Pembangunan Satelit Republik Indonesia (SATRIA)-1 berjalan dengan baik. Keberadaaan satelit ini penting untuk percepatan transformasi digital guna mengikis kesenjangan atau disparitas digital di Indonesia.
“Satelit ini penting untuk memberikan dukungan atas 150.000 titik pelayanan publik di Indonesia. Pak Presiden Jokowi berpesan bahwa sarana komunikasi digital ini utk memperkecil disparitas digital. SATRIA-1 adalah alat kita atau sarana kita untuk menutup digital divide, mempersempit kesenjangan digital dan memberikan layanan kepada semua rakyat,” jelasnya usai bertemu dengan CEO Thales Alenia Space, Herve Derrey di Cannes, Prancis, 02/03/2022.
Menkominfo mengapresiasi proses produksi yang dilakukan Thales Alenia Space. Menurutnya pengerjaan dilaksanakan dengan baik. “Sebelum dikirimkan ke orbit di atas, seluruh aspeknya harus baik agar sampai ke orbit bisa berfungsi dengan baik,” ungkapnya.
Menteri Johnny menegaskan peluncuran SATRIA 1 akan tetap berlangsung sesuai jadwal pada kuartal kedua tahun 2023. Menurutnya saat ini proses produksi sampai sekitar 60% dari total keseluruhan proses dan testing, “Semuanya berjalan dengan baik sesuai jadwal yang mereka siapkan.”
Menkominfo menyatakan peluncuran SATRIA-1 akan berlangsung dari Florida, Amerika Serikat dengan menggunakan Roket Falcon 500x.
Baca: Satelit SATRIA-1 akan Sediakan Internet untuk 150 Ribu Titik Layanan Publik
Disamping komponen antariksa, Pemerintah juga membangun komponen darat atau ground segment. “Dalam segmen itu ada 11 hub di Indonesia, dengan hub utama ada di Cikarang. Kita harapkan dengan kapasitas 150 Gbps itu setidaknya setiap titik layanan publik akan dilayani dengan 1 Mbps,” jelasnya.
Menteri Johnny beharap agar SATRIA-1 bisa mengorbit tepat waktu dan pembangunan ground segment berlangsung tepat waktu pula. “Kami betul-betul berharap agar Thales Alenia bisa meletakkan satelit di orbit tepat waktu. Dan rekan-rekan dari operator satelit di Indonesia, bisa membangun ground segment juga tepat waktu. Sehingga rencana kita untuk menggunakan satelit ini secara operasioanal pada Q3 atau paling lambat Q4 2023 itu bisa kita wujudkan,” jelasnya.
CEO Thales Alenia Space, Herve Derrey menyatakan kebanggan atas kepercayaan Pemerintah Indonesia untuk membangun SATRIA-1. Ia menjelaskan konstruksi SATRIA-1 berlangsung di tiga tempat, yaitu Toulouse, Belfast dan Cannes. SATRIA-1 terdiri dari empat tingkat dengan lokasi produksi yang berbeda untuk setiap bagiannya. “Yang berkaitan dengan pilot diproses di Toulouse, untuk base di Belfast Irlandia. Dan perakitan terakhir di Cannes sekaligus pengujiannya,” tuturnya.
Baca: Pemerintah Bangun 11 Satelit Bumi untuk Dukung Operasional Satelit SATRIA-1














