ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Tiga Penggunaan Graph Analytics Diklaim Potensial Majukan Industri Indonesia

Fauzi
19 October 2021 | 12:00
rubrik: Business Solution
Tiga Penggunaan Graph Analytics Diklaim Potensial Majukan Industri Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

TigerGraph, penyedia platform graph analytics, berkomitmen membantu organisasi dari berbagai sektor untuk mengakselerasi kapabilitasnya dalam analytics dan machine learning untuk meningkatkan operational excellence seraya mendorong produktivitas. Komitmen ini sepenuhnya dibawa ke Indonesia bersama dengan ekspansi terkini yang dilakukan di Tanah Air, untuk membantu organisasi, baik itu perusahaan maupun institusi pemerintahan, untuk mengeluarkan potensi sebenarnya dari insight yang powerful dan graph analytics terbarukan.

“Seiring dengan pasar graph technology yang terus tumbuh dan mampu memberikan insight yang lebih baik bagi pengguna, kami percaya bahwa masih ada lebih banyak kemungkinan di masa depan untuk membuka analyticsyang lebih dalam dan luas di berbagai operasional, tentunya pada skala yang diinginkan,” ujar Reza Pahlevi, Managing Director, Indonesia, TigerGraph.

“Dengan pemahaman tersebut, kami berkomitmen untuk menghadirkan solusi graph technology terdepan di industri untuk membantu lebih banyak organisasi di Indonesia berada selangkah di depan para pesaing dengan hyperconnected data yang mampu menyederhanakan konsep analytics demi menuju pengambilan keputusan yang lebih baik di tiap operasional. Maka dari itu, kami bersikap terbuka untuk menjalin kolaborasi dengan enterprise dan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan berbagai sektor di Indonesia melalui adopsi graph technology yang strategis dan lebih luas,” katanya menambahkan.

Graph Technology untuk Fraud Detection
Belakangan ini, pencegahan fraud telah menjadi salah satu fokus utama di sektor layanan finansial karena baik pelaku industri maupun regulator berupaya untuk menjaga kepercayaan publik. Institusi keuangan harus selalu siap dalam menghadapi serangan fraud dalam berbagai bentuk yang bisa muncul kapan pun. Lebih lanjut, para ahli menilai bahwa kebijakan work from home di tengah pandemi serta perkembangan bank digital di Indonesia dapat membuka lebih banyak kemungkinan fraud, yang tentunya perlu diantisipasi dan dilawan.

Dalam hal ini, solusi graph analytics dari TigerGraph dapat memperkuat upaya industri layanan finansial dalam mencegah fraud, baik itu untuk perusahaan maupun regulator. Upaya yang baru ini dilakukan oleh perusahaan penyedia software finansial asal Amerika Serikat menunjukkan bahwa integrasi antara machine learning dengan graph database untuk menciptakan pemanfaatan AI berbasis graph technology mampu mencegah fraud pada skala yang diinginkan.

BACA JUGA:  Bermodal Akses Aman dan Konektivitas Optimal, Multipolar Dukung Pola Kerja Hybrid

Studi kasus itu dipresentasikan pada Graph + AI Summit 2021–satu-satunya konferensi terbuka untuk akselerasi implementasi analytics, AI, dan machine learning dengan graph algorithm–yang baru saja diselenggarakan oleh TigerGraph. Di sini, insight dan fitur-fitur dari graph technology milik TigerGraph dapat digunakan untuk menghubungkan entitas-entitas berpotensi fraud pada model ML/AI untuk mendorong kontrol terhadap fraud dan risiko lainnya sehingga dapat mengurangi fraud di berbagai checkpoint dalam ekosistem yang end-to-end. Solusi ini pun memungkinkan model pendeteksi fraud dari perusahaan tersebut untuk mendeteksi 35% lebih banyak risiko dan mencatatkan penghematan biaya sebesar 50 juta dolar AS hasil dari pencegahan fraud yang lebih baik di skala yang tepat.

Graph Technology untuk Anti-money Laundering
Money laundering, atau pencucian uang, adalah masalah global yang kian hari makin sulit untuk dilacak dengan perkembangan pesat dari transfer dan pembayaran digital secara real-time, hukum internasional yang kompleks, hingga munculnya cryptocurrency. United Nations Office of Drug and Crime memperkirakan bahwa transaksi pencucian uang di seluruh dunia dapat berada di kisaran 2–5% dari PDB global (atau 800 miliar sampai 2 triliun dolar AS) tiap tahunnya. Maka dari itu, pemerintah negara di seluruh dunia telah memperketat pengawasan regulasinya dalam melawan money laundering, termasuk di Indonesia.

Perlu mendapat perhatian bahwa laporan dari Financial Action Task Force (FATF) menunjukkan bahwa money laundering telah muncul dalam bentuk yang lebih bervariasi dengan adanya pandemi COVID-19, termasuk di antaranya adalah pemalsuan alat-alat kesehatan, penipuan investasi, penipuan berkedok kegiatan sosial, dan penyalahgunaan stimulus ekonomi.

Meski demikian, dapat dikatakan bahwa seluruh sistem analytics yang digunakan untuk mematuhi regulasi AML dibangun menggunakan relational database. Pendekatan lama ini membatasi efektivitas pendeteksian dan investigasi AML, membuat risiko kejahatan finansial yang tersembunyi kerap dibiarkan tidak terdeteksi dan investigasi menjadi lebih rumit, menghabiskan lebih banyak waktu, dan tidak efisien.

