ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Bagaimana Membuat AI Generatif Lebih Mudah Dikonsumsi

Fauzi
24 December 2024 | 18:00
rubrik: Expert
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Cedric Clyburn, Senior Developer Advocate, Red Hat dan Frank La Vigne, AI Principal Technical Marketing Manager, Red Hat

Pikirkan beberapa tren teknologi di masa lalu, dan Anda akan mulai melihat munculnya beberapa pola. Contohnya, tidak ada pendekatan one-size-fits-all dalam komputasi cloud. Kombinasi dari beberapa pendekatan, seperti on premise dan provider cloud yang berbeda-beda, telah mendorong perusahaan memanfaatkan infrastruktur hybrid untuk menjalankan aplikasi enterprise mereka. Saat kita memikirkan tentang masa depan, struktur yang sama akan sangat penting saat mengkonsumsi kecerdasan buatan (AI) di berbagai aplikasi dan lingkungan bisnis.

Fleksibilitas akan sangat penting karena tidak ada satu pun pendekatan AI yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan setiap perusahaan. Dan tidak ada satu pun vendor platform AI yang bisa memenuhi semua kebutuhan tersebut. Alih-alih, kombinasi dari model-model yang sudah dikembangkan sebelumnya, solusi yang sudah disesuaikan, dan integrasi yang aman dengan proprietary data yang dimiliki oleh perusahaan akan mendorong pengadopsian AI. Berkat open framework, software dan infrastruktur, perusahaan di semua skala kini bisa mengakses dan menyesuaikan model AI generatif (gen AI), mengadaptasinya sesuai dengan kebutuhan khas mereka masing-masing.

Dari mana keuntungan gen AI berasal?
Untuk memahami bagaimana AI bisa dikonsumsi di aplikasi internal dan eksternal, mari kita melihat secara spesifik bagaimana perusahaan berinvestasi dalam teknologi ini. Dikompilasi oleh State of Generative AI in the Enterprise in 2024 dari Deloitte, keuntungan yang paling penting dari investasi gen AI bukanlah untuk berinovasi di ranah bisnis mereka, namun lebih berfokus pada efisiensi, produktivitas dan otomatisasi tugas-tugas yang repetitif. Memang benar bahwa model-model tersebut bisa menghasilkan konten baru, namun dalam kasus ini, value yang sesungguhnya akan berasal dari pemahaman mengenai large language models (LLMs) dan pemrosesan terhadap sejumlah besar data untuk mengenali pola-pola. Saat diaplikasikan ke dalam software tradisional, aplikasi berbasis AI ini dikenal sebagai aplikasi yang cerdas, yang meningkatkan dan membantu alur kerja manusia.

Memahami bagaimana perusahaan berfokus pada investasi gen AI di enterprise, ©Deloitte 2024

Namun, perjalanan untuk mengadopsi AI bisa bervariasi; perusahaan biasanya mulai dengan mengotomatiskan tugas-tugas sederhana, hingga sepenuhnya mengintegrasikan AI ke dalam alur bisnis mereka. Pengadopsian secara bertahap ini dimulai dengan menguji coba use cases yang non-kritikal dan memanfaatkan tool yang sudah ada, seperti asisten kode otomatis, yang akan membebaskan dari tugas-tugas repetitif. Saat kepercayaan terhadap value AI meningkat, pengembang dan perusahaan akan mulai mengintegrasikannya ke dalam proses bisnis dan aplikasi yang spesifik. Langkah terakhir adalah kustomisasi – mengembangkan model AI proprietary yang mendapatkan suplai informasi dari data perusahaan yang unik, sehingga AI dapat menghasilkan insight dan keputusan yang unik pula.

BACA JUGA:  Modernisasi yang Pesat Mendorong Kebangkitan Perbankan Digital di Indonesia

Setiap fase memiliki kelebihan dan kompleksitasnya sendiri karena penggunaan AI dalam bisnis akan semakin canggih. Mari lihat tahap-tahap ini lebih dalam, untuk mengungkap bagaimana AI secara bertahap menjadi bagian penting dan berguna dalam setiap operasional.

Memanfaatkan AI: Menyederhanakan tugas dengan bantuan AI
Dalam beberapa tahun terakhir, sudah banyak dari kita yang berinteraksi dengan gen AI untuk mengotomatiskan dan meningkatkan tugas-tugas rutin, terutama untuk para pengembang dan engineer. Code assistant (asisten kode) adalah kasus penggunaan LLM yang umum, menyederhanakan tugas-tugas repetitif dalam berbagai bahasa pemrograman. Sebagai contoh, tool seperti Red Hat Ansible Lightspeed with watsonx Code Assistant atau Red Hat OpenShift Lightspeed mengintegrasikan AI untuk mempercepat tugas pengembangan software atau debugging di lingkungan IT operasional. Dalam praktiknya, ia memungkinkan siklus iterasi yang lebih cepat dan menghilangkan pekerjaan yang redundant, supaya pengembang bisa lebih berfokus pada pemecahan masalah dan pengambilan keputusan yang penting.

