
Jakarta, Itech- PP Iptek Kemristekdikti menggelar Pesta Sains bekerjasama dengan Institut Prancis di Indonesia (IFI) – Kedubes Prancis. Pesta Sains atau (Fête de la Science) edisi ke-3 bertema “Makanan dan Kita” di Pusat Peragaan IPTEK (PP-IPtek) TMII pada 18-29 Oktober 2016. Pesta Sains juga digelar di 8 kota lainnya; Surabaya, Malang, Jombang, Makassar, Yogyakarta, Bandung, Denpasar dan Medan.
“Kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan generasi muda Indonesia saat ini tentang pentingnya nutrisi dan keseimbangannya pada makanan yang setiap hari dikonsums,” ujar Direktur Sistem Inovasi Dr. Ir. Ophir Sumule kepada wartawan di Jakarta, Rabu (19/10). Menurut Ophir, PP-Iptek sebagai Science Center di Jakarta juga memiliki fungsi yang strategis dalam menyebarkan dan membudayakan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada seluruh lapisan masyarakat agar pesan yang disampaikan dan disajikan pada kegiatan Pesta Sains dapat secara komprehensif tersalurkan.
Sementara itu, Konselor Kerjasama dan Kebudayaan Kedubes Prancis/ Direktur IFI Marc Piton mengatakan, dalam konteks internasional yang ditandai dengan kenaikan jumlah penduduk dunia, perubahan iklim, dan keinginan untuk mewngatasi masalah kesehatan secara lebih baik, pangan menjadi isu ilmiah yang paling utama. Pesta Sains mendorong pertukaran ide antar kedua negara, Indonesia dan Prancis, khususnya terkait isu pola makan, pertanian berkelanjutan, keanekaragaman hayati dan kesehatan masyarakat. “Kami mengundang seluruh keluarga Indonesia, pelajar dan mahasiswa serta publik secara umum untuk berpartisipasi dalam rangkaian Pesta Sains!”ujarnya.
Rangkaian acara Pesta Sains 2016 terdiri dari rangkaian seminar, pameran interaktif Bon Appétit (Selamat Makan) persembahan Pusat Budaya Sains Prancis, Cité Nature, pameran Tanaman dan Manusia yang digagas oleh lembaga riset Prancis, CIRAD dan IRD, pemutaran film Demain (Tomorrow) yang menjadi box office dan meraih Cesar Award 2016 sebagai Film Dokumenter Terbaik serta pameran foto Eat It! karya seniman Prancis, Enora Lalet.
Pameran Selamat Makan menjadi inti dari edisi tahun ini. Berbagai eksperimen, permainan, aktivitas, akan mengajak publik untuk mengungkap misteri makanan : mulai dari pengenalan tentang bermacam-macam kelompok makanan, efeknya bagi tubuh manusia, hingga pertanyaan-pertanyaan seputar kesehatan.
Pameran “Selamat Makan”, menyajikan jawaban-jawaban sederhana terhadap berbagai persoalan terkait makanan. Pameran Interaktif Bon Appétit oleh Cité Nature ini dibuka untuk
kelompok pelajar maupun umum. Untuk kelompok pelajar disediakan pemandu. Pameran ini terdiri dari 12 panel bolak-balik, permainan interaktif dan kuis eksperimen.
Pameran Fotografi Eat It! karya Enora Lalet, seniman yang bereksperimen bukan dengan lukisan, cat air atau pastel, namun dengan berbagai makanan. Perupa kuliner ini telah berkarya di seluruh dunia sepanjang karirnya. Berkat ketertarikannya dengan Indonesia, Enora Lalet melakukan residensi seni di kota Batu Jawa Timur pada 2014 yang didukung oleh Institut Français. (red/ju)














