Menurut sebuah laporan baru oleh Kaspersky, sepanjang tahun 2022, insiden phishing aset kripto di Indonesia meningkat 26 persen. Selain di Indonesia, jenis ancaman ini juga terus meningkat di Filipina (170%) dan Malaysia (4%).
Meski demikian, secara keseluruhan, di Asia Tenggara (SEA), terpantau sedikit penurunan secara keseluruhan terkait insiden phishing aset kripto. Kaspersky mengamati 64.080 phishing kripto di wilayah tersebut tahun lalu, 15% lebih rendah dari angka tahun 2021.
Penurunan phishing kripto terutama terdeteksi di Singapura (-74%), Thailand (-51), dan Vietnam (-15%).
“Asia Tenggara adalah rumah bagi beragam negara dan terus memimpin secara global dalam hal adopsi aset kripto. Dengan pemain play-to-earn yang sangat aktif ditambah penggunaan aset kripto di negara-negara dengan pekerja luar negeri yang tinggi, kami dapat melihat lebih banyak pengadopsi di wilayah ini,” komentar Chris Connell, Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky, dalam siaran pers, 12/04/2023.
Masih menurut laporan Kaspersky, secara global, serangan yang menggunakan ancaman keuangan tradisional seperti PC perbankan dan mobile malware menjadi semakin jarang, penjahat dunia maya telah mengalihkan perhatian mereka ke ranah baru, termasuk industri kripto.
Pada tahun 2022, phishing aset kripto meningkat secara signifikan dan dimasukkan sebagai kategori terpisah, menunjukkan pertumbuhan 40% tahun-ke-tahun dengan 5.040.520 deteksi phishing kripto pada tahun 2022 dibandingkan dengan 3.596.437 pada tahun 2021.
Baca: Pencurian Aset Kripto Pengaruhi Lebih Dari 15.000 Pengguna di 52 Negara














