Menurut Princeton Digital Group (PDG), penyedia pusat data di Asia, terdapat lima area utama optimisasi pusat data yang dapat dilakukan di Indonesia, guna memastikan pengoperasian terbaik dan mendukung pencapaian bisnis jangka panjang.
Optimisasi tersebut mencakup bagaimana mereka dapat beroperasi secara efisien, baik dari segi penggunaan daya maupun biaya operasional.
“Transformasi digital yang pesat di Indonesia telah menghasilkan pertumbuhan bisnis pusat data yang masif di Tanah Air, termasuk Pusat Data Nasional yang saat ini sedang dibangun. Namun, kita perlu mulai memikirkan lebih dari sekadar membangun pusat data, tetapi juga mengoptimalkan dan mengoperasikan pusat data tersebut, seiring dengan pertumbuhan dan kebutuhan bisnis berbasis teknologi di Indonesia yang terus meningkat,” jelas Stephanus Tumbelaka, Managing Director, PDG Indonesia, dalam keterangan tertulis, di Jakarta, 10/04/2023.
Lima area utama optimisasi pusat data terdiri dari:
Desain pusat data – Saat ini, terobosan metodologi dan teknologi pusat data terkini dapat diaplikasikan pada infrastruktur pusat data yang sudah ada sebelumnya (pusat data versi terdahulu). Namun, optimisasi pusat data terbaik sejatinya dapat dilakukan sejak tahapan rancangan dan konstruksi awal. Pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia menuntut tingginya kebutuhan pusat data dengan kelebihan metodologi dan teknologi bawaan (built-in) yang fleksibel. Sehingga, dapat memastikan agar perbaikan dan upgrade kebutuhan memungkinkan untuk dilakukan dengan mudah di masa depan.
Proses – Pertumbuhan pasar pusat data di Indonesia perlu diimbangi dengan proses yang dioptimalkan di seluruh sistem operasional pusat data. Ini termasuk memiliki proses bisnis fundamental yang lebih kuat, komprehensif serta stabil dan terbukti.
Teknologi – Desain proses yang stabil perlu diiringi dengan implementasi yang sesuai protokol proses tersebut. Penerapan teknologi yang tepat, seperti solusi manajemen infrastruktur pusat data adalah kuncinya, yang mengarah kepada otomatisasi, sehingga membantu perusahaan menghindari kesalahan manusia serta memastikan penerapan proses dan protokol bisnis yang tepat.
Pengoperasian – Salah satu aspek terpenting dalam optimisasi pusat data adalah memiliki perangkat pemantauan integrasi yang tepat guna untuk memantau kinerja pusat data dan memberikan peringatan dini tentang kekeliruan yang mungkin terjadi.
Sumber Daya Manusia (SDM) – Optimisasi dan pemeliharaan peningkatan yang berkelanjutan tentunya membutuhkan tenaga kerja terlatih untuk meminimalkan kesalahan manusia sebanyak mungkin sehingga pusat data dapat beroperasi dengan optimal dan lancar.
“Ketika proses bisnis terotomatisasi, dapat dipantau, dan mudah dikendalikan, pusat data dapat dengan tangkas beradaptasi terhadap pertumbuhan dan skalabilitas di masa depan, sejalan dengan pesatnya pertumbuhan pasar pusat data di Tanah Air,” tutup Stephanus.
Baca: Pembangunan Pusat Data Nasional Harus Selesai Tepat Waktu, Berkualitas Optimal














