ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Kominfo Fasilitasi 1.160 Pengembangan Startup Digital

Ahmad Churi
27 September 2021 | 15:15
rubrik: Event
Kominfo Fasilitasi 1.160 Pengembangan Startup Digital
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, ItWorks- Pemerintah terus berupaya mendorong kreatifitas calon pebisnis pemula (start up) berbasis digital untuk mendukung akselerasi ekonomi di Tanah Air. Melalui Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membuka peluang kepada calon founder tetap produktif di masa pandemi Covid-19.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan menyatakan sudah 85 ribu calon founder yang dilatih untuk mengembangkan ide dan kreatifitas membentuk perusahaan rintisan atau startup digital . “Dan sekarang sudah ada 1.160 startup yang dibina lewat Gerakan Nasional 1000 Startup. Ini program awalnya kita dan di masa pandemi pun menjalankan ini sesuai dengan kondisi,” ujarnya dalam Konferensi Pers – Ignition Gerakan Nasional 1000 Startup Digital secara virtual, dari Badung, Bali, (25/09), dilansir dalam rilis, akhir pekan lalu.


Menurut Dirjen Aptika Kementerian Kominfo, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital dilaksanakan secara hibrida, di mana semua peserta hadir secara online sementara narasumber pemakalah atau pemateri hadir secara offline dengan protokol kesehatan ketat. “Ada hybrid yang kita kira supaya ada feel-nya juga, jadi ini yang kita ingin kembangkan dan diharapkan nanti dengan pelatihan-pelatihan ini akan muncul startup-startup baru,” jelasnya.

Dirjen Semuel menyatakan Indonesia memiliki peluang besar dalam mengembangkan sektor digital. Oleh karena itu, pemerintah secara konsisten mewujudkan akselerasi transformasi digital. “Indonesia juga dikenal sebagai negara keempat di dunia yang memiliki startup terbanyak. Kita punya keunggulan dalam pengembangan startup, ekosistemnya sudah mulai terbentuk dari yang talent-nya, dari yang venture capital-nya juga sudah tumbuh. Jadi semua fasilitas-fasilitas seperti Data Center dan Cloud Service sudah banyak di Indonesia, ini berkembang terus,” jelasnya.


Selain Dirjen Aptika Kementerian Kominfo, Konferensi Pers – Ignition Gerakan Nasional 1000 Startup Digital juga menghadirkan Founder & COO, Xendit, Tessa Wijaya dan Chief Investment Officer, BRI Ventures, William Gozali.

BACA JUGA:  Berkat Dukungan IT yang Handal, Produk Digital BNI Kian Diminati

Dukungan Mitra

Founder & COO Xendit Tessa Wijaya menyatakan pihaknya mendukung penuh Gerakan Nasional 1000 Startup Digital yang dilaksanakan Kementerian Kominfo. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan perusahaan startup Xendit.


“Kami sangat bangga apalagi dari perusahaan kami telah menjadi unicorn terakhir di Indonesia dengan adanya pendanaan sebanyak USD150 Juta, yang didapatkan pada bulan ini juga. Jadi saya merasa bahwa Gerakan 1000 Startup ini sangat penting sekali untuk mendukung berbagai macam startup agar dapat berkembang di Indonesia,” ujarnya.


Menurut Tessa Wijaya, potensi pada pasar digital Indonesia sangat besar, terlebih lagi Indonesia memiliki populasi keempat terbesar di dunia. “Kita juga mempunyai berbagai macam fondasi yang tetap untuk go digital. Contohnya, yang sudah ada di negara ini dan memang semua orang sudah dapat belajar untuk go digital,” jelasnya.


Potensi tersebut menurut COO Xendiut perlu dikembangkan melalui dukungan berbagai pihak yang berkolaborasi dengan pemerintah, “Bahkan dengan dukungan pemerintah tentunya pasti akan ada banyak sekali startup yang menjadi unicorn-unicorn juga kedepannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Chief Investment Officer BRI Ventures William Gozali menyatakan, pihaknya sangat optimistis melihat potensi ekonomi digital di Indonesia. “Kalau dilihat (ekonomi digital) itu semakin bertumbuh dengan baik, jadi perusahaan-perusahaan unicorn semakin banyak,” ujarnya.


