Arutala, perusahaan rintisan berbasis teknologi VR dan AR, berkomitmen untuk terus berinovasi dan mempercepat sekaligus memperluas implementasi metaverse di Indonesia.
Sepanjang tahun 2021, Arutala berfokus pada kolaborasi VR dan AR di industri teknologi kesehatan, pertambangan, dan alat berat. Perusahaan yang berkantor pusat di Yogyakarta ini telah berhasil mengembangkan produk-produk inovatif bagi berbagai perusahaan di dalam maupun luar negeri.
“Di Arutala, salah satu nilai yang kami kembangkan adalah teknologi dapat memberikan solusi di berbagai lini sektor kehidupan, salah satunya pelatihan yang bersifat high risk dan high cost,” ujar CEO Arutala Indra Haryadi menjelaskan dalam keterangan pers, 04/01/2022.
Baca: Indosat Ooredoo dan Snap Gelar IDCamp Developer Challenge AR Creator Holiday Series
Indra mengatakan setelah melakukan riset dan mengamati pola kebutuhan klien, pihaknya berkesimpulan pelatihan yang paling relevan dengan tantangan tersebut adalah di bidang medical dan engineering base.
“Dengan menciptakan ruang baru melalui teknologi VR dan AR, kita dapat menekan angka risiko dan biaya di pelatihan pada kedua sektor tersebut untuk mencapai hasil yang optimal. Sektor kesehatan sendiri berisiko tinggi bagi pelatihan nakes (tenaga kesehatan) sejak pandemi COVID-19,” tambahnya.
Indra mencontohkan, salah satu kendala pelatihan calon nakes saat pandemi adalah memandikan pasien secara langsung di rumah sakit akibat risiko penularan Covid-19. Dengan menggunakan VR, risiko penularan dapat ditekan karena pelatihan tidak harus dilakukan di rumah sakit.
“Alih-alih harus pergi ke rumah sakit, kami hadirkan rumah sakit kepada para nakes untuk kemudahan praktikum. Tentu hal ini juga dapat meningkatkan efisiensi pelatihan melalui apa yang kita sebut teknologi VR dan AR,” jelas Indra.
Hingga saat ini, Arutala menawarkan beberapa servis unggulan di antaranya VR, AR, MR, PC Simulator, hingga 360° Video.
Startup yang didirikan pada tahun 2019 ini juga telah memiliki tujuh mitra institusi pendidikan dari tingkat SMK hingga perguruan tinggi dan lebih dari 25 pengembangan produk.
“Arutala memiliki beberapa misi ke depannya, antara lain menjadi menjadi mitra dalam digitalisasi akademik dan vokasi terutama di tingkat SMK dan perguruan tinggi, menjadi pionir pengembangan inovasi metaverse di Indonesia, menjadi mitra riset dan pengembangan di institusi pendidikan dan perusahaan terutama dalam bidang kesehatan, pertambangan, dan alat berat, mengubah pelatihan yang sifatnya high cost, high risk, menjadi pelatihan yang affordable safe and provide maximum result, dengan teknologi imersif,” tutup Indra.
Baca: Kementerian Kominfo Tingkatkan Koordinasi dan Kolaborasi untuk Jaga Ruang Digital Indonesia