BACA JUGA:  Couchbase Luncurkan Couchbase Mobile 3, Mudahkan Pengembang Bangun Aplikasi Modern

Dalam hal ini, solusi graph analytics dari TigerGraph dapat mengoptimalkan implementasi strategi AML dan pencegahan pendanaan terhadap terorisme di Indonesia. Upaya terbaru dari salah satu institusi perbankan di Amerika Serikat dalam meningkatkan kemampuan analytics-nya terhadap AML menunjukkan bahwa solusi graph analytics dari TigerGraph mampu mengurangi false positive pada investigasi terkait AML secara real-time dengan menyibak hubungan antar entitas yang tidak terlihat dengan jelas. Hal ini memungkinkan para petugas untuk memaksimalkan kemampuan deep link analytics dan machine learning terbarukan untuk deteksi pola-pola sedemikian rupa secara otomatis. Kapabilitas TigerGraph dalam menghadirkan scalability untuk melakukan analisis terhadap jumlah data yang terus bertambah mampu menjaga program AML dari bank tersebut berada selangkah di depan para kriminal. Hal ini pun membuat solusi tersebut mampu mencatat peningkatan 10% pada akurasi investigasi AML dan penghematan 20 juta dolar AS sebagai hasil dari investigasi yang lebih produktif.

Graph Technology untuk Solusi Customer 360 dalam Telekomunikasi
Operator telekomunikasi terus mengembangkan berbagai inisiatif untuk memahami kebutuhan konsumen dengan lebih baik. Bahkan, dengan saturasi yang muncul di pasar telekomunikasi, operator perlu untuk tetap kreatif dan fleksibel dalam memberikan produk, layanan, dan penawaran, khususnya pada layanan berbasis digital. Dalam beberapa tahun terakhir, digital telco provider telah menjadi tren di industri, di mana para perusahaan membuat operator digitalnya masing-masing sebagai bisnis unit baru dalam upayanya menjangkau segmen yang lebih spesifik. Digital telco provider ini sepenuhnya memberikan layanan di saluran digital, mulai dari pembelian starter pack dan paket data hingga akses ke customer service, yang secara strategis dirancang untuk menyasar konsumen yang digital-savvy.

Dalam hal ini, solusi graph analytics dari TigerGraph dapat memberikan gambaran yang seamless terhadap customer journey dari para operator di Indonesia untuk dapat memahami kebutuhan dan minat konsumen dengan lebih baik. Salah satu perusahaan multimedia terdepan di Amerika Serikat, melalui unit bisnisnya yang bergerak di bidang periklanan, menunjukkan bahwa upayanya untuk memberikan solusi yang lebih baik bagi pelanggan dimulai dengan mengombinasikan aset data. Pada studi kasus yang dijelaskan di Graph + AI Summit 2021 ini, perusahaan tersebut membutuhkan solusi graph technology terdepan yang mampu melakukan komputasi terhadap big data secara efisien dan menganalisis miliaran sub-identifier (akun, cookies, dll) untuk menciptakan Identity Graph yang terkoneksi seutuhnya.

BACA JUGA:  Hadir di Indonesia, TigerGraph Tunjuk Reza Pahlevi sebagai Managing Director

Dengan bantuan dari TigerGraph, solusi yang mencakup lebih dari 5 miliar titik poin dan lebih dari 7 miliar edgetersebut mampu menjahit berbagai identifier dari set data yang berbeda menjadi sebuah gambaran yang utuh dari seorang pengguna, termasuk di dalamnya adalah informasi tentang domisili dan perangkat yang digunakan. Implementasi Identity Graph ini memungkinkan proses traversal menjadi lebih cepat dengan menggunakan pointer-jumping, membuat user bisa menjalankan operasi bersama yang kompleks tanpa bantuan indeks, tentunya dengan pemrosesan cepat pada kapasitas graph yang besar bahkan pada hardware yang sama, seraya memungkinkan user untuk melakukan konfigurasi terhadap berbagai klaster data di dalam graph database untuk mencocokkannya dengan use case tertentu. Kapabilitas ini memberikan insight berharga bagi perusahaan untuk menawarkan cross-device product, seraya menyasar pelanggan yang tepat dan mengembangkan personalisasi konten.

Teknologi inovatif TigerGraph untuk menunjukkan nilai bisnis yang sesungguhnya dari data terkoneksi telah diakui dari tahun ke tahun. Baru-baru ini, TigerGraph mendapat predikat Leader oleh Forrester Research dalam laporan The Forrester Wave™: Graph Data Platforms, Q4 2020. TigerGraph juga dinobatkan sebagai “Cool Vendor” dalam laporan 2020 Cool Vendors in Data Management yang disusun oleh Gartner.

Tags: TigerGraph
Previous Post

BRI Perbarui Fitur iBBIZ Untuk Beri Kemudahan Nasabah Pebisnis

Next Post

Dengan Teknologi QRIS, BSI Dorong Inklusi Keuangan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Xiaomi dan Inisiatifnya Dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ratusan Perusahaan Terkemuka Raih Penghargaan TOP CSR Awards 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • IPC TPK Perkuat Konektivitas Intra-Asia, Berikan Layanan Perdana Pelayaran SCJX Feeders

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto