Jakarta, ItWorks- Memasuki era revolusi industri keempat (Indusri 4.0) dan dengan meningkatnya arus perdagangan global, transformasi digital di sektor logistik dan kepelabuhanan, menjadi keniscayaan yang tak bisa dihindari, termasuk bagi para pelaku usaha bongkar muat (PBM). Apalagi efisiensi dan kecepatan bongkar muat yang dilakukan PBM di pelabuhan, juga sangat berpengaruh terhadap kelancaran arus barang, cost efisiensi untuk daya saing logistik nasional.
Adaptasi, inovasi penggunaan teknologi informasi dalam mata rantai sistem logistik sangat penting, mengingat kebutuhan konsumen maupun tuntutan pengguna jasa dan dunia industri yang juga kian tinggi. Terutama dalam rangka kecepatan serta kemudahan layanan melalui dukungan penggunaan sistem aplikasi berbasis teknologi digital.
Begitu juga tututan efisiensi cost logistik nasional agar makin berdaya saing di kancah global. Karena itu, sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memasuki era revolusi industri keempat, sektor logistik Indonesia, termasuk PBM di pelabuhan yang merupakan bagian dari mata rantai logistik dan kelancarana baru barang , juga harus bisa menyesuaikan diri.
Demikian diungkapkan Staf Khusus Menteri Perhubungan RI, Mayjen TNI Buyung Lelana, mewakili Menteri Perhubungan RI, Ir. Budi Karya Sumadi, saat memberikan sambutan pada acara pengukuhan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) pada (08/12/2021), di Sari Pan Pacific Hotel, Jakarta.
Dalam kaityan ini, stafsus Menhub, Buyung Lelana juga mengharapkan peran aktif DPP APBMI sebagai mitra kerja pemerintah untuk meningkatkan kecepatan dan efisiensi layanan bongkar muat bagi anggota yang beroperasi pelabuhan-pelabuhan di Indonesia. Hal ini sekaligus untuk bersama mendukung tekad pemerintah dalam upaya mendongkrak kinderja dan daya saing logistik nasional yang kini masih jadi tantangan tersendiri.
“Di tengah persaingan yang makin ketat, peningkatan skill dan penguasan teknologi informasi bagi SDM perusahaan bongkar muat sangat penting. Karena itu, kami meminta DPP APBMI bisa cepat mengantisipasi hal ini, agar PBM juga makin berdaya saing dan lebih profesional. Terutama dalam mendukung terwujudnya efisiensi dan kelancaran arus barang dan kapal di pelabuhan yang hal ini sangat berperan besar dalam upaya menekan biaya logistik nasional. PBM juga harus bertransformasi dengan mengimplementasikan teknologi digital, termasuk sistem online, seperti pengurusan dokumen dan lainnya,” ungkap Buyung Lelana .
Pengukuhan Pengurus DPP APBMI 2021 – 2026
Setelah tersusun lengkap, Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) hasil Musyawarah Nasional (Munas) VIII pada 26-27 Oktober 2021 lalu, (08/12/2021) resmi dikukuhkan. Acara pengukuhan dilakukan secara offline atau langsung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) covid-19 oleh H. Juswandi Kristanto selaku Ketua Umum DPP APBMI terpilih Periode 2021-2026. Pengukuhan ini merupakan tindaklanjut dari hasil Munas VIII DPP APBMI 2021 beberapa waktu lalu, yang mengamanatkan untuk menyusun kelengkapan susuanan pengurus serta pengukuhannya.
Para personil yang terpilih untuk duduk dalam kepengurusan ini berasal dari para pelaku usaha bongkar muat atau perusahaan bongkar muat (PBM) dari berbagai daerah. Mereka dipilih karena dinilai memiliki dedikasi dan komitmen tinggi untuk bersama memajukan organisasi dan juga para anggota dalam bingkai NKRI, terutama dalam upaya ikut memajukan perekonomian nasional.
