Penulis: Mi’roji
Editor: Teguh IS.
Tahukah Anda, Madiun selain dikenal dengan julukan Kota Gadis, juga dikenal dengan Kota Pendekar karena banyak perguruan pencak silat di kota ini.
Bukan hanya itu nilai lebih dari kota yang terletak di bagian barat Provinsi Jawa Timur ini. Pemerintah Kota Madiun memiliki visi terwujudnya Pemerintahan yang Bersih, Berwibawa menuju masyarakat Sejahtera.
Sementara, salah satu misinya yaitu Mewujudkan Pemerintahan yang Baik (Good Governance) melalui Peningkatan Kualitas Pelayanan Kepada Masyarakat, dengan slogan “Madiun Kota Melayani.”
Dinas Kominfo Kota Madiun terus berupaya membangun Digital Culture dengan membangun aplikasi-aplikasi yang mendukung kegiatan pemerintahan dan proses layanan masyarakat.
Sekretaris Dinas Kominfo Kota Madiun Noor Aflah, S.Kom
Merujuk pada misi itulah, Kota Madiun melalui Dinas Komunikasi dan Informatika berupaya meningkatkan sarana TIK sebagai jalan guna mewujudkan pemerintahan yang baik dalam melayani masyarakat.
“E-gov masuk pada misi pertama, yaitu “Mewujudkan Pemerintahan Yang Baik (Good Governance). Dalam rangka mencapai misi tersebut perlu dukungan sarana prasarana teknologi informasi di mana hal ini menjadi tugas dan fungsi Dinas Kominfo, yang tertuang dalam Renstra Dinas tahun 2019-2024,” terang Sekretaris Dinas Kominfo Kota Madiun Noor Aflah, S.Kom saat penjurian TOP Digital Awards 2022 secara online oleh Majalah It Works, Selasa 11 Oktober 2022.
“Untuk itu, setiap tahun Dinas Kominfo telah menganggarkan dana untuk memenuhi kebutuhan sarana prasarana TIK melalui APBD,” imbuhnya.
Baca: TOP Digital Awards 2021: Bagi Pemkot Madiun, TIK Jadi Kebutuhan Pokok
Lebih lanjut, ia mengutarakan bahwa sebagai penyelenggara layanan pemerintahan dan masyarakat di Bidang Teknologi Informasi, Dinas Kominfo Kota Madiun terus berupaya membangun Digital Culture dengan membangun aplikasi-aplikasi yang mendukung kegiatan pemerintahan dan proses layanan masyarakat, baik di Dinas Kominfo maupun OPD lain.
“Kami juga men-sinkron-kan pengembangan aplikasi dengan program pemerintah pusat (SPBE, Smart City, IPKD, SIPD, SIKD) dan membangun budaya digital yang bersifat anywhere, anyone, anytime,” tegas Noor Aflah, kepada dewan juri TOP Digital Awards.
Terobosan Inovasi Digital Kota Madiun
Dalam kesempatan ini pun, ia memaparkan sejumlah inovasi digital, yang telah dihadirkan bagi masyarakat Kota Madiun.
Pertama, Profit M-Tech (Program Wifi Gratis untuk Madiun Genggam Teknologi). Ini merupakan program kebijakan pembangunan layanan wifi gratis bagi masyarakat yang saat ini sudah menjangkau sampai ke tingkat RT (poskamling) dan lapak UMKM.
“Saat ini, 1.936 Titik Wifi dan telah dimanfaatkan untuk IoT (Internet of Things), Smart PJU, Otomatisasi Penyiraman Taman Kota, Pantau Pompa Banjir, dan CCTV Pintu Masuk Kota Madiun,” ujar Noor Aflah.
Kedua, AWAK SIGAP (Anda WA, Kami Siap Segera Tanggap), ini merupakan layanan pengaduan yang berfungsi untuk menampung keluhan dan pengaduan, baik dari internal Pemkot Madiun maupun masyarakat umum yang dapat diakses melalui nomor telp 112 maupun layanan Whatsapp 0811 – 3577 – 800.
Ketiga, SICAKER, yaitu aplikasi yang digunakan untuk masyarakat dalam keperluan pelamaran kerja dan pendaftaran pelatihan kerja. Keunggulan dari aplikasi ini yaitu bisa diakses melalui website maupun mobile serta dapat membuat AK 1 (kartu kuning) secara online.
Keempat, SI PENDEKAR KESOS (Sistem Pelayanan Dekat Rakyat Bidang Kesejahteraan Sosial). Ini merupakan aplikasi untuk mengusulkan dan daftar penerima bantuan. Keunggulan dari aplikasi ini yaitu terdapat Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Data Bantuan Sosial (BANSOS) dan Layanan Aduan.














