Pembangunan BTS 4G yang terus berproses hingga saat ini telah didukung dengan kerja keras seluruh pihak dalam menjalankan tugas dan peran secara maksimal.
“Layanan Seluler BTS 4G oleh BAKTI Kementerian Kominfo dapat dinikmati publik melalui skema kerja sama ini. BLU BAKTI Kominfo dan dua mitra terpilih akan saling berkolaborasi menggunakan aset yang dimiliki agar menghasilkan layanan yang terintegrasi,” tutur Direktur Utama BAKTI Kementerian Kominfo Anang Latif. Seremoni Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Program Penyediaan Layanan Seluler 4G di Wilayah 3T dalam rangka Percepatan Transformasi Digital di Jakarta Pusat, Selasa (25/01/2022).
Menurut Dirut Anang Latif, bagian dari pembangunan serta pemilihan infrastruktur BTS 4G termasuk penyediaan lahan merupakan tanggung jawab BLU BAKTI Kominfo. Sementara, penyediaan layanan 4G kepada pelanggan termasuk operasi dan pemeliharaan jaringan 4G secara keseluruhan merupakan tanggung jawab mitra operator seluler terpilih.
“Sesuai ketentuannya, kerja sama ini dituangkan dalam naskah perjanjian kerjasama dalam tiga bulan terakhir. BAKTI dan kedua mitra terpilih PT Telkomsel dan PT XL Axiata telah merumuskan isi PKS (Perjanjian Kerja Sama) tersebut. Sebelumnya, BAKTI bersama mitra terpilih sudah melakukan penandatangan PKS secara sirkular,” jelasnya.
Baca: XL Axiata Dapat Tambahan Bangun 132 Titik Layanan Seluler 4G di Wilayah 3T
Dirut BAKTI Kementerian Kominfo menyatakan penandatanganan dengan PT XL Axiata telah dilakukan pada tanggal 15 Desember 2021. Sedangkan dengan PT Telkomsel seluler dilangsungkan pada tanggal 28 Desember 2021.
“Semoga acara seremoni penandatanganan hari ini dapat menjadi penanda kerja sama yang kokoh antara BAKTI Kominfo dan para pemangku kepentingan. Saya mengucapkan apresiasi mendalam atas keterlibatan dan peran aktif bapak dan ibu sekalian dalam mendukung program pemerintah pembangunan pelayanan seluler BTS 4G oleh BAKTI Kominfo,” ungkapnya.
Dirut BAKTI Anang Latif menegaskan kolaborasi antara Kementerian Kominfo dan mitra operator seluler akan berlanjut sampai infrastruktur telekomunikasi tuntas dibangun dan layanan telah dinikmati masyarakat.
“Masih ada pekerjaan rumah lanjutan yang menanti. Kita perlu bersama-sama memastikan bahwa masyarakat mampu memanfaatkan layanan ini dengan produktif, secara khusus dalam pemanfaatannya di bidang usaha,” tandasnya.
Selaras dengan salah satu pilar transformasi digital nasional yang dilaksanakan Kementerian Kominfo, Pemerintah berupaya meningkatkan ekonomi digital.
“Jika masyarakat mampu memanfaatkan teknologi dan on boarding usahanya ke dalam ranah digital, tentunya hal ini akan semakin memperkuat perekonomian serta daya saing bangsa Indonesia,” tuturnya.
Baca: Telkomsel Bangun 7.772 Titik Layanan Seluler 4G di Wilayah 3T
Baca: Menkominfo Saksikan PKS Penyediaan Layanan Seluler 4G di Wilayah 3T














