ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Riset Ungkap 10 Tren Consumer di Masa Depan yang Terdampak Iklim

Fauzi
18 January 2023 | 12:00
rubrik: Research
Riset Ungkap 10 Tren Consumer di Masa Depan yang Terdampak Iklim

Ilustrasi, Image: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Ericsson mengeluarkan hasil penelitian tahunan terbaru 10 Hot Consumer Trends yang merupakan bagian dari Ericsson ConsumerLab, di mana tahun ini berjudul: “Life in a Climate-Impacted Future”. Dalam laporan tersebut tercatat statistik bahwa Hampir 99 persen dari 15.000 lebih pengguna awal teknologi di dunia yang berkonsultasi dengan Ericsson mengatakan bahwa mereka berekspektasi untuk dengan proaktif menggunakan internet dan solusi berbasis konektivitas pada 2030 untuk secara pribadi mengatasi dampak perubahan iklim dan pemanasan global.

Publikasi bulan Januari 2023 ini merupakan edisi kedua belas dari laporan tersebut, dimana tahun ini membahas kekhawatiran, harapan, serta tindakan teknologi yang diambil secara pribadi oleh konsumen terkait dengan isu iklim pada 2030.

Sekitar 83 persen responden percaya bahwa dunia akan mencapai atau melampaui tingkat pemanasan global hingga 1,5°C (di atas tingkat pra-industri), yang telah ditentukan dalam perjanjian internasional, sebagai batas atas kemungkinan dari peristiwa cuaca yang lebih ekstrem dan konsekuensi negatif dari iklim.

Sekitar 55 persen pengguna awal di wilayah metropolitan percaya bahwa perubahan iklim akan berdampak negatif pada kehidupan mereka dan berekspektasi untuk beralih ke solusi konektivitas sebagai penanggulangan.

Kekhawatiran utama responden meliputi: biaya hidup, akses ke energi dan sumber daya material, serta kebutuhan akan konektivitas yang aman dan dapat diandalkan di masa-masa sulit dan cuaca yang kacau. Sekitar 59 persen responden percaya bahwa inovasi dan teknologi akan krusial untuk mengatasi tantangan sehari-hari yang disebabkan oleh perubahan iklim di 2030-an.

Lebih dari 15.000 pengguna awal Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), dan asisten virtual cerdas atau digital assistants di 30 kota secara global diminta untuk mengevaluasi 120 ide layanan digital di 15 area, mulai dari upaya adaptasi terkait iklim dalam kehidupan sehari-hari hingga cara menangani peristiwa cuaca yang buruk.

Dari data yang diperoleh, para ahli dari Ericsson ConsumerLab membuat 10 area tren untuk mengelompokkan jawaban para konsumen.

Magnus Frodigh, Head of Ericsson Research, mengatakan “Konsumen secara jelas mengatakan bahwa koneksi internet yang andal dan tangguh akan menjadi sangat penting bagi kehidupan sehari-hari mereka, serta upaya pribadi mereka untuk mengatasi perubahan iklim, karena mereka memperkirakan perubahan cuaca ekstrem dan dampak negatif dari iklim akan lebih umum terjadi. Konsumen tidak hanya mengharapkan konektivitas yang dibutuhkan tersedia dalam skala global, tetapi juga tersedia dengan cepat.”

BACA JUGA:  Gandeng BUMN, Unair Kembangkan Stem Cell untuk Antiaging

Jerry Soper, Head of Ericsson Indonesia, mengatakan “Inovasi dan kemajuan teknologi akan menjadi semakin krusial dalam membantu menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dampak negatif perubahan iklim. Digitalisasi akan membantu kita mengatasi berbagai tantangan besar global, seperti menjembatani kesenjangan digital, mengurangi jejak karbon, dan sebagainya. Sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 26 persen pada tahun 2030, Ericsson akan terus menyediakan solusi rendah karbon dan teknologi dan mempromosikan pengembangan bisnis yang berkelanjutan.”

