ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Mengapa E-commerce, Travel, dan Rantai Pasokan Termasuk Industri Paling Berisiko Tinggi di Musim Liburan Tahun Ini?

Teguh Imam Suyudi
13 November 2021 | 09:00
rubrik: Digital, Research
Ilustrasi DDoS

Ilustrasi DDoS

Share on FacebookShare on Twitter

McAfee Enterprise dan FireEye merilis temuan Cybercrime in a Pandemic World: The Impact of COVID-19, yang mengungkap tingkat urgensi bagi perusahaan-perusahaan untuk memprioritaskan dan memperkuat arsitektur keamanan siber mereka. Temuan tersebut menunjukkan selama pandemi, 89% perusahaan di Asia Tenggara mengalami peningkatan ancaman siber, dan 81% mengalami downtime akibat insiden siber di waktu puncak liburan atau perayaan tertentu.

Dengan datangnya musim liburan di bulan November-Desember penghujung tahun 2021 ini, dan menurunnya tingkat PPKM kota-kota besar sebelum musim liburan, industri e-commerce, ritel, travel, rantai pasokan dan logistik diprediksi akan mengalami peningkatan aktivitas konsumen dan bisnis yang tajam – membuat mereka lebih rentan terhadap ancaman siber serta meningkatkan risiko kebocoran data bisnis, karyawan, dan konsumen.

“Semua bisnis dalam berbagai skala harus mengevaluasi dan memprioritaskan teknologi keamanan agar tetap terlindungi, terutama selama puncak musim liburan,” kata Bryan Palma, CEO dari perusahaan gabungan McAfee Enterprise & FireEye, dalam keterangannya, 12/11/2021.

Ia melanjutkkan, “Pendekatan tradisional tidak lagi cukup – 94% perusahaan yang kami survei berencana untuk meningkatkan kesiapan sibernya secara keseluruhan – dan bisnis membutuhkan arsitektur keamanan terintegrasi serta pendekatan yang selalu siap untuk mencegah, melindungi, dan bereaksi terhadap ancaman siber masa kini.”

Fokus Bergeser ke Industri-industri Utama

Selain peningkatan belanja konsumen, musim liburan juga berdampak signifikan terhadap industri lain yang terkait. Berbagai keterbatasan, mulai dari tenaga kerja dan stok barang terutama elektronik, menciptakan urgensi bagi berbagai persusahaan untuk menyusun rencana keamanan untuk secara efektif menghalau dan menindaklanjuti ancaman.

Ecommerce & Ritel

Menurut studi tahun 2021 oleh Facebook dan Bain & Company, penjualan e-commerce di Asia Tenggara akan mencapai dua kali lipat hingga US$254 miliar pada tahun 2026. Bahkan dengan adanya penurunan level PPKM dan pembukaan kembali tempat keramaian pun, pergeseran ke belanja online akan terus meningkat. Berkendara di musim liburan, dan diselenggarakannya festival penjualan besar akhir tahun seperti 11.11 kemungkinan akan mengalami lonjakan traffic dan penjualan e-commerce, menjadikan industri ini target utama penjahat siber.

BACA JUGA:  Permudah Pembayaran Iuran, BPJS Kesehatan Luncurkan Fitur Autodebit

Menurut dasbor McAfee Enterprise COVID-19, industri ritel global menyumbang 5,2% dari total ancaman siber yang terdeteksi. Ancaman tersebut termasuk kredensial pembayaran dan penyimpanan cloud yang disusupi, serta bentuk penipuan dan pencurian ritel lainnya.

Wisata

Ancaman siber bukanlah hal baru bagi industri wisata – bandara, maskapai penerbangan, situs perjalanan dan aplikasi menumpang kendaraan telah menjadi korban di tahun-tahun sebelumnya. Namun, industri ini berada dalam posisi bertahan karena adanya pembatasan perjalanan dan PPKM. Menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Asia Tenggara dapat menderita kerugian hingga 8,4% dari Produksi Domestik Bruto (PDB) akibat pandemi. Strategi pemerintah Indonesia menurunkan level PPKM di kota-kota besar, dan dibukanya pintu masuk bagi turis asing dari beberapa negara, diperkirakan akan merangsang minat turis yang sudah lama memendam keinginan untuk jalan-jalan, meningkatkan penjualan tiket dan booking lewat online, yang merupakan kesempatan bagi para penjahat siber.

