ItWorks- Tak mau ketinggalan terus berinovasi memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk meningkatkan kinerja usaha, daya saing, dan layanan pelanggan, Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Serambi Kota Padang Panjang -Sumatera Barat, tahun ini kembali masuk nominasi mengikuti penjurian untuk penghargaan “TOP Digital Awards 2024”. Presentasi dan wawancara penjurian disampaikan oleh Direktur Perumdam Tirta Serambi, Adrial A Bakar, ST dengan membawakan materi presentasi berjudul “Digitalisasi Operasional: Kunci Peningkatan Efisiensi Perumdam Tirta Serambi”.
Meski terbilang kecil dengan jumlah pelanggan sekitar 12.000 SR atau Sambungan Rumah, PDAM Tirta Serambi Kota Padang Panjang-Sumatera Barat punya komitmen, tak mau ketinggalan dalam melakukan transformasi bisnis dengan memanfaatkan teknologi digital. Hampir semua lini, kini telah memanfaatkan Teknologi Informasi, baik di sistem manajemen (office), produksi, distribusi, operasional dan pelayanan pelanggan, bahkan juga mulai mengembangkan smart technology berbasis internet of tings (IoT), hingga kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
“Saat ini kami mengembangkan beberapa sistem untuk mengintegrasikan semua data aplikasi utama untuk memudahkan pemantauan dan pengendalian operasional agar makin efektif dan efisien. Kami juga mengembangkan Teknologi Augmented Reality (AR) untuk pemantauan, pengendalian dan perencanaan jaringan pipa. Optimalisasi pengelolaan data-data operasional dilakukan agar lebih mudah untuk tampilan dalam dashboard dan medudahkan analisa dengan cepat menggunakan AI,” ujar Adrial A Bakar didampingi Muhammad Irvan Kholil, S.Kom, M. Kom, Staf IT dalam wawancara penjurian yang diselenggarakan Majalah IT Works pada (07/11/2024) secara secara virtual melalui aplikasi zoon meeting.
Secara umum, teknologi Augmented Reality (AR) merupakan teknologi yang menggabungkan objek virtual dengan dunia nyata. AR dapat menghadirkan informasi, gambar, audio, video, simulasi, dan elemen sensorik ke dunia nyata. Teknologi ini dapat diakses melalui perangkat seperti komputer, ponsel, dan kamera, yang dapat diimplemenetasi dalam berbagai industri. Termasuk PDAM untuk monitoring jaringan perpipaan, sumber bahan baku air, pompa tekan, dan pekerjaan lapangan lainnya.
Ditegaskan komitmen tinggi dalam melakukan transformasi digital dilakukan sebagai upaya dari perusahaan untuk meningkatkan kinerja usaha dan juga pelayanan terbaik bagi pelanggan. Hak sesuai dengan peran dan fungsinya sebagai perusahaan daerah yang memiliku tugas utama dalam penyediaan air bersih bagi masyarakat di Kota Padang Panjang.
Dijelaskan, saat ini pihaknya memiliki beberapa aplikasi digital, termasuk dua di antaranya yang menjadi kebanggaan. Pertama adalah Smart Water Management System (SWMS) dan Web GIS SIMPEL (Sistem Informasi Manajemen Pelayanan).
Smart Water Mangement System (SWMS), dibangun berbasis teknologi informasi dan automasi terbaru (internet of things IoT). Menggunakan sistim sensor, jaringan internet dan aplikasi komputer untuk menampilkan data-data operasi lapangan berbasis digital secara realtime untuk dapat memantau dan mengendalikan operasional 24 jam.
“SWMS yang dibangun dan dioperasikan PDAM secara mandiri sejak 2020, di mana aplikasi ini telah merevolusi apa dan bagaimana cara PDAM melayani dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Kehadiran sistem ini menjadikan PDAM Padang Panjang semakin mudah mengelola pelayanan air minum di mana pelanggan pun semakin puas atas pelayanan kami ,” kata Adrial A Bakar kepada tim juri (Neslon Indris-Praktisi IT, Febrizal Efendi -Aspiluki, Subandi – Akademisi dan ICT Consultant, Nurul Yakin Setiabudi-IDTUG) yang dimoderatori Ahmad Chury (Managing Editor ItWorks).
Terdapat beberapa fitur dalam aplikasi SWMS, meliputi: Sistem monitoring dan penghitungan debit produksi dan distribusi menggunakan CCTV. Sistem monitoring tekanan air jaringan pipa transmisi dan distribusi menggunakan sensor tekanan. Sistem monitoring dan pengendalian operasional pompa jarak jauh. Sistem monitoring dan pengendalian kualitas air menggunakan sensor kekeruhan. Sistem monitoring dan pengendalian tinggi muka air reservoir menggunakan sensor leveling, serta sistem monitoring pelanggan dan jaringan perpipaan dengan Aplikasi GIS.
