Jakarta, ItWorks- Digital Transformation Inisiatif yang diluncurkan PT Pertamina sejak 2018, selain mampu meningkatkan kinerja di sistem manajemen, efisiensi biaya, dan peningkatan layanan pelanggan, juga menghasilkan value creation (penciptaan nilai) yang nilainya di tahun 2022 mencapai US$ 441 juta bagi perusahaan. Selain itu, juga ada value creation yang dikontribusikan ke negara senilai US$ 36,8juta.
Demikian diungkapkan Direktur Penunjang Bisnis PT Pertamina (Persero), Erry Widiastono di acara pembukaan ”Pertamina Digital Expo 2023 (DigiExpo)” yang berlangsung di Kasablanka Hall-Kota Casablanca -Jakarta pada (1/11/2023). Acara bertajuk “Beyond Limit, Digitally Energizing” yang dihelat oleh Pertamina Digital Community (MITA) ini, akan berlangsung selama dua hari hingga besok 2 November 2023. Acara DigiExpo juga menjadi ajang pertemuan dan hub bagi mitra dan praktisi digital, bersama para praktisi andal dari berbagai perusahaan. Pertamina DigiExpo juga menghadirkan pameran tranformasi teknologi informasi, tidak hanya teknologi yang diusung Pertamina, namun juga berbagai pelaku usaha dan mitra lainnya.
Direktur Erry Widiastono menambahkan, di era teknologi informasi yang semakin berkembang pesat saat ini, melakukan transformasi digital bagi pelaku usaha sudah menjadi keharusan. PT Pertamina sendiri katanya, telah melakukan inisiasi transformasi digital sejak lama. Dimulai tahun 2005 dengan menerapkan Enterprise Resource Planning (ERP) di sistem manajemen. Hal ini dilakukan karena Pertamina telah menyadari pentingnya transformasi bisnis bagi kemajuan dan daya saing usaha perusahaan.
“Di Pertamina, transformasi digital sudah diinisasi dari tahun 2005 dengan menerapkan sistem ERP. Hanya saja transformasi digital bisnis secara terstruktur dan terencana dengan baik, dengan membuat blue print IT masterplan yang matang dan terencana, memang baru dimulai 2018 yang kini terus kita tingkatkan akselerasinya. Digitalisasi terus kita pacu dengan teknologi baru, seperti IoT, aplikasi layanan pelanggan dan lainnya. Sehingga semua lini dari hulu ke hilir di Pertamina, saat ini sudah memanfaatkan sistem teknologi digital. Dan belakangan, kita juga konsen untuk memperkuat sistem keamanan atau It security-nya ,” ujar Erry Widiastono.

Transformasi digital juga mampu menyentuh kebutuhan masyarakat, seperti yang dilakukan Pertamina dalam program Digital SPBU. Program ini merupakan upaya Pertamina untuk memantau volume BBM di setiap wilayah di Indonesia, sehingga Pertamina mampu mengarahkan BBM subsidi dengan tepat sasaran.
Turut hadir dalam acara pembukaan ini, di antara Asisten Deputi Bidang TI KBUMN RI, Muhammad Rizal Kamal, jajaran komisaris dan direksi Subholding Pertamina Group, serta sejumlah eksekutif perusahaan-perusahaan lainnya.
Pentingnya digitalisasi juga diakui oleh Kementerian BUMN, dimana salah satu program prioritas KemenBUMN saat ini adalah Program Kepemimpinan Teknologi (Leadership Technology). Dalam sambutannya, M Rizal Kamal Asisten Deputi Bidang Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN menyatakan, BUMN telah menjalankan 4 tahun transformasi. Technology leadership, menjadi cara BUMN untuk dapat memimpin secara global dalam teknologi strategis dan melembahakan kapabilitas digital seperti data management. big data, artificial intelligence (AI) dan sebagainya.
Mewakili Kementerian BUMN, pihaknya juga mengapresiasi adanya kegiatan ”Pertamina Digital Expo 2023” ini. Menurutnya, kegiatan ini selaras dengan komitmen Kementerian BUMN untuk meningkatkan daya saing BUMN melalui transformasi digital bisnis sesuai dengan bidang dan karakter bisnis masing-masing. Transfomasi ini juga sejalan dengan tuntutan dalam menghadapi era revolusi Industri Keempat (Industri 4.0).
“Kementerian BUMN telah mengambil langkah-langkah penting dalam menghadapi perubahan dengan mendorong setiap BUMN melakukan inisiasi dan inovasi dengan memanfaatkan teknologi digital ini. Kita sedang membuat blue print inovasi BUMN Group untuk mendukung Indonesia Emas di tahun 2045, salah satunya melalui transformasi digital ini. Salah satu tantangannya yakni kurangnya digital talent atau sumber daya manusia terampil digital yang kebutuhan mencapai 600 ribu per tahun. Untuk mengantisipasi hal ini, Kementerian BUMN di antaranya menginisiasi program Fordigi BUMN Goes to Campus. Diharapkan melalui program ini dapat mempersiapkan calon talenta digital untuk para mahasiswa,” terangnya.
Kegiatan Pertamina DigiExpo juga melibatkan para praktisi dan pakar gital untuk berdiskusi melalui sesi panel. Di hari pertama di antaranya menghadirkan pembocara dari PT Indosat Ooredoo Hutchinson, Pertamina, PT Telkom Tbk, dan Konsultan GlobaL-McKinsey. Para pakar digital lain yang juga akan hadir antara lain Astra Internasional, Jakarta Smart City, PT KAI, Biofarma, dan PT Bank Mandiri Tbk. Selain itu, Schlumberger, Baker Hughes, serta Oil and Gas Business Huawei, hingga Pemerhati Teknologi Digital Ade Rai.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso menambahkan, Pertamina Digital Expo merupakan bagian dari Digital Transformation Inisiatif Pertamina yang telah diluncurkan sejak 2018. “Pertamina Digital Expo merupakan respon Pertamina terhadap kondisi industri energi saat ini yang ditandai dengan volatilitas dan kerentanan tinggi. Respon ini terkait erat dengan visi Pertamina untuk menjadi perusahaan energi nasional berkelas dunia berbasis digitalisasi,” ujar Fadjar.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDG’s). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina. (AC)














