PT Pertamina (Persero) memastikan proses bisnis subholding terpantau melalui Pertamina Integrated Command Center (PICC) yang merupakan inovasi digitalisasi BUMN tersebut.
PICC merupakan pusat big data Pertamina yang memiliki 4 fungsi yakni sebagai integrator dan koordinator, single source of truth, analisa data menjadi informasi, dan otoritas untuk menindaklanjuti keadaan anomali yang ditemukan sekaligus memberikan rekomendasi bagi manajemen tinggi di Pertamina Group.
Terkait dengan kehadiran PICC, Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan saat ini dunia bisnis dituntut untuk terus berinovasi, termasuk Pertamina. Salah satu inovasi yang harus dilakukan adalah digitalisasi serta riset dan pengembangan (R&D) yang menjadi kunci kesuksesan perusahaan kelas dunia.
“Banyak sekali perusahaan dunia yang tadinya bergantung pada sumber daya alam tergeser ke teknologi. Sekarang perusahaan energi global di Top 10 tinggal Aramco, selebihnya sudah diduduki oleh perusahaan teknologi dan investasi,” ujar Erick Thohir dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu, 11/09/2021.
Ini artinya, lanjut dia, meski Pertamina merupakan perusahaan energi, tapi bidang riset dan pengembangan untuk digitalisasi menjadi sangat penting agar bisnis terus berkembang.
Hal senada disampaikan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. Menurutnya, kehadiran PICC menjadi salah satu inovasi untuk menjadi global energy champion.
“Dengan adanya fasilitas ini, Pertamina bisa menerapkan satu strategi secara menyeluruh demi memberikan efisiensi sekaligus mengurangi kemungkinan adanya penyalahgunaan wewenang, sehingga akuntabilitas Pertamina Group tetap terjaga,” klaim Nicke.
Baca: Presiden Joko Widodo meresmikan Rumah Sakit (RS) Modular Pertamina














