Platform media sosial dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pemasaran yang jitu di era digital. Kunci dalam menciptakan pemasaran yang baik adalah kreativitas dalam mengolah konten sehingga bisa viral dan menjangkau banyak orang.
“Tidak hanya kita punya toko di marketplace atau punya Facebook atau TikTok, lalu selesai. Tapi, kita harus pikirkan teknik bagaimana menggunakan media sosial agar bisa viral,” kata praktisi dan konsultan pemasaran dari Inventure, Yuswohady, dalam suatu jumpa pers di Jakarta, Selasa, 24/05/2022
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa digital marketing is about content marketing, bagaimana menciptakan konten yang menimbulkan rasa penasaran dan viral.
“Setidaknya, ada dua pendekatan yang bisa dilakukan yakni word of mouth (WOM) marketing dan fear of missing out (FOMO) marketing,” ujar Yuswohady.
WOM marketing adalah proses pemasaran yang dilakukan dari mulut ke mulut. Hal ini, biasanya dipicu oleh pengalaman pelanggan terhadap suatu produk kemudian dibagikan kepada orang lain.
Sementara, FOMO marketing berusaha memanfaatkan psikologis pelanggan, dalam hal ini rasa gelisah atau takut ketinggalan tren, untuk membuat konsumen segera melakukan pembelian.
“Saya mengatakan WOM itu seperti bara api, kemudian FOMO adalah bensin. Jadi kalau bensin ketemu api, jadinya akan menghasilkan seperti energi besar seperti energi nuklir,” kata Yuswohady.
Jika strategi pemasaran tersebut dilakukan dengan baik, menurut Yuswohady, hal itu akan meminimalisir dana pemasaran atau bahkan tidak mengeluarkan dana sama sekali.
Baca: Rahasia Sukses Transformasi Digital UMKM