Sebagian besar pengguna awal tidak hanya percaya bahwa perubahan iklim sedang terjadi, namun juga hasilnya akan membawa dampak lebih besar dalam kehidupan mereka di tahun 2030-an dibandingkan dengan saat ini. Sementara itu, kepentingan ekonomi pribadi dan gaya hidup akan menjadi pendorong terbesar untuk penggunaan layanan bagi responden survei di tahun 2030-an, kemungkinan perilaku kolektif skala besar baru yang dapat menghasilkan perubahan besar di kehidupan sehari-hari, seperti yang kita ketahui saat ini – seperti cara kita bekerja, ketika kita bekerja, dan keseimbangan kehidupan bekerja.

Misalnya, perpindahan dari penggunaan unit waktu, seperti hari dan rutinitas kerja dari pukul sembilan hingga lima yang ‘konvensional’, bisa menjadi pendorong utama munculnya tren Mobilitas Tanpa Terburu-buru atau No-Rush Mobilitiy. Suatu masyarakat yang diatur berdasarkan titik tertinggi dan terendah dari penggunaan energi dapat menjadi hal yang umum, dibandingkan dengan penggunaan unit waktu.
Responden juga mengharapkan peran Artificial Intelligence (AI) dapat menyerupai perilaku konsumen – seperti yang telah diuraikan dalam tren Less is More Digital – misalnya untuk membantu pembeli mengurangi dampak konsumsi material mereka dengan menggunakan alternatif digital untuk produk fisik.

Sara Thorson selaku Report Co-author sekaligus Head of Concept Development, Ericsson ConsumerLab, membahas tren lain yang teridentifikasi, yakni Air Pintar atau Smart Water: “Penggunaan air juga dapat berubah secara drastis, jika penjatahan menjadi jauh lebih luas ketimbang saat ini. Sekitar 64 persen pengguna awal memperkirakan bahwa pada tahun 2030-an, tunjangan air bulanan akan diatur secara digital untuk semua warga negara.”

BACA JUGA:  Riset Ungkap Dunia Digital yang Sehat Jadi Kebutuhan

Dr. Michael Björn selaku Head of Research Agenda, Ericsson Consumer and IndustryLab, serta pencetus laporan 10 Hot Consumer Trends sejak diterbitkan pertama kali pada 2011, mengatakan bahwa konsumen juga memperkirakan risiko penyalahgunaan solusi terkait dampak iklim.

Tren “The Climate Cheaters” menyoroti pertimbangan yang disayangkan, namun sangat nyata, yaitu untuk kepatuhan terhadap tindakan apa pun yang berfokus pada iklim. Mungkin ada penipu yang mencoba menghindari kewajiban terkait peraturan dampak iklim, seperti membayar tagihan atau merekam data. Dalam menghadapi perubahan iklim, sekitar 72 persen responden meramalkan penggunaan teknologi digital untuk melewati batasan lingkungan demi keuntungan jangka pendek pribadi. Hal ini menunjukkan peringatan besar akan pentingnya untuk terus berfokus pada keandalan layanan.”

Berikut kumpulan 10 Hot Consumer Trends dimaksud:

