Jumlah anggota Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang kini sudah menyentuh angka 960 anggota. Bukan jumlah yang sedikit, perusahaan ISP yang terus tumbuh juga menjadi perhatian bagi APJII selaku asosiasi yang mewadahinya.
“Sebenarnya kalau dipikirkan, sudah banyak banget nih (jumlah ISP), terus mau diapain nih barang,” ujar Muhammad Arief Angga, Ketua Umum APJII ketika ditemui awak media di sela-sela ajang APJII 6th Annual Golf Tournament, Sabtu (26/8/2023) lalu.
Arief tak menyangkal bahwasanya terus tumbuhnya perusahaan ISP juga dilatarbelakangi oleh perizinannya yang kini lebih mudah.
“Pemerintah kan open (membuka), terus malah lebih mudah (perizinannya),” kata Arief.
Memang sih, menurut pandangan Arief daripada menjadi perusahaan ISP Ilegal yang mereka tidak membayar pajak, lebih baik dibuka saja (perizinannya). ”Jadi, walaupun sedikit tapi kan masuk ke negara ada kontribusi buat negara dibanding nol dan ilegal pula. Sebenarnya di sisi itu baik ya, tetapi di sisi pemain lain persaingannya ketat banget sih,” tandas Arief.
Senada dengan itu, Victor Irianto, CEO Jala Lintas Media (JLM) yang merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di jasa layanan internet, juga menilai bahwa banyaknya perusahaan ISP membuat kompetisi makin berat. Kendati begitu, Victor menegaskan bahwa yang menjadi pesaing (lawan) sejatinya bukan ISP yang memang sudah berizin, melainkan ISP ilegal.
“Sebenarnya lawan kita itu bukan itu, lawan kita bukan ISP yang banyak itu, lawan kita itu adalah ISP ilegal. Nah, ISP yang illegal itu yang memang harus ditertibkan. Karena sudah jelas dari mulai harga dan layanan sudah berbeda. Misalkan harga mereka pasti jauh lebih murah karena banyak sekali kewajiban-kewajiban yang memang harus kita penuhi untuk memenuhi standar sebuah ISP,” ujar Victor.
Selanjutnya, Victor juga berharap adanya dukungan dari pemerintah agar bisa mengambil tindakan tegas terhadap ISP ilegal.
”Dalam peraturan kan memang (ISP) ilegal itu sanksinya pidana, tapi juga dalam banyak praktiknya mereka merasa itu kan kecil-kecilan, ngga apa-apa. Tapi kecil-kecilan banyak banget, jadi itu yang memang saya rasa perlu koordinasi dengan pemerintah juga. Jadi memang harus ada (sanksi) tegas untuk yang ilegal,” ujar Victor.
Nah, justru, kata Victor yang sudah resmi (dan jumlahnya) banyak, membuat iklimnya malah bagus buat perusahaan ISP semua, karena internet dan jaringan tidak mungkin berdiri sendiri.
“Jadi, saling butuh satu sama lain, kami bisa dorong ISP, jadi ISP yang resmi. Walaupun kalau misalnya sama-sama resmi kan cost structure-nya sudah jelas, sudah pasti harus bayar pajak ini, harus bayar BHP/USO, harus ada standar pelayanan. Jadi, akan kelihatan itu,” tutupnya.
















