ItWorks- PT Jasa Raharja, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dipercaya mengelola asuransi dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas, tahun ini kembali terpilih sebagai salah satu finalis untuk penghargaan “TOP Digital Awards 2024”. Presenstasi dan wawancara penjurian disampaikan oleh Kepala Divisi Teknologi dan Informasi Jasa Raharja, Dwi Sasono dengan materi presentasinya berjudul ”Innovative Business Solution at PT Jasa Raharja- Leveraging Generative AI and Cyber Security for Service Excellence.
Sesuai judul presentasinya, dalam kesempatan ini Dwi Sasono menyampaikan inovasi terkait solusi bisnis di Jasa Raharja dengan memanfaatkan inovasi teknologi digital, salah satunya pengembangan teknologi AI Generatif. Selain itu juga memapaparkan tentang antisipasi keamanan siber dengan memperkuat IT Security sebagai antisipasi dalam menghadapi ancaman dan tantangan keamanan siber yang kian krusial. Peningkatan sistem aplikasi juga dilakukan, seperti pada JRCare -terutama untuk mendukung kinerja, daya saing usaha, serta layanan masyarakat sesuai dengan visi dan misi perusahaan.
Sesuai UU Nomor 33 Tahun 1964 dan UU Nomor 34 Tahun 1964, Jasa Raharja sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengemban amanah untuk memberikan perlindungan dasar, berupa asuransi bagi korban kecelakaan lalu lintas angkutan jalan dan penumpang angkutan umum. Perusahaan memiliki visi utama “Menjadi Perusahaan Tepercaya dalam Memberikan Perlindungan Dasar Terhadap Risiko Kecelakaan dengan Pelayanan yang Terbaik”. Sedangkan misinya yakni, “Menyediakan Perlindungan Dasar yang Terintegrasi Secara Digital dan Didukung Human Capital yang Unggul Guna Menguatkan Stakeholders Engagement”, untuk perlindungan dan layanan digital untuk kemudahan layanan masyarakat.
Secara umum, transformasi digital yang dilakukan Jasa Raharja juga bagian dari kesiapan atau Readiness Index atau (INDI 4.0) dalam memasuki era revolusi industri keempat (Industri 4.0). Penyusunan untuk kesiapan INDI 4.0 juga merupakan langkah dalam kerangka mengimplementasikan program “Making Indonesia 4.0”, bagi industri dan pelaku usaha di Indonesia dalam menghadapi era revolusi industri keempat (Industri 4.0) yang sarat dengan tuntutan penggunaan teknologi digital.
“Berdasarkan hasil pengukuran INDI 4.0, Jasa Raharja meraih perolehan nilai Tingkat Kesiapan Industri sebesar 2,51, atau berada pada posisi sedang dan dinilai sudah mulai bertransformasi ke Industri 4.0,” ungkap Dwi Sasono – Kepala Divisi TIK PT Jasa Raharja dalam wawancara penjurian TOP Digital Awards 2024 yang dilakukan secara virtual pada (18/11/2024), melalui aplikasi zoom meeting yang diselenggarakan Majalah ItWorks, Jakarta.

Turut hadir dalam wawancara penjurian, di antaranya Wilson F. Hutagaol, Kepala Urusan Infrastruktur dan Layanan TI, Wisnu Rhia Pramaulana – Kepala Urusan Sistem dan Aplikasi TI, serta Royyan Ghani – Kepala Urusan Bisnis, Strategi dan Tata Kelola TI. Sedangkan tim juri penilai terdiri DR Nina Kurnia Hikmawati (APTIKOM/ACAD CSIRT), Benyamin De Haan (Senior Advisor MSI Group), Nurul Yakin Setiabudi (IDTUG -ICT Consulting) yang dimoderatori Ahmad Chury (Managing Editor ItWorks).
TOP DIGITAL Awards merupakan kegiatan penilaian untuk penghargaan tahunan tertinggi di Indonesia yang diberikan kepada Perusahaan dan Instansi yang dinilai berhasil dalam hal implementasi dan inovasi pemanfaatan teknologi digital. Terutama untuk meningkatkan kinerja, layanan, inovasi, dan daya saing bisnisnya serta layanan kepada masyarakat maupun pelanggan.
Kegiatan ini diselenggarakan majalah ItWorks bekerjasama dengan sejumlah ICT consultant di Tanah Air. Kegiatan ini juga menjadi ajang pembelajaran untuk mendorong adanya inovasi-inovasi baru digitalisasi. Terutama mendukung akselerasi transformasi digital di Tanah Air sebagai kesiapan dalam memasuki era industri 4.0 dan era Society 5.0. Termasuk adanya tren dan dinamika baru, seperti teknologi Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT) yang saling melengkapi dan dapat meningkatkan efisiensi dan perbaikan proses bisnis berbagai bidang. Tahun ini TOP Digital Awards 2024 mengangkat tema “Business Solutions, Generative AI, and Cyber Security for Excellence Business and Services”.
Terpilihnya kembali Jasa Raharja di ajang corporate rating (penilaian) ini, tak lepas dari inovasi solusi digital yang terus ditingkatkan untuk kinerja dan layanan masyarakat. Jasa Raharja merupakan BUMN yang dipercaya menangani asuransi dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas, baik angkutan umum, kendaraan pribadi, maupun pejalan kaki berdasarkan UU No. 33 Tahun 1964 dan UU No. 34 Tahun 1964.
Dana santunan dihimpun dari masyarakat melalui pembayaran premi yang berasal dari 2 (dua) bentuk yaitu Iuran Wajib (IW) dan Sumbangan Wajib (SW). SW dalam hal ini yakni SWDKLLJ atau singkatan dari Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan. Kode ini tertera pada Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan dibayarkan setiap kali pemilik kendaraan melunasi pajak kendaraan bermotor alias PKB. Sebagai gambaran, pada STNK kendaraan bermotor roda dua, biasanya tercantum SWDKLLJ sebesar Rp 35.000. Demikian pula untuk kendaraan roda empat, tertera SWDKLLJ dengan jumlah tertentu.
Dari masyarakat Iuran Wajib (IW) dikutip atau dikenakan kepada penumpang alat transportasi umum seperti kereta api, pesawat terbang, bus dan sebagainya (pasal 3 (1) a UU No.33/1964 jo pasal 2 (1) PP No.17/1965).
Terkait layanan masyarakat, PT Jasa Raharja telah mengembangkan aplikasi JRku yang bisa diunduh gratis masyarakat. Selain itu juga ada JRcare yang dilauncing tahun 2022 sebgai aplikasi yang memudahkan mitra rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien korban laka lantas, sehingga santunan yang diberikan Jasa Raharja menjadi lebih optimal dan tepat guna.
Sedangkan aplikasi JRku yang sudah lebihdulu dihadirkan merupakan aplikasi dari PT Jasa Raharja untuk memudahkan layanan masyarakat dalam memberikan informasi dan kemudahan layanan. Terutama bagi masyarakat yang mengalami kecelakaan alat angkutan umum dan lalu lintas jalan sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 33 dan 34 Tahun 1964.
Pengembangan AI untuk JRCARE
Salah satu terobosan yang dilakukan adalah dengan melakukan penguatan sistem aplikasi dengan implementasi generative AI. Di antaranya penggunaan AI untuk proses verifikasi klaim pada fitur JRCARE. Proses ini dilakukan dengan integrasi sistem dengan stakeholder AI untuk mempercepat pemberian jaminan serta penyerahan santunan, dan mengembangkan sistem untuk melakukan verifikasi secara otomatis. Manfaatnya ada peningkatan kecepatan pemberian kepastian jaminan menjadi 1 hari 16 jam . Adanya peningkatan 98,55% Overbooking Rumah Sakit, dan lainnya termasuk peningkatan tagihan otomatis lewat JRCare dengan data terintegrasi antar sistem Jasa Raharja dan stakeholder.
Inovasi lainnya, yakni implementasi Generative AI sebagai sumber pengetahuan bagi internal perusahaan (AI Knowledge Management). Hal ini diimplementasikan untuk Use Case I Jalur Pegawai, Use Case II Prediksi Pendapatan dan Performa, dan Use Case III Proses Bisnis Perusahaan. Sasaran AI Knowledge Management, antara lain peningkatan pemahaman pegawai terkait Aturan Internal dan Aturan Eksternal, Preditive analysis terkait Kesempatan Karir Pegawai, Real time information terkait Kinerja Keuangan Perusahaan, hingga Efisiensi proses bisnis Perusahaan.
Terkait sistem keamanan, Jasa Raharja juga melakukan AI in Cyber Security. Dilakukan juga peningkatan keandalan sistem keamanan siber dengan implementasi ISO/IEC 27001:2022. Iso 27001:2022 merupakan manajemen keamanan informasi sistem pengembangan, penyediaan, dan pengelolaan layanan sistem informasi untuk aplikasi. Di antaranya untuk penggunaan aplikasi DASI JR untuk klaim asuransi dan pemrosesan penerimaan pendapatan perusahaan.
Perusahaan juga telah mengimplementasikan transformasi proses pembayaran santunan melalui Cash Management System (CMS) perbankan. Dengan adopsi teknologi tersebut, proses transfer dana santunan kepada korban atau ahli warisnya menjadi lebih cepat dan efisien, terutama dalam kasus santunan meninggal dunia. Langkah ini tidak hanya mengurangi birokrasi, tetapi juga mengedepankan kepentingan korban sebagai prioritas utama.
Selain melayani korban secara langsung, Jasa Raharja juga memberdayakan perusahaan otobus dengan aplikasi JRku yang terkoneksi dengan BRI virtual account. Hal ini memudahkan proses pembayaran Iuran Wajib/Premi (IWKBU), mengurangi beban administrasi, dan mempercepat alur transaksi keuangan. Dengan upaya yang telah dilakukan, Jasa Raharja mampu menuai capaian kinerja yang kian solid.
Digitalisasi diperkuat di saat pandemi covid-19 beberapa waktu lalu sebagai bagian program transformasi bisnis . Terlebih tahun 2020, Perseroan juga secara resmi bergabung dalam Holding BUMN Keuangan (Indonesia Financial Group) yang digagas oleh Kementerian BUMN. Hal ini menjadi kekuatan tambahan bagi Perseroan untuk meraih kinerja yang lebih optimal secara berkelanjutan.
Melalui langkah-langkah tersebut, Jasa Raharja bisa terus mempertahankan kinerja positif meskipun menghadapi sejumlah tantangan yang tidak ringan. Apalagi ditopang penguatan GCG dan juga GRC. Skor penilaian penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik untuk tahun buku 2022 adalah sebesar 96,88, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 96,81 dengan predikat “Sangat Baik”. Metode penilaian berdasarkan Salinan Keputusan Sekretaris Kementerian BUMN No. SK-16/S.MBU/2012 tanggal 6 Juni 2012 tentang Indikator/Parameter Penilaian dan Evaluasi atas Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance) pada BUMN.
Tercatat di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sepanjang tahun 2023, Jasa Raharja mampu membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp1,30 triliun. Total aset Jasa Raharja pada akhir tahun 2023 tercatat sebesar Rp18,21 triliun. Pencapaian ini merupakan pondasi yang sangat kuat bagi Perusahaan untuk meraih pertumbuhan usaha yang berkelanjutan di masa mendatang. (AC)














