Jakarta, Itech- SAP berencana membangun kemampuan baru dalam suite SAP SuccessFactors® HCM untuk membantu meningkatkan keragaman di tempat kerja. Menggunakan text mining dan pembelajaran mesin berbasis pada platform SAP HANA®, inisiatif ini bertujuan untuk membantu perusahaan mengulas deskripsi pekerjaan, kinerja dan segala proses yang melibatkan karyawan.
Kemampuan ini akan melengkapi penawaran SAP SuccessFactors yang telah membantu mengatasi ketimpangan. Analitik dan pelaporan yang difokuskan pada keragaman dan inklusi tersedia untuk membantu organisasi mengidentifikasi dan melacak di mana terdapat kesenjangan dalam proses akuisisi dan manajemen bakat – rekrutmen, kompensasi, suksesi dan sejenisnya – ditambah dengan bimbingan pada tindakan yang harus diambil untuk mengatasi kesenjangan tersebut.
Mike Ettling, presiden SAP SuccessFactors mengatakan, solusi HCM SAP mestandarisasi proses HR untuk organisasi di seluruh dunia. “Inovasi tersebut dirancang untuk membantu perusahaan memanfaatkan peluang untuk membangun budaya inklusif, mendorong manajer dan para ahli HR untuk membuat keputusan ,” katanya.
Menurut laporan McKinsey Global Institute, $ 12 triliun bisa ditambahkan ke GDP global pada tahun 2025 dengan memajukan kesetaraan perempuan. Keanekaragaman dan inklusi sangat penting untuk daya saing di pasar yang ditandai dengan meningkatnya persaingan dan kekurangan tenaga kerja terampil di banyak peran.
Dengan peluncuran baru SAP Diversity and Inclusion Customer Advisory Group awal bulan ini, SAP akan bekerja dengan pelanggan dan ahli keragaman dan inklusi untuk mengidentifikasi bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung inklusivitas, dengan fokus awal pada kesetaraan gender. Beberapa pelanggan global dari berbagai industri, termasuk Erste Group Bank, McCormick & Company, New York Life, Royal Bank of Canada dan Varian Medical Systems, akan memberikan kontribusi pada pengembangan produk SAP SuccessFactors baru dan fitur-fitur yang difokuskan pada mengatasi ketimpangan.
“Merangkul perspektif unik karyawan kami dan mengembangkan lingkungan inklusif terlepas dari budaya, ras, etnis, usia, jenis kelamin, orientasi seksual atau kemampuan mental dan fisik menyediakan SAP sumber yang kaya inovasi dan memungkinkan kita untuk lebih memahami kebutuhan pelanggan kami,” kata Anka Wittenberg, chief diversity and inclusion officer di SAP.
Solusi SAP SuccessFactors berfokus pertama pada bias gender karena isu ini merupakan isu yang paling mempengaruhi bagian terbesar dari pasar tenaga kerja di seluruh dunia, dan banyak dari solusi yang membantu mengelola masalah-masalah yang menyebabkan masalah tersebut dapat digeneralisasi untuk area lain seperti etnis, usia dan orientasi seksual di masa depan. (red)














