VR) yang mampu menghadirkan pelangalaman pelanggan yang lebih baik.

Disebutkan, lebih dari separuh (52 %) responden memilih berbelanja ke peritel yang sudah memahami preferensi pribadi masing-masing konsumen untuk item yang mereka hendak beli. Contohnya ukuran baju, pilihan warna, atau bahkan hingga anggaran yang sesuai dengan kondisi mereka. Sebanyak 59% responden juga menyampaikan antusiasme mereka bisa menjalin interaksi dengan bisnis-bisnis ritel secara digital. Terdapat 56% responden yang siap beralih ke kompetitor apabila peritel tidak mampu menghadirkan digital experience yang sesuai dengan harapan konsumen.

Potensi Pasar Indonesia

Sementara itu, President Merkle Asia Pasifik, Zhengda “Z” Shen, dalam rilis persnya menyatakan , dengan solusi digital inovatif yang dimiliki, pasar Indonesia berhasil menarik perhatian mata dunia. Kawasan Asia Tenggara sendiri selama ini merupakan salah satu kontributor besar bagi pasar iklan, termasuk dari Indonesia, bahkan menduduki posisi runner up. Pasalnya, kawasan ini merupakan emerging market yang terus bertumbuh meski ekonomi dunia mengalami perlambatan akibat pandemi Covid-19.

“Kami sangat bersemangat untuk hadir ke tengah pasar dan membawa kemampuan, pengalaman, dan penelitian kelas dunia kami ke negara ini. Kami sangat menantikan masa depan ekonomi digital di Indonesia dan peran kami dalam mendukung pertumbuhan itu,” ujarnya.

BACA JUGA:  Satu Sehat jadi Platform Utama Pemberian Layanan Kesehatan di Indonesia


Sejak bulan April 2020, Merkle telah menjadi bagian dari dentsu. Merkle merupakan perusahaan Customer Experience Management (CXM) berbasis data terkemuka yang memiliki spesialisasi dalam memberikan customer experience secara personal secara unik di seluruh platform dan perangkat. Selama lebih dari 30 tahun, 1.000 perusahaan Fortune dan organisasi nirlaba telah mempercayakan dan bekerjasama dengan Merkle untuk memaksimalkan nilai portofolio pelanggan mereka. Kemampuan agensi dalam data, teknologi, dan analitik menjadi pondasi yang tak tertandingi dalam memahami consumer insights yang mampu mendorong strategi pemasaran hyper-personal. Dengan kemampuan ini, merkle mampu menggabungkan kekuatan dalam performance media, customer experience, customer relationship management, loyalitas, dan teknologi pemasaran perusahaan yang mampu mendorong peningkatan hasil pemasaran dan keunggulan kompetitif.


Lanskap Pemasaran Indonesia


Inovasi Dentsu Indonesia juga sebagai strategi untuk meningkatkan daya saing di era digital yang kian kompetitif dalam bidang marketing dan pemasaran yang kian banyak mengandalkan media digital. Tujuanny tak lain untuk memberikan customer exsperience yang lebih banyak daripada menggunakan metode konvensional. Dentsu Indonesia memperkenalkan Merkle bersamaan dengan tiga faktor utama yang mengubah lanskap pemasaran Indonesia:

Pertama, adanya perubahan perilaku konsumen Indonesia di tengah pandemi Covid -19. Pandemi COVID-19 telah menjadi katalisator transformasi digital secara global, dan ini juga berlaku di Indonesia. Menurut laporan konsumen Indonesia oleh dentsu Insights, konsumsi online meningkat 70% dalam waktu 60 hari setelah pandemi melanda Indonesia. 85% konsumen juga melaporkan perubahan dalam kehidupan sehari-hari yang datang dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (kini dikenal dengan nama PPKM).

Kedua, Pemasaran yang Bertanggung Jawab untuk Privasi Data Konsumen.
Adanya lonjakan eksponensial ekonomi digital di Indonesia mendorong urgensi untuk melindungi privasi data secara legal. Sementara pemerintah sedang menyelesaikan RUU Perlindungan Data Pribadi (PDP), merek perlu merintis dan sadar mengatur upaya pemasaran mereka dengan pola pikir yang mengutamakan konsumen. Kekhawatiran ini juga selaras dengan cara pemasar menangani efek penghentian cookie pihak ketiga.

Ketiga, Pentingnya Keanekaragaman, Kesetaraan, dan Inklusi (DEI). Hal ini terus menjadi area fokus utama bagi sebagian besar merek multinasional untuk merangkul perjalanan pelanggan yang tidak bias dan anti-rasis. Hal ini karena Dentsu Indonesia memiliki tim lokal yang sangat terbiasa dengan kebutuhan tersebut.


Dengan menambahkan Merkle ke dalam jaringan perusahaan alam solusi periklanan interaaktif ini, dentsu Indonesia telah mengambil satu langkah maju menuju masa depan manajemen pengalaman pelanggan berdasarkan data dan kebutuhan yang mereka inginkan. Apalagi manajemen dan data analaytic untuk bisnis, saat sekarang menjadi sangat penting karena konsumen menuntut pengalaman lebih terhubung. (Ahmad Churi)

Tags: Dentsu Indonesia
Previous Post

Indosat Ooredoo Business Rilis Layanan iSOC Security dan Hybrid Cloud

Next Post

ASUS Rilis ExpertBook B1400, Harga Mulai Rp9,7 Jutaan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Autonomous Business Jadi Masa Depan Dunia Usaha, AI Ubah Perusahaan Lebih Mandiri dan Proaktif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Sejumlah Manfaat Hot Backup Satellite SATRIA-1

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Maxim Luncurkan Fitur e-Payment ‘Maxim Wallet KasPro’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto