Penulis: Abdullah Suntani
Editor: Teguh IS.
Komitmen Perumda Air Minum Tirta Manuntung Balikpapan dalam memanfaatkan teknologi informasi (TI) tak diragukan lagi. Hal itu terlihat dalam berbagai upayanya melakukan transformasi digital untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan dalam proses bisnis perusahaan.
Demikian disampaikan Alfiansyah selaku Kepala Bagian Sistem Informasi Manajemen Perumda Tirta Manuntung Balikpapan saat mengikuti Penjurian TOP Digital Awards 2022 via daring, Selasa, 01/11/2022, dengan membawakan presentasi berjudul “Dampak Strategis dari Transformasi Digital di Perumda Tirta Manuntung Balikpapan.”
TOP Digital Awards adalah ajang pembelajaran dan penghargaan bidang TI tingkat nasional, diselenggarakan majalah It Works sejak tahun 2016 bekerjasama dengan sejumlah asosiasi dan lembaga konsultan TI dan Telco. Tema yang diangkat dalam TOP Digital Awards 2022 ini adalah “The Strategic Impact of Digital Transformation in Business & Government.”
Dalam kesempatan ini, bertindak sebagai dewan juri yaitu Lim Kurniawan, Eri Sumiarso, Dwinda Ruslan, dan Benyamin De Haan.
Inovasi Bisnis Unggulan
Lebih lanjut Alfiansyah mengutarakan bahwa salah satu upaya menjalankan transformasi digital dengan membangun digital culture di lingkungan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan, seperti meminta semua dokumen, nota dinas maupun disposisi dikirimkan dalam bentuk soft file menggunakan aplikasi IP Messenger dan aplikasi e-office.
Tidak hanya itu, upaya transformasi digital untuk pelanggan juga dilakukan berupa pengembangan aplikasi pun digenjot yang dimulai tahun 2010 hingga puncaknya pada tahun 2020 saat pandemi.
Pada 2010, Perumda Tirta Manuntung Balikpapan melakukan kerjasama dengan pihak kedua untuk penerimaan pembayaran tagihan air melalui Bank dan PPOB (payment point online bank). Melalui kerja sama ini, pembayaran rekening air bisa melalui bank serta mitra-mitra yang bekerja sama dengan bank dan PPOB sehingga pelanggan mempunyai pilihan cara membayar yang lebih luas, dapat dilakukan 1×24 jam serta dapat dilakukan dari mana saja termasuk dari rumah.
“Tadinya, kami memiliki 7 loket di Balikpapan, 6 loket di luar kantor, satu loket sebagai loket pusat. Sejak kita berlakukan PPOB ini, 6 loket jadi hilang. Tidak dipakai, semua digantikan melalui pihak kedua. Sementara satu loket di kantor pusat untuk keperluan khusus,” tutur Alfiansyah.
Dengan beralihnya metode pembayaran atau tagihan tersebut, perusahaan berhasil menekan cost pengeluaran, sekaligus mendapatkan income tambahan. “Mereka yang tadinya bertugas di loket, kita berdayakan di tempat lain,” ungkapnya.
“Kemudian bangunan-bangunan atau gedung yang tadinya untuk loket, kita bisa sewakan ke pihak lain, sehingga menambah pendapatan,” imbuhnya.
Manfaat lainnya, keamanan dana terjamin. “Saat masih pakai loket pembayaran, dana terkumpul di loket. Pada saat kita selesai atau tutup loket, kita harus setor ke bank, ada potensi risiko keamanan kalau kita membawa uang tunai di perjalanan. Dengan menggunakan PPOB, kami menghilangkan risiko tersebut,” Alfiansyah menuturkan.
Dengan pembayaran tagihan air melalui Bank dan PPOB, efisiensi penagihan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan meningkat. Pelanggan pun mempunyai saluran pembayaran lebih banyak dan lebih mudah sehingga diharapkan bagi pelanggan tidak ada penundaan pembayaran.
Inovasi lain yang tak kalah menarik yakni, pembacaan angka meter air, dimana petugas melakukan pembacaan meter air dengan menggunakan alat baca berupa handphone untuk mengambil foto water meter pelanggan.
Sebelum menggunakan alat ini, tutur Alfiansyah, petugas pembaca meter membawa kertas ke lapangan untuk mencatat dan sebelum sore hari mereka harus pulang ke kantor untuk meng-input-kan angka meter ke dalam sistem.
“Proses ini memakan waktu dan biaya yang besar. Apalagi kalau harus menambah petugas pembaca water meter-nya. Tapi dengan mengunakan handphone ini, data langsung masuk ke dalam sistem maka wacana penambahan petugas tidak terjadi. Yang artinya secara tidak langsung dengan alat baca berupa handphone ini, kita bisa menghemat potensi penambahan biaya untuk pegawai,” imbuhnya.
“Manfaat berikutnya, risiko kesalahan dapat diminimalisir,” pungkasnya.














