ItWorks- Seiring kemajuan Teknologi Informasi dan komunikasi (TIK), Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) juga terus melakukan inovasi dan inisiasi berbasis TI atau teknologi digital untuk meningkatkan daya saing dan layanan sektor wisata. Salah satu inovasinya yakni Virtual Reality (VR) berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung program Laku Wirasa (Layanan Kulon Progo Wisata Ramah Disabilitas).
Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, melalui Dinas pariwisata, kini tengah mengembangkan inovasi wisata ramah difabel melalui program Laku Wirasa. Laku Wirasa merupakan akronim dari Layanan Kulon Progo Wisata Ramah Disabilitas. Laku Wirasa ini menjadi langkah awal untuk menciptakan inklusif tourism atau pariwisata ramah difabel di Kulon Progo yang ke depan juga akan dimasukkan ke dalam Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (RIPPARDA) 2025 Kulon Progo.
Di dalam program Laku Wirasa ini, Dinas Pariwisata KUlonprogo juga mengembangkan inovasi wisata berbasis Virtual Reality (VR). VR (Virtual Reality) menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang dapat diimplementasikan ke berbagai sektor, termasuk wisata untuk meningkatkan interaksi pengguna mengeksplorasi obyek-obyek wisata. Dengan teknologio VR, pengguna dapat berinteraksi dengan lingkungan virtual yang disimulasikan. Sehingga dapat merasakan sensasi nyata dalam dunia maya.
VR ini menjadi semacam alat simulasi bagi wisatawan, termasuk kaum penyandang disabilitas sebelum nantinya bisa terjun langsung untuk berwisata di Kulon Progo. Dalam program ini juga mewajibkan setiap pramuwisata agar bisa berbahasa isyarat hingga mengoperasikan layanan wisata berbasis Virtual Reality (VR) bagi penyandang disabilitas.
“Sebagai inovasi sektor wisata, virtual reality kita implementasikan sejak tahun lalu untuk mendukung Program Laku Wirasa, terutama untuk membantu difabel yang kesulitan mengakses destinasi wisata yang ada di Kabupaten Kulon Progo. Dengan layanan wisata virtual, kaum difabel melalui perangkat headset VR dan kontroler, dapat merasakan pengalaman visual, audio dan interaksi yang mendalam meskipun hanya melalui media elektronik. Dan ini cocok untuk kaum disabilitas yang kesulitan mengakses atau berkunjung ke suatu destinasi wisata,” terang Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo Joko Mursito,SSn,MA saat presentasi dan wawancara penjurian “TOP Digital Awards 2024” pada (29/20/2024) yang dilakukan secara virtual melalui aplikasi zoom meeting.
Dengan terobosan baru VR ini, diharapkan selain dapat memberikan layanan kepariwisataan kepada seluruh masyarakat, juga akan dapat memunculkan sebuah citra pariwisata baru yang bersifat inklusif, dapat mengakomodir para wisatawan, termasuk para wisatawan difabel, untuk menikmati keindahan dan keunikan destinasi wisata yang ada di Kabupaten Kulon Progo. “Layanan wisata berbasis Virtual Reality (VR) ini, dapat menjadi solusi inovasi untuk efisiensi melakukan tur virtual sekaligus mengangkat citra wisata Kulonprogo melalui teknologi digital,” ujarnya didampingi tim.
Selain itu juga membangun Tourism Information Center (TIC) atau Pusat Informasi Wisata baru diluncurkan di Kulon Progo. Tak seperti yang lain, TIC ini khusus dibikin untuk penyandang disabilitas dan punya fasilitas unik berupa wisata berbasis Virtual Reality (VR).
Diberi nama Inclusive Tourism Information Center (ITIC), layanan ini berada di kompleks Kantor Dinas Pariwisata (Dispar) Kulon Progo, Jl Sugiman No 12, Serut, Pengasih, Kulon Progo. Bentuknya menyerupai rumah bergaya joglo modern dan terdapat plang nama bertuliskan Laku Wirasa di atasnya.
Beberapa obyek wisata andalan Kulonprogo di antaranya Pantai Glagah, Pantai Congot dan Pantai Mlarangan Asri yang kunjungannya cukup bagus karena aksesnya mudah dijangkau, apalagi sekarang sudah ada Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS). Selain itu, Kulon Progo juga punya sejumlah destinasi non pantai di sisi utara, terutama di kawasan perbukitan Menoreh. Ada juga Waduk Sermo, Kedung Pedut, Suroloyo, Kebun Teh Nglinggo, Gua Kiskendo, dam sebagainya.
Sejauh ini, Wisata Kulon Progo juga berkontribusi dalam beberapa hal, di antaranya: meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat.
Berkat kreativitas dan inovasi tanpa batas, Dinas Pariwisata Kabupaten Kulonprogo tahun ini kembali masuk nominasi mengikuti penjurian untuk penghargaan ToP Digital Awards 2024. ”TOP Digital Awards adalah kegiatan penilaian dan pemberian penghargaan tahunan tertinggi di Indonesia, yang diberikan kepada Perusahaan dan Instansi Pemerintahan, yang dinilai berhasil dalam hal implementasi dan pemanfaatan teknologi digital, untuk meningkatkan kinerja, layanan, inovasi, dan daya saing bisnisnya serta layanan kepada masyarakat maupun konsumen.
TOP DIGITAL Awards 2024 juga sebagai ajang pembelajaran untuk mendorong adanya inovasi-inovasi baru digitalisasi, terutama mendukung akselerasi transformasi digital di Tanah Air sebagai kesiapan dalam memasuki era industri 4.0 dan era Society 5.0. termasuk adanya tren dan dinamika baru seperti tentang Solusi IT Security yang belakangan tengah menjadi konsen banyak kalangan.
Adanya pembelajaran di sini yakni karena pada saat wawancara penjurian, di akhir sesi, Tim Juri akan memberikan “Nilai Tambah”, sekitar 20 menit kepada peserta. Sesi Nilai Tambah, merupakan pendapat, saran dan masukan dari Dewan Juri untuk peserta dengan harapan dapat menjadi feedback atau inspirasi untuk perbaikan dan kemajuan perusahaan peserta di masa yang akan datang. (AC)














