TelkoMedika, sebuah perusahaan yang merupakan bagian dari TelkomGroup, anak perusahaan dari AdMedika dan Yakes Telkom dan bergerak pada bidang layanan kesehatan bagi masyarakat umum, terpilih menjadi salah satu finalis untuk mengikuti penjurian TOP Digital Awards 2024 yang diselenngarakan Majalah IT Works.
Pada proses wawancara penjurian yang berlangsung secara virtual, Selasa (19/11), TelkoMedika yang diwakili oleh General Manager Corporate Office and Digital Ahmad Faishol dan Manajer IT dan Digital Service Fajrin Mohammad Ramadhan, memaparkan sejumlah inisiatif dan capaian perusahaan dalam transformasi digital pada proses bisnis serta layanan kepada masyarakat.
Mengusung tema “Smart Check Up: Present a Medical Check Up Process with Centralized and Standarized Data”, Manajer IT dan Digital Service Fajrin Mohammad Ramadhan mengungkapkan bahwa saat ini perusahaan sudah mulai mengimplementasikan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang bertujuan untuk menghadirkan proses pemeriksaan kesehatan (Medical Check Up/MCU) dengan data terpusat dan terstandarisasi.
“Melalui Konsep Smart Check Up ini kita ingin menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan dengan dukungan teknologi dengan data yang terpusat, terintegrasi dan juga berstandarisasi,” kata Fajrin.
Pemanfaatan AI dilakukan pada proses Resume dan pemberian saran hasil MCU. Sehingga Dokter/Tenaga Medis hanya melakukan review atas hasil AI, tidak perlu lagi mengecheck 1 per 1 hasil Abnormal dari keseluruhan hasil MCU.
“Proses ini dimulai ketika customer mengisi riwayat kesehatan kemudian masuk ke sistem Core kami namanya Medical Test Online, dan sistem ini menjadi core sistem yang mengintegrasikan antara Laboratorium Information System (LIS) dengan platform user yaitu MyTelkomedika. Melalui Platform MyTelkomedika ini nantinya user atau customer dapat melihat hasil MCU nya melalui Smartphone masing-masing,” sambung dia.
Fajrin mengungkapkan bahwa dukungan teknologi AI dilakukan pada proses pengelolaan data riwayat kesehatan dari customer/pasien. Dalam hal ini TelkoMedika mengimplementasikan dua konsep AI, pertama; AI Auto Resume Abnormal Result dan kedua; AI Saran MCU.
AI Auto Resume Abnormal berfungsi untuk menyoroti Hasil Abnormal dari semua parameter hasil Medical Check Up dari pasien/customer.
“Jadi misalnya hasil parameter MCU dari customer ini ada 10 item, maka AI akan meng-highlight 10 item itu mengani adakah hasil yang abnormal dari inputan dokter. Setelah highlight di temukan, AI akan menyimpan hasilnya. Kemudian sistem akan melakukan print out ataupun menampilkan data dalam bentuk pdf dari hasil highlight yang sudah dilakukan AI, Sehingga nanti pada akhirnya dokter dan tenaga medis hanya perlu melakukan review dan approval terhadap resume yang sudah dilakukan AI,” kata Fajrin.
Fajrin menyebut Penggunaan AI Auto Resume ini memangkas proses pekerjaan dokter dan tenaga medis. Dimana sebelumnya dokter dan tenaga medis harus melakukan resume dari hasil MCU satu persatu.
“Misal dari 10 parameter dokteratau tenaga medis sebelumnya harus dibaca satu persatu lalu kemudian nanti meng-highlight temuan abnormalnya lalu disimpan. Dengan dukungan AI, proses resume ini dilakukan secara otomatis,” ujar Fajrin.
“Meski begitu dokter dan tenaga medis ini juga tetap perlu melakukan review dan approval karena ini adalah hasil MCU, jadi kami perlu memastikan hasil dari proses layanan kesehatan ini tetap melalui verifikasi dokter dan tenaga medis,” tambah dia.
Kedua adalah AI Auto Saran. Ini merupakan tahap selanjutnya dari proses AI Auto Resume. Dimana Sistem akan menyimpan data hasil highlight result abnormal yang sudah dilakukan di fase pertama.
“Lalu kemudian sistem akan men-setup instruksi atau perintah yang ditampilkan atau diperintahkan di prompter. Misalkan System Setup Intruksi “Tampilkan saran untuk perbaikan dari hasil MCU obestitas, hipertensi dan kolesterol. Nah nanti prompter akan memerintahkan AI untuk menampilkan perintah yang dimaksud,” jelas Fajrin.
“Jadi ada proses Integrasi AI yakni Auto Resume dan Saran Dokter. Di internal perusahaan dukungan teknologi AI ini berdampak atau bermanfaat salah satunya pada pemenuhan SLA (Service Level Agreement) terhadap Hasil Medical Check Up & Efisiensi Sumber Daya Manusia (Tenaga Medis, Perawat, Dokter, red.),” imbuh dia.
Editor: Fauzi