Sebelum pengukuhan juga dilakukan acara seremonial penyerahan bendera DPP APBMI dari pengurus lama (Ketua Umum DPP APBMI Periode 2016 – 2021 H. Muhammad Fuadi Fuadi) kepada H. Juswandi Kristanto selaku Ketua Umum DPP APBMI terpilih Periode 2021-2026. Acara pengukuhan juga disaksikan oleh Staf Khusus Menteri Perhubungan, Mayjen TNI Buyung Lelana, mewakili Menteri Perhubungan RI, Ir. Budi Karya Sumadi, serta Staf Ahli Menteri Bidang Hukum dan Kesatuan Bangsa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Eko Prasetyanto Purnomo Putro.
Hadir juga di antaranya perwakilan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), Pengurus Kadin Indonesia (KADIN), dan perwakilan dari asosiasi pelaku usaha. Seperti Indonesian National Shipowners Association (INSA), Indonesia Shipping Agency Association (ISAA), Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI), Gabungan Perusahaan Eksportir Indonesia (GPEI), serta para sesepuh/tokoh Senior DPP APBMI.
Ketua Umum DPP APBMI Juswandi Kristanto dalam sambutannya menyatakan bahwa pengurus DPP APBMI akan konsisten untuk terus berupaya meningkatkan soliditas kepengurusan dan anggota serta meningkatkan daya saing dan performa PBM yang beroperasi di seluruh pelabuhan Indonesia sesuai dengan tren tuntutan layanan yang juga terus meningkat. Upaya ini dilakukan juga untuk mendukung pencapaian target peningkatan daya saing indeks logistik nasional melalui implementasi dan penguatan ekosistem logistic nasional.
Dalam kaitan ini, Juswandi Kristanto juga mengharapkan para pengurus DPP APBMI yang baru ini dapat bekerja maksimal dengan mengembangkan profesionalisme kerja, khususnya bagi PBM di Indonesia. Tak lupa ia juga mengucapkan salam hormat dan terima kasih kepada senior dan Pendiri DPP APBMI, serta para anggota PBM yang telah mempercayakan dan mengamanahkan tugas kepada dirinya untuk menahkodai DPP APBMI untuk lima tahun ke depan.
“Kami akan terus berupaya menjalin komunikasi dengan semua pihak, dan juga mohon dukungan dari pemerintah, Pelabuhan Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan untuk meningatkan kinerja, terutama sistem layanan bongkar muat di pelabuhan yang dilakukan oleh para Perusahaan Bongkar Muat (PBM), baik untuk multipurpose maupun muatan peti kemas. Efisensi dan efektifitas bongkar muat di pelabuhan yang ditangani oleh PBM, juga memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran arus perdagangan nasional dan dalam upaya meningkatkan indeks daya saing logistik nasional,” ujarnya.
Adapun Suasana Pengurus DPP APBMI Masa Bakti 2021-2026, yang dikukuhnya terdiri: Dewan Penasehat (H. Muhammad Fuadi, H. Putut Sutopo, Capt. Bobby R. Mamahit, Bay M. Hasani, serta Sahat Simatupang, SH., MH). Sedangkan Kepengurusan terdiri dari Pengurus Harian dan Sembilan Kepala Bidang. Ketua Umum H. Juswandi Kristanto, Sekretaris Umum: Capt. A.J.D Korompis, MM, MBA, MSC, Sekretaris: Arrayyan A. Chairan. Bendahara Umum: Cita Trinanda Sari, Bendahara: Resnawati Pardosi.
Kemudian terdapat empat (4) Wakil Ketua Umum (Waketum), di antaranya Waketum Bidang General Cargo, Curah Kering dan Curah Cair, Peti Kemas-Kody Lamahayu, Waketum Bidang Tarif, Hukum dan Advokasi : Dr. H. Muchsin Mansyur, S. Pel., SH., MH. Wakil Ketua Umum Bidang Kepelabuhanan TUKS dan TERSUS: Drs. Romulo Simangunsong TUKS dan TERSUS, Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi,: Oggy Hargiyanto. Selain itu terdapat sembilan (9) kepala bidang dengan beberapa anggota masing-masing. (AC)