  1. Pemotong Biaya: Layanan digital akan membantu konsumen mengendalikan biaya makanan, energi, dan perjalanan dalam situasi iklim yang tidak stabil. Lebih dari 60 persen pengguna awal di perkotaan mengkhawatirkan biaya hidup yang lebih tinggi di masa depan.
  2. Koneksi Tak Terputus: Koneksi internet yang andal dan tangguh akan menjadi lebih penting jika dan saat peristiwa cuaca ekstrem meningkat. Sekitar 80 persen pengguna awal di perkotaan percaya bahwa akan ada pelacak sinyal pintar yang dapat menunjukkan area jangkauan yang optimal selama bencana alam di tahun 2030-an.
  3. Mobilitas Tanpa Terburu-buru: Jadwal yang ketat mungkin sudah ketinggalan zaman karena regulasi mengenai iklim dan efisiensi energi telah mengubah arti dari fleksibilitas. Sekitar 68 persen responden akan merencanakan aktivitas menggunakan sistem penjadwalan yang mengoptimalkan berdasarkan biaya energi, bukan berdasarkan efisiensi waktu.
  4. S(AI)fekeepers: AI diharapkan dapat mendukung layanan yang melindungi konsumen ketika cuaca semakin tidak terduga dan tidak stabil. Hampir setengah dari pengguna awal di perkotaan mengatakan bahwa mereka akan menggunakan sistem peringatan cuaca yang dipersonalisasi untuk keselamatan mereka sendiri.
  5. Iklim Kerja Baru: Kendala jejak karbon pada perusahaan, kenaikan biaya, dan percepatan digitalisasi akan membentuk rutinitas kerja di masa depan. Tujuh dari 10 memperkirakan asisten AI perusahaan merencanakan perjalanan kerja, tugas, dan sumber daya untuk meminimalkan jejak karbon terkait pekerjaan.
  6. Air Pintar: Oleh karena air tawar akan semakin langka di tahun 2030-an, konsumen mengantisipasi layanan air yang lebih cerdas untuk menghemat dan menggunakan kembali air. Hampir setengah dari pengguna awal di perkotaan mengatakan bahwa rumah tangga mereka akan menggunakan penangkap air pintar di atap, balkon, dan jendela yang terbuka secara canggih saat hujan untuk menangkap dan membersihkan air hujan.
  7. The Enerconomy: Layanan berbagi energi digital dapat meringankan beban kenaikan biaya energi di tahun 2030-an. Energi dapat menjadi mata uang karena 65 persen pengguna awal di perkotaan memperkirakan konsumen akan dapat membayar barang dan jasa dalam kWh menggunakan aplikasi seluler pada tahun 2030-an.
  8. Lebih sedikit berarti lebih digital: Pengganti produk digital dapat menjadi penanda status karena konsumsi fisik yang berlebihan dapat menjadi sesuatu yang mahal dan dikritik secara sosial. Dematerialisasi kebiasaan konsumsi dapat meningkat karena seper tiga pengguna awal di perkotaan percaya bahwa mereka secara pribadi akan menggunakan aplikasi belanja yang menyarankan alternatif digital untuk produk fisik.
  9. Natureverse: Merasakan suasana alam di daerah perkotaan tanpa perjalanan jauh, bisa menjadi standar di tahun 2030-an dalam menghadapi perubahan iklim yang berkelanjutan dan potensi keterbatasan perjalanan. Empat dari 10 pengguna awal di perkotaan ingin secara pribadi menggunakan layanan perjalanan virtual yang memungkinkan mereka merasakan cagar alam dan jalur pegunungan secara langsung, seolah-olah mereka ada di sana.
  10. Climate Cheaters: Responden mengatakan bahwa konsumen akan menemukan cara untuk melewati pembatasan lingkungan yang lebih ketat akibat harga yang lebih tinggi dan penjatahan energi dan air. Lebih dari setengah pengguna awal di perkotaan memperkirakan aplikasi peretasan daring akan memungkinkan mereka untuk memanfaatkan pasokan air atau listrik tetangga secara ilegal.
BACA JUGA:  Orang Indonesia Habiskan Kuota Data Internet sebanyak 5 GB Setiap Bulan
Tags: Ericsson
Previous Post

Perbankan Harus Mentransformasikan Model Bisnis ke Digitalisasi

Next Post

Menkominfo Hadiri Rakornas Forkopimda 2023, Dukung Penguatan Pertumbuhan Ekonomi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukit Asam Hadirkan Aplikasi CISEA untuk Industri Tambang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gara-gara Millennial, Implementasi BI QRIS Sesuai Ekspektasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infinix GT 30 Resmi Meluncur di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukung UMKM Go Digital, Gojek Gelar Pelatihan KAMUS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Dari Sekedar Token Menuju Kepercayaan: Momen Pembuktian AI Senilai US$2,5 Triliun

Fauzi
18 June 2026 | 12:58

Oleh: Abhas Ricky, Chief Business Officer and GM of Applied AI Era kecepatan dan akses sedang berakhir. Apa yang menggantikan...

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto