Saat ini, pendapatan pelaku industri gim lokal paling banyak berasal dari kegiatan ekspor ke negara di kawasan Eropa dan Amerika Serikat.
Potensi pendapatan industri gim dari kegiatan ekspor itu diperkirakan akan terus berkembang mengingat saat ini adaptasi teknologi untuk layanan hiburan juga semakin menarik.
Indonesia menduduki peringkat ke-16 dari seluruh negara yang ada di dunia dalam pasar industri gim. Secara lebih spesifik, Indonesia bahkan masuk ke dalam sepuluh besar peringkat tertinggi untuk industri gim “mobile phone” dengan estimasi nilai ekonomi yang didapat berkisar Rp25 triliun hingga Rp35 triliun pertahunnya.
“Kami meyakini bisnis industri gim itu akan tetap berkembang dengan adanya kehadiran konsol baru, teknologi blockchain, ada juga konektivitas 5G itu memungkinkan pengembangan-pengembangan gim muncul dalam bentuk baru dan bisa menggeliatkan pasar tak terkecuali di dalam maupun luar negeri,” kata Presiden Asosiasi Game Indonesia (AGI) Cipto Adiguno saat konferensi pers virtual, Senin, 15/08/2022.
Baca: Kominfo: “Peluang Pasar Industri Gim Nasional Sangat Besar”
Mengutip data Indonesia Game Rating System (IGRS) hingga 2022, tercatat sudah ada 85 pengembang gim asal Indonesia yang ada di industri gim Tanah Air. Karakteristik dari gim-gim besutan pelaku industri gim lokal ternyata disukai oleh pemain gim dari luar negeri.
Dengan karakteristik unik itu, ternyata penggemar gim besutan dalam negeri cukup setia sehingga dapat meningkatkan bisnis para pelaku industri gim asal Indonesia.
Cipto mengingatkan meski optimistis menyambut pertumbuhan bisnis, namun tak bisa dipungkiri ada tantangan yang dihadapi dengan kondisi pandemi yang membaik.
Maka inovasi menjadi kunci agar para pemain gim besutan pengembang Indonesia itu tetap menjadi primadona dan bisa bertumbuh dengan positif.
“Berbeda dengan industri pada umumnya ketika pandemi yang turun, industri digital kreatif ini justru bertumbuh. Nah sekarang dengan kondisi kegiatan pembatasan dibuka, orang-orang mencari hiburan bisa juga di luar gim dan keluar dari rumahnya. Tentu kami harus berusaha lebih supaya orang-orang yang sebelumnya mulai main gim karena pandemi itu tidak berhenti dan mereka tetap tertarik sehingga bisnis ini tetap bisa bertumbuh baik,” jelas Cipto.














