Industri data center merupakan salah satu platform digital yang diprediksi potensinya akan terus berkembang seiring dengan pesatnya digitalisasi di banyak sektor untuk kawasan Asia Tenggara, terutama di Indonesia.
“Kami meyakini kebutuhan data center akan terus mencatatkan pertumbuhan positif. Hal ini menjadi peluang besar bagi Telkom untuk menjadi pemain dominan di market. Untuk itu Telkom terus membangun competitive advantage untuk bersaing di bisnis digital platform,” kata VP Corporate Communication PT Telkom Indonesia Tbk Pujo Pramono mengutip pemberitaan di media nasional, 28/02/2022.
Untuk mendukung pengembangan bisnis data center di tahun ini, Telkom tengah menyiapkan milestone atau rancangan manajemen proyek untuk unlock value bisnis data center. “Kami tengah mengkaji opsi terbaik demi value creation yang optimal agar nantinya dapat memberikan dukungan yang signifikan dalam pengembangan ekosistem digital,” ungkap Pujo.
Menurutnya, data center sangat diperlukan untuk mengakomodasi kebutuhan masa mendatang, seperti kehadiran 5G, teknologi edge blockchain dan kebutuhan masa depan lainnya. Juga dibutuhkan untuk mendukung perkembangan ekonomi digital, e-commerce yang diproyeksikan akan terus berekspansi.
Saat ini, lanjut Pujo, Telkom memiliki total 27 data center yang saling terhubung baik di dalam maupun luar negeri, termasuk yang berskala besar yakni Hyperscale Data Center (HDC) di Cikarang.
Data center milik Telkom yang dikelola oleh Telkomsigma untuk pasar dalam negeri, telah sustain secara bisnis dengan memiliki lebih dari 40% market share industri data center di Indonesia.
Untuk bisnis data center di pasar luar negeri, data center Telkom Group dikelola oleh Telin sebagai anak perusahaan Telkom yang bergerak di bisnis internasional. Saat ini terdapat lima data center Telkom yang ada di luar negeri yang berlokasi di Singapura, Hong Kong dan Timor Leste.
Baca: Bisnis Data Center TelkomGroup Dapat Apresiasi Komisi VI DPR
Dalam bisnis data center, Telkom memiliki tiga aspek penting yakni: Seamless, terhubung dengan seluruh data center milik TelkomGroup termasuk juga ke edge data center. Connectivity, merupakan Hyperscale Data Center yang terhubung dengan infrastruktur backbone broadband TelkomGroup. Terakhir, akses kepada pelanggan TelkomGroup (Eyeball) termasuk 173,5 juta pelanggan Telkomsel dan 8,47 juta pelanggan IndiHome yang merupakan pengguna bisnis digital.
Sebagai informasi, pada akhir 2021 Telkom telah menyelesaikan tahap 1 pembangunan HyperScale Data Center Cikarang. Hyperscale Data Center tersebut memiliki luas 65.000 meter persegi dengan total kapasitas mencapai 10.000 rack, yang memiliki kapasitas daya listrik hingga 75 MW.
Pada awal 2022, Telkom melakukan penyertaan modal dalam bentuk cash dan non-cash berupa aset (inbreng) tanah, bangunan, dan perangkat Hyperscale Data Center (HDC) ke anak usahanya PT Sigma Tata Sadaya senilai Rp 2,1 triliun.
Baca: Lagi, Telkom Jadi Satu-satunya Perusahaan Indonesia di Jajaran Brand Finance Global 500