“Dengan inovasi SWMS ini, monitoring operasi makin mudah, biaya O & M (operasional dan pemeliharaan) juga dapat ditekan, bahkan juga bisa menekan tingkat non revenue water (NRW). Dampaknya dari ketersediaan air yang meningkat, perusahaan bisa menambah pelanggan dan penjualan. Sehingga pendapatan dan perolehan laba juga meningkat tiap tahun meski tarif air tetap atau tidak naik selama 15 tahun terakhir ini.
Dengan monitoring yang akurat dan cepat, gangguan jaringan bisa cepat diatasi dan layanan air minum juga bisa 24 jam dari sebelumnya 12 jam. Indeks kepuasan pelanggan pun meningkat,” jelasnya.
Dari performa usaha, tercatat kinerja keuangan terus bisa ditingkatkan setiap tahun, meskipun tarif belum ada penyesuaian. Tercatat tahun 2021 perusahaan berhasil meraih laba Rp 156 miliar, tahun 2022 naik menjadi Rp 211,5 miliar, dan tahun 2023 lalu naik menjadi sebesar Rp256 miliar.
Inovasi yang menjadi kebanggaan, yaitu Smart Water Management System (SWMS) yang di kembangkan oleh Perumdam Tirta Serambi ini, juga berhasil mengantarkan penghargaan meraih posisi Top 45 sebagai salah satu Inovasi Pelayanan Publik Terbaik Nasional 2023. Pencapaian prestisius ini di umumkan melalui Keputusan Menpan RB No. 289/2022 tentang Top Inovasi Pelayanan Publik KIPP di Lingkungan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMD, dan BUMD Tahun 2023.
Sedangkan sistem Informasi Manajemen Pelayanan (SIMPEL) merupakan aplikasi sistem informasi yang berada pada satu layar peta berbasis spasial yang (GIS) dapat menampilkan aspek-aspek operasional dan pelayanan pelanggan Perumdam Tirta Serambi Kota Padang Panjang. Database SIMPEL berasal dari integrasi database Aplikasi Geographic Information System (GIS) Internal dan Sensor Tekanan di Smart Water Management System (SWMS) yang telah diolah dan ditampilkan berbasis GIS.Fitur Unggulan SIMPEL, data terlihat dalam satu tampilan layer yang memperlihatkan titik lokasi gangguan.
Database Simpel ini berisikan Data Sumber Air, Bangunan Pengolahan, Bak Penampung (reservoir), Sistem jaringan perpipaan yakni transmisi dan distribusi. Serta data atau lokasi pelanggan (sambungan langganan). Sistem ini dapat dikontrol di ruangan khusus (Command Room) dan juga bisa diakses dari semua device yang terhubung dengan internet. Memanfaatkan basis data SWMS dari sensor-sensor mulai dari CCTV meter produksi dan distribusi, tekanan aliran pada jaringan perpipaan, bak reservoir serta on off pompa produksi.
“Dengan aplikasi SIMPEL seluruh data dapat tampil pada satu peta untuk memudahkan pemantauan serta pengendalian operasional untuk menunjang pelayanan pelanggan. Aplikasi ini dapat diakses melalui portal simpel.pdampadangpanjang.co.id. Manfaat atau dampak untuk Perusahaan, di antaranya menekan biaya operasional menjadi rendah, dan meminimalisir kerusakan jaringan perpipaan dan biaya perawatan,” ujarnya.
Ditegaskan, sejak perubahan status badan hukum menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum, Perumda Tirta Serambi Kota Padang Panjang terus berbenah dan melakukan berbagai terobosan dan inovasi untuk peningkatan performa dan daya saing. Salah satu strateginya melalui transformasi digital dengan memanfaatkan dan mengaplikasikan teknologi digital, baik di sistem manajemen, proses produksi, maupun layanan pelanggan ini.
Berdiri tahun 1979 dan tercatat dalam Lembaran Daerah Nomor: 02 tahun 1980 yang merupakan Seksi Air Minum di bawah koordinasi Bagian Pemerintahan Kantor Walikota Padang Panjang, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Serambi Kota Padang Panjang ini telah beberapa kali mengalami perubahan status badan hukum. Sejak Juli (2023) lalu, statusnya berubah dari PDAM menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum.
Menurut Adrial, pemanfaatan teknologi informasi ini juga mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi yang berdampak pada kinerja usaha dan juga meningkatkan kepuasan pelanggan. Performa usaha pun kian baik yang terlihat dari indeks peraihan GCG, kepuasan pelanggan dan indikator pencapaian usaha. “Meski tarif kita masih paling rendah, namun berhasil mencapai nilai kinerja tertinggi dan meraih laba. Berturut-turut juga masuk peringkat tinggi sebagai Perumdam dan masuk kategori perusahaan yang -Sehat,” terang Adrial. (AC)