Logistik & Rantai Pasokan

Menurut Laporan Ketahanan Rantai Pasokan Global BCI tahun 2021, 27,8% perusahaan melaporkan adanya lebih dari 20 gangguan rantai pasokan selama tahun 2020, naik dari 4,8% pada tahun 2019. Berkurangnya kapasitas manufaktur dan logistik serta tenaga kerja, seiring meningkatnya permintaan barang, telah menciptakan vektor serangan yang sempurna bagi penjahat siber: infrastruktur yang lemah dan rentan untuk ditembus. Para pengatur rantai pasokan harus mengidentifikasi risiko, memahami potensi efek hilir dari serangan siber dan merencanakan tindakan sehingga dapat bergerak cepat jika terjadi insiden.

Yang Perlu Diketahui Perusahaan

Meski para profesional TI tahu bahwa ancaman siber telah meningkat tajam, temuan membuktikan bahwa perusahaan-perusahaan di Asia Tenggara belum secara efektif memprioritaskan keamanan selama COVID:

  • Ada peningkatan aktivitas serangan di online/web lebih dari 60%
  • 31% justru melakukan pengurangan anggaran teknologi dan keamanan
  • 62% mengalami downtime karena masalah siber, dengan kerugian lebih dari 100.000 dolar AS
  • Lebih dari 90% menyadari bahwa mempertahankan tim keamanan/SOC yang lengkap menjadi lebih sulit selama periode puncak
BACA JUGA:  Pembangunan Infrastruktur Digital Bawa Peluang Hingga USD 150 Miliar

“Tantangan utama yang berdampak pada bisnis secara global menciptakan katalis sempurna bagi penjahat siber untuk memanfaatkannya,” lanjut Palma. “Untuk melindungi pendapatan mereka selama lonjakan aktivitas liburan, sekaranglah saatnya bagi perusahaan dan bisnis komersial untuk memastikan bisnis mereka sudah dilengkapi dengan arsitektur keamanan siber yang diperlukan untuk mengatasi ancaman yang semakin agresif dan inovatif.”

Cara Mengatasi Ancaman

Ada beberapa cara bagi perusahaan agar menjadi lebih proaktif dan siap untuk menghadapi kejahatan siber, seperti menerapkan langkah-langkah keamanan dan persyaratan keamanan siber di seluruh industri, memberikan pelatihan kesadaran keamanan virtual untuk karyawan, dan mengembangkan rencana pencegahan serta tanggapan. Selain itu, perusahaan dan bisnis komersial dapat menerapkan keamanan berbasis cloud yang ditawarkan perusahaan penyedia keamanan siber, seperi McAfee dan FireEye.

Metodologi Survei Cybercrime in a Pandemic World: The Impact of COVID-19

McAfee menugaskan spesialis riset pasar independen global MSI-ACI untuk melakukan penelitian studi ini. Antara bulan September dan Oktober 2021 studi kuantitatif dilakukan, mewawancarai 150 TI dan pengambil keputusan lini bisnis di Asia Tenggara. Pusat survei adalah Singapura, AS, Inggris, Australia, Prancis, Jerman, India, Afrika Selatan dan UEA. Responden adalah profesional bisnis TI, terlibat dalam keamanan TI dan bekerja untuk perusahaan dengan lebih dari 500 karyawan.

Wawancara dilakukan secara online menggunakan proses penyaringan multi-level yang ketat untuk memastikan bahwa hanya kandidat yang sesuai yang diberi kesempatan untuk berpartisipasi.

Baca: Temuan McAfee: Ransomware Aktif Mengincar Perusahaan Jasa, Manufaktur dan Lembaga Pemerintahan

Tags: FireEyeMcAfee
Previous Post

TOP Digital Awards 2021: Mudahkan Masyarakat, RS Premier Bintaro Digitalisasi Pendaftaran dan Pembayaran

Next Post

TOP Digital Awards 2021: Menelisik Jurus Telkom Percepat Digitalisasi di Berbagai Industri

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infinix Rilis NOTE 60 Ultra, NOTE 60 Pro Pininfarina Edition dan NOTE 60 Pro Eksklusif Yuna Gift Box

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Maxim Luncurkan Fitur e-Payment ‘Maxim Wallet KasPro’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Mudah Mengurus Surat Pindah Domisili secara Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Twilio Flex, Permudah Implementasi AI dan Salesforce

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Ahmad Churi
2 April 2026 | 21:21

ItWorks.id- Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola konsumsi data seluler, terutama pada kebutuhan...

Pencadangan Data (Backup) dan Keamanan Kini Menjadi Persoalan Ekonomi AI

Fauzi
30 March 2026 | 14:36

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera IDC dalam Global DataSphere Forecast memproyeksikan bahwa volume data global akan melonjak hingga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto