Penulis: Achmad Adhito
Editor: Fauzi
PT BPD Kaltimtara (Bankaltimtara) dalam pengadaan aplikasi TI (teknologi informasi), memilih mengembangkannya secara internal. Jadi, tidak menggunakan jasa vendor luar. Penyebab hal itu adalah adanya sejumlah keuntungan bila mengembangkan aplikasi TI secara internal.
“Contohnya, kalau ada kekurangan di sebuah aplikasi, kami bisa perbaiki, bukan? Hal ini berbeda dengan jika kami menggunakan vendor luar,” kata Pemimpin Divisi TI Bankaltimtara, Yenny Israwati (17/10/2022), dalam presentasi melalui aplikasi Zoom, untuk Dewan Juri Top Digital Awards 2022, yang digelar Majalah IT Works bekerja sama dengan sejumlah lembaga.
Yenny kemudian mencontohkan aplikasi TI yang dikembangkan secara internal oleh Bankaltimtara. Yaitu aplikasi KPR Milenial, Kredit Meranti (Mikro Ekonomi Rakyat Dambaan Hati), pembayaran pajak serta retribusi daerah, dan lain-lain.
“Aplikasi-aplikasi tersebut,” Yenny mengatakan, “Merupakan contoh dari solusi bisnis inovatif di Bankaltimtara.”
Ia pun menjelaskan bahwa Bankaltimtara punya pedoman dan prosedur lengkap dalam pengembangan aplikasi-aplikasi TI.
Kebijakan investasi/belanja TI pada Bankaltimtara selalu ditetapkan dalam RBB (rencana bisnis bank), yang telah dituangkan dalam IT strategic plan. “Kemudian, IT strategic plan itu disetujui oleh IT steering committe,” Yenny menjelaskan.
Selanjutnya, Yenny menjelaskan beberapa hal lain tentang belanja TI di bank tersebut. Di tahun 2022, anggaran TI di Bankaltimtara senilai Rp177 miliar. Angka ini lebih tinggi daripada di tahun 2021 yang di Rp91,61 miliar.
“Total capital expenditure dan operational expenditure di tahun 2022, di Rp2,71 triliun. Untuk 2021, itu di Rp2,33 triliun,” papar Yenny.
Sementara, berdasarkan perbandingan anggaran TI dengan total pendapatan Bankaltimtara, dapat dijelaskan bahwa tahun 2022, rasionya di 3,18%. Sementara itu, di tahun 2021, rasio itu di 3,33%.
Untuk anggaran TI berbanding total biaya, tahun 2022 ada di 2,13%. Sedangkan untuk tahun 2021 angka itu di 3,93%.
Total jumlah karyawan di Bankkaltimtara, pada saat ini, di 1.811 orang. Dari situ, yang merupakan karyawan bagian TI, sebanyak 29 orang.
“Di Bankaltimtara,” Yenny menjelaskan, “Divisi TI langsung dibawahkan oleh direktur operasional dan manajemen risiko.”














