Reporter: Busthomi
Editor: Teguh IS
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, melalui Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian, tengah gencar melakukan transformasi digital. Terutama untuk mendukung terwujudnya visi menuju Sulawesi Sulawesi yang inovatif, produktif, kompetitif, inklusif, dan berkarakter.
Provinsi yang beribukota Makassar itu pun telah menjalankan sejumlah langkah dan strategi terkait TI untuk mewujudkan visi tersebut, antara lain: pembangunan infrastruktur komunikasi data dan informasi; membangun infrastruktur sistem aplikasi; standarisasi meta data; pengembangan SDM; pengembangan prosedur, kebijakan, dan peraturan yang berkaitan dengan e-government.
Upaya itu telah membuahkan hasil, saat ini infrastruktur jaringan yang sudah dibangun mencapai 98 persen, adanya digitalisasi dalam layanan publik dan layanan administrasi, seperti layanan administrasi persuratan yang terintegrasi dengan layanan kepegawaian dan absensi, serta aplikasi sistem penilaian pelaksanaan reformas birokrasi.
Demikian disampaikan Drs. Lukmanuddin, M.M., selaku Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Provinsi Sulawesi Selatan, saat Penjurian TOP Digital Awards, secara online, Kamis (11/11/2021).
Menurutnya dengan dukungan infrastruktur jaringan komunikasi dan informatika tersebut pihaknya bisa membangun sejumlah aplikasi yang menjadi solusi unggulan dan kami cukup membanggakan.
Baca: Pertumbuhan Industri Pertambangan Pesat Bikin XL Axiata Perluas 4G di Sulawesi
Pertama, Baruga Sulsel yang dikembangkan tahun 2021 sebagai hasil kolaborasi internal Pemprov Sulses dengan eksternal. Ini adalah aplikasi untuk aduan masyarakat yang sudah terintegrasi dengan SP4N (Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional).
“Baruga Sulsel ini, berdampak positif bagi peningkatan kinerja instansi. Selain itu, bagi masyarakat juga sangat menguntungkan, karena ini memudahkan untuk berinteraksi dengan pemprov. Makanya kami bangga dengan aplikasi ini karena aduan dari masyarakat juga semakin cepat kita terima dan kita tangani,” terang Lukmanuddin.
“Berkat Baruga Sulsel ini, kami telah meraih prestasi terkait layanan publik, yaitu masuk TOP 30 kategori instansi penyelenggara SP4N Lapor dalam Kompetisi Kompetisi SP4N Lapor yang digelar Kementerian PAN RB. Dimana yakni Baruga Sulsel menjadi supporting SP4N Lapor,” imbuhnya.
Masih ada aplikasi unggulan lainnya yaitu Smart Office yang dikembangkan tahun 2021 ini. Kali ini developernya dari internal yakni Tim IT Diskominfo. Aplikasi ini untuk menerapkan persuratan elektronik yang terhubung dengan sistem kepegawaian dan absensi pegawai.
Dengan fitur unggulan adanya tanda tangan elektronik dengan Sertifikat BSSN. Manfaat bagi instansi, memudahkan sistem persuratan dalam lingkup Pemprov Sulsel.
Aplikasi unggulan berikutnya, Si Neni Lincah yang telah ada sejak tahun 2020 lalu. Hasil pengembangan kombinasi antara internal dan eksternal. Si Neni Lincah merupakan Layanan Perizinan Online dengan beberapa fitur unggulan, termasuk untuk izin melakukan penelitian oleh mahasiswa.
Manfaat aplikasi ini, lanjut Lukmanuddin, memudahkan instansi dan masyarakat untuk mengurus perizinan secara mandiri, tanpa harus bertatap muka, sehingga hemat waktu dan biaya.
Di saat pandemi Covid-19 pun, Lukmanuddin menegaskan pihaknya tidak berhenti berinovasi. “Tahun ini, kami menghadirkan solusi telemedicine, seperti Halo Dokter, untuk memudahkan masyarakat berkonsultasi langsung dengan dokter, mendaftar vaksinasi dan isolasi mandiri secara online.”
Baca: Perkuat Talenta Digital, Kominfo Gandeng Pemkot Makassar Latih 10 Ribu Warga
Tata Kelola TI
Dalam menerapkan transformasi di sektor TIK ini, pihak Pemprov Sulsel mengacu pada Visi-Misi dan nilai-nilai yang jadi pedoman Pemprov Sulsel yakni SIPAKATAU singkatan Sinergitas, Inovatif, Profesional, Akuntabel, Integritas, dan Tanggung Jawab.
Terkait tata kelola dan kebijakan TIK, sebagai pedoman arah pengembangan sistem TIK dan e-Government, menggunakan Master Plan TIK e-Government Pemprov Sulsel 2019-2023. “Master Plan e-Government Pemprov Sulsel didesain dengan prinsip keseimbangan antara fleksibilitas dan standarisasi,” tutur Lukmanuddin kepada dewan juri.
Menurutnya, transformasi digital yang dijalankan Pemprov Sulsel, khususnya untuk e-Government terus menunjukan hasil yang bagus.
“Indeks nilai SPBE Pemprov Sulsel mengalami peningkatan, dari 2,9 di tahun 2019 menjadi 3,08 pada tahun 2020. Dan untuk tahun 2021, masih menunggu hasil penilaian (Monev SPBE) dari Kemenpan RB,” jelasnya.
Keberhasilan digitalisasi lainnya diraih layanan perizinan penelitian Si Neni Lincah sebagai TOP Inovasi 2020 Perihal Kemudahan dalam Perizinan Penelitian. Serta Layanan Sertifikat Mutu Perikanan e-bpmpp.sulselprov.go.id sebagai TOP Inovasi Tahun 2020 Perihal Layanan Sertifikat Mutu Perikanan.
“Ke depan, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan penyelenggaraan TIK dalam pencapaian pengelolaan e-Government yang lebih baik,” pungkas Lukmanuddin.
Baca: Dukung Tenaga Medis, Sucofindo Bantu Cegah Covid-19 di Sulawesi Selatan














