Jakarta, Itech- Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) ditunjuk Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) sebagai Pusat Pelatihan Teknik Pemuliaan Mutasi Radiasi Tanaman di Kawasan Asia Pasifik. Penunjukkan tersebut karena IAEA menilai fasilitas penelitian pemuliaan tanaman yang berada di Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) – Batan setaraf dan memenuhi standar internasional.
Terkait penunjukkan itu, IAEA bersama BATAN mengadakan Group Fellowsip Training Course (GFTC) on Plant Mutation Breeding untuk negara-negara di kawasan regional Asia pada 14 Nopember – 9 Desember 2016 di Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR)-BATAN. Menurut Perwakilan IAEA, Stephen Nielen, berharap dengan penunjukan BATAN itu dapat membantu IAEA melakukan transfer teknologi kepada negara yang kurang berkembang di kawasan regional Asia.
Sementara itu, Kepala BATAN, DR. Djarot Sulistio Wisnubroto menjelaskan, di Indonesia teknologi nuklir memiliki peran yang penting di bidang industri, kesehatan, dan pertanian. Di bidang pertanian, teknologi nuklir sudah diaplikasikan secara insentif untuk pemuliaan tanamanan menggunakan sinar gamma. “Tujuan dari pemulian tanaman tersebut untuk memperbaiki sifat genetik untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan terhadap hama atau penyakit tanaman,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Senin (14/11).
Seperti diketahui, Batan yang berhasil menciptakan 22 varietas unggul padi, 10 varietas kedelai, 2 varietas kacang hijau, 3 varietas sorgum, dan 1 varietas gandum dengan menggunakan teknik mutasi radiasi. Adapun saat ini varietas tanaman kacang tanah sedang dalam proses penilaian Tim Penilai Varietas Kementerian Pertanian. Sementara itu, varietas padi dan kedelai, melalui kerjasama dengan pemerintah daerah telah ditanam di 24 propinsi di seluruh Indonesia, sebagai upaya mendukung pemerintah menuju kemandirian pangan nasional. Sedangkan varietas sorgum sudah diaplikasikan di beberapa daerah di lahan marginal dan kering.
Di Indonesia, Lanjut Kepala Batan, teknologi nuklir memiliki peran yang penting di bidang industri, kesehatan, dan pertanian. Di bidang pertanian, teknologi nuklir sudah diaplikasikan secara insentif untuk pemuliaan tanamanan menggunakan sinar gamma. “Tujuan dari pemulian tanaman tersebut untuk memperbaiki sifat genetik untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan terhadap hama atau penyakit tanaman,” jelasnya. (red/ju)














