Penulis: Mi’roji
Kabupaten Ogan Komering Ilir merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan. Dengan luas wilayah 19.023,47 km2 yang terdiri dari 75% rawa dan 25% daratan, Kabupaten OKI secara administrasi terdiri dari 18 Kecamatan, 314 Desa dan 13 Kelurahan. Dengan jumlah tersebut, OKI memiliki Tagline membangun OKI dari desa. Karenanya sejumlah upaya dilakukan guna mendukung desa-desa yang berada di Kabupaten OKI untuk bertransformasi menjadi metropolitan. Salah satu upayanya adalah melakukan digitalisasi.
“Akselerasi transformasi desa menuju metropolitan kita lakukan melalui digitalisasi dan optimalisasi tata kelola,” ujar Muttaqin NS selaku Kasi Pengembangan Aplikasi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ogan Komering Ilir saat sesi penjurian TOP Digital Awards 2021 oleh Majalah It Works secara online, Rabu (10/11/2021).
Ya, Kabupaten OKI tengah bersiap menjadi metropolitan baru di Indonesia dengan adanya Proyek Strategis Nasional Patung Raya Agung (Palembang–Betung–Indralaya–Kayuagung) dan Jalan Tol Trans Sumatera (2 Gerbang Tol Kayuagung dan Simpang Pematang).
Berikut beberapa Kebijakan, Inovasi dan Digitalisasi yang dilakukukan pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir;
- Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ogan Komering Ilir bertugas membantu Kepala Daerah untuk perumusan kebijakan terkait pemanfaatan, pengembangan, dan implementasi IT. Dinas Komunikasi dan Informatika memiliki bidang Layanan e-Government, Infrastruktur TIK, Keamanan Informasi, Pengolahan Data dan Statistik, serta Komunikasi Publik. Salah satu kebijakan terkait TI adalah Peraturan Daerah No. 1 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik tahun 2019.
- Membangun Digital Culture dengan implementasi aplikasi dan berbagai pelatihan.
- Aplikasi SPARTAN merupakan Portal Web yang berisi semua layanan elektronik SPBE dan Pelayanan Publik.
- Aplikasi PINDANG (Pangkalan Informasi dan Data Penunjang) memberikan keterbukaan data kepada publik. Pengguna dapat mengunduh data yang disediakan aplikasi.
“Aplikasi PINDANG adalah aplikasi yang diarahkan untuk penerapan Big Data Analytic,” terang Muttaqin NS. - SIMPEG. SIMPEG merupakan pengelolaan pegawai menggunakan Sistem InformasiKepegawaian (SIMPEG). Dimana seluruh data pegawai dikelola secara elektronik dan diberikan akun ke seluruh pegawai.
- Aplikasi LIMAS OKI. Penggunaan Aplikasi Learning Management System (lms.kaboki.go.id) sebagai alat bantu penyelenggaraan diklat peningkatan kapasitas aparatur.
“Learning Management System OKI dibranding dengan nama LIMAS digunakan dan dilaunching pertama kali pada Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PIM IV) Angkatan V (23 Agustus 2021). Aplikasi ini diakui oleh Koordinator Widyaiswara BPSDMD Prov. Sumsel sebagai Kabupaten pertama di Sumsel yang menggunakan Learning Management System dalam proses diklat kepemimpinan. Aplikasi LIMAS OKI juga berfungsi sebagai cloud app bidang pendidikan bagi semua ASN di OKI,” tutur Muttaqin NS. - Digitalisasi Pemerintahan Desa. Penggunaan Sistem Informasi Desa yang dapat mengelola penduduk by NIK, wilayah, data-data desa, serta promosi bagi produk unggulan desa. Sebagai Pilot Project dalam program ini adalah Desa Bangsal Kecamatan Pampangan. Branding Desa Digital Bangsal Desa yang memiliki akses internet gratis, website desa, dan Sistem Informasi Desa (mengelola data penduduk, potensi, dan lain-lain). Desa Bangsal memiliki potensi wisata, kerbau rawa, potensi perikanan, dan potensi SDM melalui Pondok Pesantren.














