Reporter: Agus Haryanto
Editor: Teguh IS
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Kulon Progo punya prioritas pengembangan nilai karakter yang terbilang khas dan unik, lantaran bersumber pada budaya dan nilai luhur masyarakat dan sejarah.
“Ada prioritas pengembangan nilai karakter yang kami angkat di dalam peraturan daerah maupun peraturan bupati,” kata Arif Prastowo selaku Kepala Dinas Dikpora, kepada Dewan Juri TOP Digital Awards 2021, secara virtual, Senin (15/11/2021).
Dijelaskan Arif, pengembangan nilai karakter pertama berkaitan dengan keagamaan atau religius. Kedua, semangat kebangsaan.
Arif melanjutkan, “Yang basic dan juga unik, ada di nomor tiga, yaitu ekstrakurikuler wajib pengenalan budaya ke-Mataraman. “Yang kami maksudkan budaya ke-Mataraman dalam hal ini adalah budaya Yogyakarta. Sebenarnya budaya ke-Mataraman itu lebih luas, tidak hanya meliputi wilayah Yogyakarta.”
Sebagai tindak lanjut, bulan Oktober lalu, Pemkab Kulon Progo menerbitkan Peraturan Bupati No. 70 tentang Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-nilai Budaya.
“Jadi ini betul-betul menjadi fokus karena nilai-nilai budaya Yogyakarta itu bisa jadi pilar untuk pendidikan karakter di Kabupaten Kulon Progo,” terang Arif.
Ada satu lagi nilai khusus nilai Kulon Progo, lanjutnya, meskipun ini jadi nilai sangat umum tapi ternyata ada sejarahya sendiri yaitu nilai legowo yang dapat diartikan semacam keikhlasan. Nilai ini dalam konteks sejarah Kulon Progo punya makna tersendiri.
“Pada saat penggabungan Kabupaten Kulon Progo (Kesultanan Yogyakarta) dan Kabupaten Adikarto (Pakualaman), keduanya merelakan, saling mengikhlaskan. Wates sebagai ibu kota kabupaten diambil dari ibukotanya Kabupaten Adikarto. Sebaliknya, nama kabupatennya yaitu Kulon Progo diambil dari nama Kabupaten Kulon Progo,” ungkap Arif.
“Semua nilai karakter itu dalam implementasinya, diterapkan sebagai ekstrakurikuler wajib yang ada di sekolah. Mulai dari ekskul wajib keagamaan, kemudian ekskul wajib kepramukaan, ekskul wajib pengamalan nilai-nilai Pancasila, dan ekskul wajib pengenalan budaya ke-Mataraman,” tegasnya.
Baca: TOP Digital Awards 2021: Dengan Smart City & SPBE, Kulon Progo Ingin Jadi Kota Cerdas