Bagi tim IT, model-model yang dibangun sebelumnya (pre-built) ini mudah untuk diimplementasikan, hanya membutuhkan pengaturan yang minimal, dan bisa beroperasi tanpa perubahan infrastruktur yang signifikan, menjadikannya opsi yang bisa diakses oleh tim yang baru mengenal AI. Inilah sebabnya, pendekatan yang umum untuk menggunakan AI, berhubungan dengan upaya untuk efisiensi di tempat kerja.

Mengadopsi AI: Mengintegrasikan AI untuk alur bisnis
Begitu perusahaan terbiasa dengan tool tersebut, mereka sering kali mulai menerapkan model AI ke dalam operasional bisnis. Pada tahap ini, AI dibangun ke dalam aplikasi untuk meningkatkan interaksi pengguna atau mendukung tugas-tugas yang berkembang, seperti customer service otomatis. Satu contohnya adalah Experience Engineering (XE) kami, yang sudah menggunakan model Mixtral-8x7b-Instruct untuk menghasilkan lebih dari 130.000 rangkuman solusi untuk kasus-kasus yang di-support, yang menyebabkan terjadinya 20% peningkatan dalam engagement pelanggan yang berhasil memecahkan masalah secara mandiri.

BACA JUGA:  AI Generatif: Bagaimana Penerapannya dalam Aplikasi Bisnis Saat Ini

Di banyak industri, pengembang memimpin upaya untuk menggunakan sistem rekomendasi yang digerakkan oleh AI dan tool engagement pelanggan yang dinamis. Namun, dalam beberapa kasus sistem ini membutuhkan kustomisasi yang moderat, seperti pelatihan pada pola interaksi yang spesifik atau perilaku pengguna, untuk memastikan respons yang lebih relevan dan berguna.

Pada akhirnya, menggunakan AI dengan aplikasi modern memberikan aplikasi tersebut konteks yang lebih komprehensif mengenai apa yang ingin dicapai oleh pengguna. Baik konteks yang terkait pemahaman umum maupun yang spesifik bagi perusahaan, di mana AI tahu apa yang dibutuhkan dan langkah-langkah apa yang perlu diambil untuk mencapai targetnya tanpa pelatihan mendetail dari tim IT. Melancarkan interaksi antara manusia dan sistem pada akhirnya adalah tujuan yang ingin kita capai dengan teknologi AI – aplikasi yang memahami manusia dan mengurangi beban berat sebuah proses.

Red Hat OpenShift AI adalah platform AI yang berintegrasi dengan platform aplikasi cloud native untuk membantu pengembang menguji, menerapkan, dan melakukan iterasi terhadap model AI secara efektif, menciptakan aplikasi real time yang responsif terhadap kebutuhan pelanggan. Menggabungkan model-model dasar dengan data bisnis menggunakan API dan framework orkestrasi AI seperti LangChain, banyak langkah yang dulunya begitu kompleks, dengan AI kini bisa diatasi dengan fungsi di aplikasi itu sendiri.

Menyesuaikan AI: Mengintegrasikan proprietary data untuk penyelarasan AI
Bagi mereka yang siap mengambil alih kepemilikan model AI sepenuhnya, langkah selanjutnya adalah menyesuaikannya dengan proprietary data yang mereka miliki, yang dikenal sebagai penyelarasan model (model alignment). Di sinilah potensi AI berubah dari utilitas generik menjadi tool bisnis yang strategis, menyelaraskan model mendekati konteks operasional perusahaan. Namun, melatih dan menyempurnakan model dengan data privat memberikan tantangan-tantangan teknis, seperti mengelola data secara rahasia, alokasi sumber daya, dan update model yang berkelanjutan.

BACA JUGA:  Lintasarta Rilis Layanan GPU-as-a-Service 'GPU Merdeka'

Kustomisasi jadi lebih bisa diakses melalui framework seperti retrieval augmented generation (RAG) dan large-scale alignment for chatBots (LAB) di InstructLab, yang memungkinkan tim-tim melakukan penyelarasan AI dengan pengetahuan dan proprietary data yang spesifik untuk industri. InstructLab memungkinkan enterprise melakukan layering terhadap pengetahuan atau kemampuan model yang spesifik untuk perusahaan itu pada foundational LLM, menggunakan teknik data generation sintetis terbaru, sehingga AI dapat menjawab pertanyaan atau melakukan tugas-tugas yang langsung relevan dengan perusahaan.

Ingatlah bahwa tidak ada pendekatan yang standar untuk menentukan jalan mana yang sebaiknya diambil perusahaan dalam perjalanan AI mereka. Namun, untuk menjadikan AI lebih mudah dikonsumsi, ingatlah ada tiga area yang harus diprioritaskan: utilisasi, adopsi dan kustomisasi gen AI.

Tags: AIGenerative AIopen sourceRed Hat
Previous Post

Ponsel yang Tak Bisa WhatsApp Mulai 1 Januari 2025

Next Post

Tingkatkan Pengelolaan Jaringan Distribusi Berbasis Digital, PLN Gandeng PLN Icon Plus

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Sejumlah Manfaat Hot Backup Satellite SATRIA-1

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oppo Rilis Dua Smartphone A Series Terbaru di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Autonomous Business Jadi Masa Depan Dunia Usaha, AI Ubah Perusahaan Lebih Mandiri dan Proaktif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto