Dalam proses IPO-nya di Bursa Efek Indonesia, GoTo menawarkan sebanyak 48 miliar saham baru Seri A dengan kemungkinan ditingkatkan sampai dengan sebanyak-banyaknya 52 miliar saham baru dan mewakili hingga 4,35 persen dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan setelah selesainya IPO (tidak termasuk saham tambahan dari opsi penjatahan lebih).
Dengan jumlah saham yang ditawarkan, perusahaan dapat mengumpulkan dana setidaknya Rp15,2 triliun (1,1 miliar dolar AS), dengan tambahan Rp2,3 triliun (160 juta dolar AS) dari greenshoe.
CEO PT GoTo (Gojek Tokopedia) Tbk Andre Soelistyo mengatakan penerapan klasifikasi saham dengan hak suara multipel (SHSM) atau Multiple Voting Shares (MVS) dalam pencatatan saham perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI) bertujuan agar perusahaan bisa mengeksekusi strategi jangka panjang.
“SHSM ini memberikan hak kepada para pendiri, kebetulan kami bertiga dengan beberapa orang lain dan juga beberapa tim manajemen untuk mendapatkan hak suara mayoritas, sehingga kami dapat mengambil keputusan secara cepat dan juga eksekusi strategi jangka panjang dan juga menumbuhkan bisnis sejalan dengan visi jangka panjang kami. Ini sangat penting bagi kami semua,” jelas Andre dalam jumpa pers secara daring di Jakarta, 15/03/2022.
Melanjutkan penjelasannya Andre mengatakan SHSM memang baru diperkenalkan di Indonesia untuk perusahaan-perusahaan publik. Tapi mekanisme tersebut sebenarnya normal dan biasa digunakan di seluruh dunia, apalagi untuk perusahaan teknologi.
Ia pun mencontohkan perusahaan-perusahaan teknologi raksasa seperti Google, Facebook, Amazon, dan Alibaba juga memiliki struktur yang mirip dengan SHSM tersebut.
“Mudah-mudahan dengan struktur ini kami juga bisa terus bertanggungjawab untuk keberhasilan dan keberlanjutan perusahaan hingga saat ini, dan struktur ini memastikan bahwa kami bisa terus dapat menjalankan perjalanan ini,” harap Andre.














