PT BPR Sukawati Pancakanti atau BPR Kanti merupakan lembaga keuangan terkemuka di Bali dengan kinerja yang cukup baik. Berdiri pada 1989, BPR Kanti per akhir 2023 sudah memiliki aset hampir mencapai Rp 700 miliar.
Visi BPR Kanti adalah menjadi BPR yang selalu ada, bermakna, religius dan bermanfaat bagi semua stakeholder melalui penyediaan produk dan kualitas pelayanan yang unggul, inovasi yang berkelanjutan, menyesuaikan teknologi, dan perkembangan zaman.
Untuk mencapai visi tersebut, salah satu misinya adalah mengembangkan dan mengimplementasikan teknologi terkini untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan layanan, serta menjadikan BPR lebih bermanfaat bagi nasabah.
Terkait implementasi teknologi terkini, setidaknya ada dua solusi bisnis unggulan yang diimplementasikan BPR Kanti baik untuk internal maupun eksternal perusahaan. Solusi bisnis untuk internal Perusahaan adalah MIS (Manajement Information System). MIS dikembangkan oleh developer internal dan diimplementasikan pada 2023.
“Sistem Informasi Manajemen ini berbasis web dan merupakan solusi teknologi yang dirancang untuk mengelola dan menyajikan data operasional bank secara efisien,” kata Made Arya Amitaba, SE., MM. selaku direktur utama BPR Kanti dalam presentasi penjurian TOP Digital Awards 2024 yang dilakukan secara daring, Jumat (15/11/2024).
Hadir pula dalam penjurian daring ini antara lain I Ketut Tantra, SE., MM. (Direktur Kepatuhan), Ketut Derestayasa, SE. (Kepala Divisi SDM, Umum & Treasury), I Putu Gede Kompyang Wiratma (Kabag TI), dan I Putu Surya Pratama Wardhana (Staff TI).
Tim dari BPR Kanti membawakan materi presentasi berjudul “Penerapan Teknologi Informasi dalam Kelangsungan Bisnis di PT BPR Sukawati Pancakanti, Business Solutions, Generative Al, and Cyber Security for Excellence Business and Services”.
Menurut Arya, aplikasi MIS ini memungkinkan pengelolaan data simpanan, pinjaman, deposito yang bersumber dari Core Banking Satu dari Telkom Sigma yang dikirim setiap harinya melalui drive dropbox.
Beberapa fitur MIS antara lain mengolah raw data core banking menjadi informasi baru, seperti laporan pinjaman, simpanan, dan lain sebagainya. Fitur unggulan lainnya adalah menyimpan surat keputusan (SK), dan Standar Operasional Prosedur (SOP) perusahaan secara terintegrasi. MIS juga bisa untuk mem-backup data.
“Sedangkan manfaat dan dampak sistem ini memungkinkan otomatisasi berbagai proses, seperti pembuatan laporan simpanan, pinjaman, deposito yang sebelumnya dikirim melalui email. Dengan demikian, bank dapat fokus pada peningkatan layanan kepada nasabah dan pengembangan produk keuangan yang lebih inovatif,” tutur Arya.
Untuk solusi bisnis eksternal, kata Arya, BPR Kanti memiliki aplikasi Moba (Mobile Banking). Solusi bisnis ini sudah diimplementasikan sejak 2017 dan dikembangkan oleh pihak eksternal.
Moba merupakan solusi digital bagi nasabah untuk mengakses layanan perbankan kapan saja dan di ana saja melalui perangkat seluler mereka. “Ini memberikan kemudahan dalam melakukan transaksi seperti transfer dana, pembayaran tagihan, dan pengecekan saldo tanpa harus mengunjungi bank secara fisik,” ujar dia.
Dalam dunia yang semakin terhubung, kata Arya, mobile banking membantu menghemat waktu dan tenaga, serta memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam mengelola keuangan pribadi.
Beberapa fitur unggulan yang ada di Moba antara lain melakukan transaksi perbankan seperti transfer dana, pembayaran tagihan, dan pembelian pulsa langsung dari ponsel. Fitur lainnya adalah notifikasi transaksi real-time, pengecekan saldo, dan Riwayat transaksi.
“Keamanan canggih seperti otentikasi dua faktor dan enkripsi data, yang memastikan bahwa informasi keuangan pengguna tetap aman,” kata Arya.
Sedangkan manfaat dan dampak dari penggunaan Moba adalah nasabah dapat mengakses layanan perbankan kapan saja dan di mana saja, sehingga meningkatkan kenyamanan dan efisiensi dalam mengelola keuangan.
“Transaksi keuangan dapat dilakukan dengan cepat dan mudah melalui ponsel. Mobile banking mengurangi biaya operasional bank dan meningkatkan inklusi keuangan dengan menjangkau masyarakat yang sebelumnya sulit mengakses layanan perbankan,” tutur dia.
Arya menambahkan bahwa BPR Kanti juga mengikuti perkembangan zaman dengan memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI) seperti penentuan skor debitur kredit, forecasting, serta rekomendasi pengambilan keputusan jika telah diregulasi dan diberikan izin oleh otoritas yang berwenang.
Secara bisnis, kinerja BPR Kanti pada 2023 tumbuh cukup baik di mana total aset meningkat dari Rp 618,86 miliar pada 2022 menjadi Rp 691,7 miliar Demikian pula pendapatan naik dari Rp 66 miliar pada 2022, jadi Rp 72,87 miliar pada 2023. Namun, total laba terkoreksi dari Rp 7,18 miliar menjadi Rp 4,44 miliar.
Keberhasilan BPR Kanti mengimplementasi berbagai solusi bisnis tersebut tak terlepas dari dukungan anggaran dan SDM teknologi informasi (TI). Pada 2023, BPR Kanti merealisasikan biaya TI sebesar Rp 537 juta, sedangkan untuk SDM TI sebanyak 4 orang.
“Karena TI ini terkait dengan core banking system, kami bekerja sama dengan vendor, Telkom Sigma. Untuk efektivitas dan efisiensinya dengan 4 orang (tenaga TI) ini, saat ini kami rasa masih sangat memadai dengan volume usaha kami,” ujar Arya.
Editor: Fauzi