Mengutip statistik sejak tahun 2019, William Gozali menunjukkan adanya pendanaan yang konsisten masuk ke Indonesia untuk startup rata-rata di atas USD3 Miliar. Bahkan di tengah pandemi pada tahun 2020, pendanaan tetap mengalir ke startup asal Indonesia.


“Bahkan di tahun 2021 dari data yang saya lihat sepanjang semester satu saja sudah ada 87 startup yang mendapatkan pendanaan. Jadi kalau sekarang mungkin sudah lebih dari 100 startup Indonesia, dan rata-rata secara kumulatif itu sudah lebih dari USD1 Miliar,” jelasnya.

BACA JUGA:  Gelar FGD, APJATEL Dorong Sinergi Nasional untuk Kedaulatan Digital

Melihat perkembangan tersebut, Chief William menilai setiap tahunnya trend ekonomi digital meningkat. Termasuk data riset yang dikutip dari Google dan Temasek sepanjang tahun 2020 saat wabah pandemi, ekonomi digital di Indonesia tetap bertumbuh. “Nilainya sekitar USD44 Miliar dan masih bertumbuh double digit. Jadi di Asia Tenggara yang bertumbuh double digital yaitu Indonesia dan Vietnam,” paparnya.


Pesatnya pertumbuhan ekonomi digital nasional menggambarkan seberapa besar potensi Indonesia, juga masih diperkirakan terus bertumbuh hingga tiga kali lipat dalam empat tahun ke depan. “Jadi kita lihat khususnya di tahun ini sudah semakin banyak beritanya, contoh salah satunya saja adalah ada unicorn kita yang sudah ada IPO (Initial Public Offering), dan juga makin banyak unicorn-unicorn lainnya yang akan menyusul IPO,” jelas Chief Investment Officer BRI Ventures.

Menurut Chief William, hak tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi Indonesia. Sebab, Indonesia telah memiliki ekosistem yang sudah matang untuk melakukan investasi. “Jadi ketika investasi, ketika go public, kita bisa menikmati hasil investasi tersebut. Sektor-sektor yang menjadi syarat Indonesia masih sangat potensial dan itu sangat terbantu sekali dengan adanya program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital ini,” ujarnya .


Gerakan Nasional 1000 StartupDigital merupakan upaya mendorong perkembangan ekosistem startup digital untuk membawa dampak kesejahteraan masyarakat luas. Program itu terdiri atas enam tahapan, yaitu Ignition, Networking, Workshop, Hacksprint, Bootcamp, hingga Incubation.


Dengan menyelesaikan setiap tahapan, setiap calon founder yang menjadi peserta berkesempatan untuk dapat menghasilkan produk purwarupa atau yang disebut juga dengan minimum viable product (MVP). Harapannya, dari Gerakan Nasional 1000 Startup Digital ini akan lahir berbagai startup baru yang berdaya untuk memberi solusi bagi masyarakat.

BACA JUGA:  Northstar Group Umumkan Penutupan Penggalangan Dana Sebesar US$590 Juta


Sejak 2016, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital sudah menjaring lebih dari 85.000 calon pendiri startup dan merintis lebih dari 1.160 startup. Program ini juga telah melibatkan lebih dari 400 mentor dan 300 penggerak lokal dari berbagai bidang. (AC)

Tags: startup digital
Previous Post

Pebisnis di Indonesia Harus Waspadai Ancaman Keamanan Dimulai Dari Rumah

Next Post

Funsnap Rilis Capture π, Stabilizer Smartphone Terbarunya di Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meluncur di Indonesia, Laptop Berotak Intel Core Ultra Series 3 Sajikan Performa AI PC Generasi Berikutnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Luncurkan Program Doktor Akuntansi, BINUS Siapkan Pemimpin Riset dan Transformasi Bisnis di Era AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Selamatkan Hiu Paus Dengan Main Game Ocean Buddy di Aplikasi DANA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Indo Intertex 2026, Menperin Dorong Industri TPT Tingkatkan Adopsi Teknologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Ahmad Churi
2 April 2026 | 21:21

ItWorks.id- Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola konsumsi data seluler, terutama pada kebutuhan...

Pencadangan Data (Backup) dan Keamanan Kini Menjadi Persoalan Ekonomi AI

Fauzi
30 March 2026 | 14:36

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera IDC dalam Global DataSphere Forecast memproyeksikan bahwa volume data global akan melonjak hingga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto