Reporter: Albarsyah
Editor: Teguh IS
Sebagai korporasi dengan core bisnis di bidang infrastruktur dan konstruksi, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, disingkat Wika, punya prestasi yang tak terbantahkan lagi. Digitalisasi yang gencar dijalankan dalam 3 tahun terakhir ini jadi salah satu pilarnya.
Wika banyak menggarap berbagai proyek infrastruktur dan konstruksi di, baik pembangunan jalan tol dan non tol, berbagai bendungan, dam serta proyek pembangkit listrik. Juga terlibat dalam pembangunan banyak proyek strategis yang dicanangkan oleh pemerintah era Presiden Joko Widodo. Bahkan, Wika juga menggarap proyek swasta nasional dan asing.
Tidak puas menjadi perusahaan infrastruktur papan atas di dalam negeri saja, dalam 5 tahun terakhir, perusahaan pelat merah ini pun sudah melakukan ekspansi ke pasar global di kawasan Asia-Pasifik dan Afrika.
Kinerja apik yang dicatatkan Wika itu, membawanya bertengger di jajaran 5 besar korporasi infrastruktur di Tanah Air.
“Raihan kinerja yang cukup baik itu, didukung salah satunya oleh penerapkan digitalisasi di seluruh lini dan operasional perusahaan. Digitalisasi ini pun jadi salah satu pilar pencapaian kinerja bisnis perusahaan,” kata Beben Subagja, GM Sistem Informasi, PT Wijaya Karya Tbk saat sesi Presentasi TOP Digital Awards 2021, secara online, 15 November 2021.
Digitalisasi di Wika
PT Wijaya Karya Tbk (Wijaya Karya) dalam tiga tahun terakhir ini telah menjalankan Tranformasi Digital. “Untuk Kualitas Hidup yang Lebih Baik” jadi tema besar tranformasi digital yang dijalankan Wijaya Karya sejak tahun 2019 lalu. Tranformasi itu juga sejalan dengan visi perusahaan yaitu “Terdepan dalam investasi dan EPC Berkelanjutan untuk Kualitas Kehidupan yang Lebih Baik.”
Kepada dewan juri TOP Digital Awards, Beben menjelaskan transformasi digital di Wika sebagai BUMN dilakukan dengan sistematis dan terencana, dengan dipersiapkan policy, infrastruktur, dan sistem integrasi aplikasi. Dengan landasan AKHLAK.
“Untuk policy, kami mengikuti Kementerian BUMN yaitu Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) dan Good Corporate Governance. IT Roadmad, saat ini kami menggunakan untuk tahun 2021 sampai dengan 2025.
“Infrastruktur, kami memiliki DC dan DRC dengan High Availability. Melakukan back-up data harian, didukung SDM IT, dan tersedia aplikasi SLA ticketing.”
“Sistem integrasi dan portfolio untuk semua channel, mulai dari kantor pusat, daerah/proyek, mobile, web, sampai anak perusahaan. Seluruh data transaksional dari channel itu akan ditarik ke dalam sistem analitikal berupa Data Warehouse. Untuk diolah jadi Business Intelligence dan ditampilkan dalam Dashboard/Performance Management.”
“Service Level Agreement atau SLA IT kami lengkap, untuk Availability 24 jam, RTO 1 jam, RPO 7 jam. Juga Services Delivery untuk layanan Internet 99,5%, Data Center 99,9%, Aplikasi 99,9%, dan Helpdesk 99,9%. Kemudian, IT Disaster Recovery Plan, telah Achieved untuk Availability, RTO, dan RPO.”
Baca: Transformasi Digital di Wijaya Karya Untuk Kualitas Hidup yang Lebih Baik
Inisiatif Transformasi Digital
Beben melanjutkan, sesuai Peta Jalan Digitalisasi WIKA Group, transformasi digital Wijaya Karya tahun 2021 ini fokus pada Group Surveillance – Core Optimization.
“Untuk checklist pelaksanaan transformasi digital tahun ini adalah IT Maturity: 3,5; meningkatkan proses Decision Making dengan + Group Enterprise Data Warehouse; Dashboard BI Finance & PMO, CRM, Talent; ISP 20000 & 27001; Smart Infrastructure; Optimization CRM, SCM, QIS, HCIS, KM, FMS, dan Asset Management,” tambahnya.
“Pengukuran tingkat kematangan TI atau IT Maturity, Wika saat ini telah mengadopsi COBIT 4.0 dan score yang diraih untuk tahun 2021 ini 3,64 yang berarti melampaui target yang ditetapkan yaitu 3,5,” tutur Beben.
Ia pun memparkan inisiatif penting dari transformasi digital Wijaya Karya tahun ini, yaitu, pertama, WZONE, berupa Single Sign On Portal. Memuat Human Capital (HCIS) Mobile, Suksesi Jabatan; dan Quality SHE System Mobile.
Kedua, Alat Komunikasi atau Communication Tools meliputi: WZONE yaitu Portal WIKA untuk akses aplikasi, Informasi Internal terkini; Helpdesk IT berupa sistem ticketing untuk membantu menghadapi kesulitan dalam menggunakan fasilitas IT WIKA; EMAIL WIKA, terdiri dari domain @wika.co.id dan @wikamail.id; dan HCIS (WLIFE) dengan Employee Self Service untuk Update informasi pribadi yang dapat diakses lewat HP (Whatsapp), dan Email.
Ketiga, ERP WIKA. Terkait penerapan ERP, Beben memaparkan saat ini solusi tersebut dimanfaatkan di sejumlah bidang, yaitu Marketing & Sales, Suppy Chain Management, Project Delivery, dan Asset Management. Selanjutnya, bidang Finance Management, Human Capital Management, Healthy & Safety Management, dan terakhir, Document & Knowledge Management.
Dukungan TI di Masa Pandemi
Mengenai kesiapan TI Wika sehubungan dengan pandemi Covid-19, Beben menjelaskan Wika telah memanfaatkan sejumlah solusi yang didukung mulai dari berbagai kebijakan perusahaan, data, infrastruktur, jaringan, hingga aplikasi.
“Untuk collaboration tools, kami menggunakan Office 365; Online Approval untuk kegiatan PMCS, Wika PIS, HCIS, dan Adminstrasi surat; Application Mobile di bidang CRM, WLife, KM, QIS, Wzone. Berikutnya, Daily Tools yang tersedia untuk PMCS, FMS, QIS, Adm. surat.
Wika juga menyediakan Online Learning untuk KM dan LMS; Paperless Report dalam bentuk Dashboards yang menampilkan laporan bulanan hasil usaha direksi (PMO Report), CRM yang menampilkan laporan mingguan direksi dan OK baru; Wika PIS yang menapilkan laporan bulanan manajemen divisi & proyek yang meliputi hasil usaha, manrisk, scorecared.
Terakhir, untuk Update Information & Availability dapat diakses lewat WZone.
Baca: TOP DIGITAL Awards 2019: PT Wijaya Karya Beton Tbk Maksimalkan TI Untuk Menciptakan Peluang Bisnis














