Mudik ke kampung halaman dalam keadaan sehat, aman, dan terlindungi menjadi dambaan semua orang. Terlebih, mudik ke kampung halaman untuk bersilaturahmi dengan keluarga saat merayakan Idul Fitri, sudah menjadi tradisi, mayoritas masyarakat Indonesia.
Umumnya, perjalanan mudik bukanlah perjalanan singkat dengan arus kendaraan cukup tinggi. Untuk itu, para pemudik sebaiknya memastikan kondisi kendaraan dan kesehatan mereka dalam keadaan prima. Terlebih, saat perjalanan mudik sedang menjalankan ibadah puasa.
Lewat keterangan tertulis, 17/04/2023, Senior Manager Medical Underwriter Sequis dokter Fridolin Seto Pandu, membagikan sejumlah kiat mudik sehat, aman, dan terlindungi.
“Menjaga tubuh agar tetap prima sebelum perjalanan mudik dengan menjaga pola makan dan cukup tidur atau tidak begadang sebelum dan saat mudik sangat penting karena kesehatan dapat terganggu jika tubuh kurang istirahat. Bagi yang memiliki penyakit bawaan sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter Anda dan pastikan membawa obat-obat yang rutin diminum. Anda juga dapat membawa vitamin untuk menjaga imun tubuh dan obat anti mabuk perjalanan. Kemudian siapkan asupan bergizi yang nantinya akan dikonsumsi saat perjalanan mudik,” jelasnya.
Mudik biasanya akan menempuh perjalanan yang cukup jauh dan lama sehingga kemungkinan akan berbuka puasa atau sahur di jalan. Makanan dan camilan sehat wajib dipersiapakn agar tubuh tetap fit selama perjalanan. Bawalah makanan sehat tapi praktis dan tidak mudah basi, seperti roti gandum, buah kurma, oatmeal, snack bar bernutrisi, dan kacang-kacangan yang kaya akan omega 3. Jangan lupa persediaan air putih yang cukup dan hindari minuman berkafein dan bersoda karena berpotensi memicu sakit perut atau kembung.
Selain mengawasi asupan makanan dan minuman, dokter Fridolin juga mengingatkan agar para pemudik menyempatkan waktu beristirahat dalam perjalanan. Terutama bagi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, tidak memaksakan diri berkendara bila sudah mengantuk karena microsleep dapat berbahaya bagi keselamatan pengemudi, penumpang, serta pengguna jalan lainnya. Manfaatkan waktu setidaknya 15-20 menit untuk beristirahat di posko mudik atau rest area. Saat beristirahat, lakukan gerakan stretching agar tubuh tidak terlalu pegal dan kaku.
“Selain soal kesehatan, para pemudik juga perlu memperhatikan praktik berkendara,” ujar Head of Sequis Digital Channel Antonius Tan. Ia menyarankan agar para pengendara yang akan mudik dapat meminimalisir risiko potensi terjadinya kecelakaan dengan memastikan kendaraan aman dan nyaman, mematuhi rambu dan marka jalan yang ada serta sudah melengkapi diri dan keluarga dengan perlindungan ekstra melalui asuransi kesehatan dan kecelakaan.
“Penyebab kecelakaan di jalan raya dapat bermacam-macam dan terkadang dapat diprediksi. Umumnya karena faktor manusia dan kelalaian pengemudi. Kecelakaan dapat menyebabkan berbagai kerugian, seperti pengeluaran uang tunai dalam jumlah besar untuk perawatan medis, perbaikan kendaraan, bahkan kerugian finansial hingga jangka panjang akibat kecelakaan dan atau kematian.
Oleh sebab itu selain waspada, kita perlu mempersiapkan dan melindungi diri dengan asuransi karena manfaat dan santunan asuransi dapat membantu meringankan beban finansial dan beban mental dari korban dan keluarga,” ujar Antonius.
Sebagai langkah antisipasi, ia pun mengajak pemudik berasuransi, “Saat ini asuransi relatif mudah diakses oleh masyarakat termasuk juga yang disediakan oleh Super You by Sequis Online, yakni Super Easy Health, asuransi kecelakaan dan kesehatan dengan premi terjangkau yang dapat dimanfaatkan para pemudik atau mereka yang akan melakukan perjalanan dan ingin memproteksi diri dari risiko kecelakaan.”
“Manfaat yang dapat diperoleh berupa biaya rawat jalan darurat, biaya terapi, ambulans, pembedahan, hingga perawatan setelah rawat inap dengan Uang Pertanggungan hingga Rp 1 miliar per tahun,” tutupnya.
Baca: Terima THR, Mana yang Harus Didahulukan Belanja atau Bayar Utang?














